
Hari ini bertempatan di resto kepunyaan keluarga Rajasa banyak para wartawan berkumpul untuk menghadiri presscon Tania dan Akbar, nampak juga papa Beni, pak Rajasa dan juga Mutia..
Akbar telah duduk di apit pak Rajasa dan papa Beni, hanya tinggal Tania yang belum datang.
Papa Beni sedikit cemas.mencoba menghubungi Tania tapi nihil nomornya tidak Aktif..dia bangkit dari duduknya menuju kursi samping tempat nama dan managernya duduk..
"jemana Tania, ?" bentak papa Beni...
"sabar pah, bentar lagi dia datang" mama mencoba menenangkan..sesekali melirik ke arah managernya..
"Tania pasti datang pak karena setelah ini kami akan langsung terbang untuk pemotretan"
papa Beni mulai gelisah mondar mandir, jangan sampe kejadian akad terulang lagi hancur sudah semua..
dari kejauhan nampak asisten Tania lari tergopoh-gopoh menyerahkan surat dari Tania kepada managernya..
papa Beni langsung merebutnya..
"brengsekkk anak itu , sudah mempermainkan ku.."umpatnya..berjalan keluar meninggalkan ruangan presscon di ikuti Mama yang sedikit berlari..
Sementara itu Alea selaku manager Tania akhirnya nenemui Akbar dan pak Rajasa,memberitahu soal surat terbuka dari Tania..
Pak Rajasa dan Akbar mempersilahkan manager Tania untuk berbicara di depan para wartawan..
"Selamat siang teman-teman media, sebelumnya terimakasih sudah meluangkan waktu untuk hadir, saya mewakili Tania ingin mengucapkan banyak terimakasih dan maaf sebelumnya" mengambil nafas menjeda ucapannya
"Saya akan membacakan surat terbuka dari Tania"
Alae mulai membuka selembar kertas yang di terimanya dari asisten Tania..
Haii teman- teman media , sebelumnya maaf ya aku gak bisa menemui kalian,,
Aku Tania shakila dengan surat ini ingin menyampaikan perihal bahwa saya mengundurkan diri dunia modeling, mengenai beberapa kontrak dengan agency sudah saya selesaikan, dan mulai sekarang saya hanya seorang ibu yang sedang berbahagia menanti kehadiran buah hati..ya enam bulan lalu saya telah menikah bukan dengan Akbar AryaRajasa..dengan **s**uami yang amat saya cintai..dan melalui pesan ini saya juga ingin meminta maaf kepada Akbar dan keluarga Om Rajasa..mohon maaf sebelumnya dan terimakasih..
Alea selesai membacakan surat Tania,,
para wartawan mulai ribut dengan banyak pertanyaannya..
" bagaimana tanggapan anda " tanya seorang wartawan kepada Akbar
Akbar tersenyum "saya hanya mendoakan semoga Tania bahagia bersama suaminya"
"dan sudah jelas kan semuanya, terimakasih "
Akbar bangkit di ikuti oleh papanya, dia tak mau ambil pusing dan tak mau banyak bicara, rencana nya sudah di jalankan dengan baik oleh Tania..di hampirinya Mutia menggandeng tangan mutia dan berjalan menuju mobil,, para wartawan yang mengejarnya sampai mobil hanya di balas senyuman oleh akbar
_______________________________________________
Di kediaman Beny sanjaya..
Brakkk..pintu di banting
"Brengsekkk anak tak tau di untung ini kah balasannya, sial " umpatnya mengacak frustasi rambutnya
"hancurr, kerajaan bisnisku akan hancur" mendorong semua barang yang ada di meja hinga semua jatuh kelantai..
"kamu pasti tau kemana anak kurang ajar itu pergi" menatap tajam ke arah istrinya
__ADS_1
"Ya aku tau, tapi tak akan ku beri tau di mana dia" setengah berteriak dan terisak
"Sudah cukup satu anak jadi korban keegoisanmu tak akan ku biarkan anak-anakku menderita lagi" jawab mama Tania dengan lantang pergi meninggalkan suaminya yang masih terdiam mencerna kata-kata istrinya..
sementara itu Tania telah sampai di negara singapura dan bertemu dengan suaminya..
"Mas Tomi aku minta maaf, karena tidak mempercayaimu" ujarnya memeluk erat suaminya..
"Aku juga minta maaf, sayang gimana kabarnya di dalam sana? apa dia menyusahkanmu? " mengelus perut rata Tania..
"dia anak yang baik..sesekali dia membuatku mual tapi gak masalah"
"aku bahagia bisa bersamamu lagi, ibu gimana mas? " tanya tania, ia teringat ibu mertuanya..
"ibu sudah aman kita akan tinggal bersama ibu kamu gak keberatan kan?"
"enggak mas, ibu mu kan ibuku juga aku seneng malah, gak sabar ketemu ibu.."
"Besok kita akan bertemu ibu"
Tomi memutuskan untuk menginap satu malam di singapura ia tak mau membuat Tania kecapean karena perjalanan jauh yang akan di tempuh..
____________
Sementara Itu di kediaman Keluarga Rajasa
sedang berkumpul anak-anak dan menantu serta cucu kembar Pak Rajasa,, dan mama juga mengundang Bu Eni dan pak Ali untuk berkumpul..
"Papa seneng, nasalah kalian satu persatu selesai"
"Iya mama juga senang, Tapi mama kasihan sama Tania,anak itu sebenarnya baik,sopan kok Ada ya orangtua model kayak si Beny itu"
kemarin setelah pertemuan dengan Tania,Mutia menceritakan semuanya kepada papa,mama dan akbar saat makan malam..
jadi mama tau..
"Sekarang ada masalah satu lagi" senyum tersungging di bibir papa Rajasa
"masalah apa pah" tanya akbar heran
"kapan kamu akan kasih kami cucu" melirik ke arah pak Ali..
" Lagi usaha pah, makanya mama jangan sering-serubg telepon kami kalo malam" tertawa..
Mutia sudah salah tinggkah mukanya merah merona ,,di cubitnya pinggang akbar di sebelahnya
"auu apaaan sich sayang" meringis kesakitan..
"iya kasih temen donk buat si kembar" samber kak nindy..
Ingin rasanya Mutia menghilang dari hadapan semua orang..
Ayah dan ibu hanya tersenyum,, menyaksikan kebahagian Anak semata wayangnya,,, mereka hanya bisa mengamini apa yang di ucapkan pak Rajasa..
_______________________
Akbar pov..
__ADS_1
saat jam makan siang,selesai menemui klien aku ingin memberikan kejutan untuk istriku, aku masuk ke ruangannya,,ku lihat mejanya kosong dia tidak ada di ruangan.
melihat aku mencari istriku, teman dekat satu ruangannya menghampiriku..
"bapak cari mutia, tadi dia keluar bersama Tania pak"
aku panik mendengar Mutia keluar bersama Tania, aku takut Tania akan menyakiti mutia..
melihat kepanikanku teman mutia paham
"bapak bisa k cafe depan perusahan pak mereka ngobrol di sana, Tadi saya sempat mengikuti tapi pas mutia bilang gpp sa____ "
belum selesai dia berbicara aku menginggalkannya menuju cafe depan perusahaan. tak lupa aku menghubungi Reza untuk menyusul.
sampai di cafe aku melihat Istriku tengah memegangi tangan Tania yang menangis tersedu-sedu
cihhh sandiwara apa lagi ini. Pikirku..
Aku memilih duduk tak jauh dari mereka agar aku bisa mendengar apa yang mereka bicarakan,,karena mereka tengah fokus ngobrol tak menyadari keberadaan ku yang berjarak dua meja dari tempat mereka..
Suasana cafe yang cukup rame siang itu menbuatku tak begitu jelas mendengarkan obrolan mereka,,aku hanya diam memperhatikannya..Nanti aku tanya ke Mutia saja pikirku..Saat memastikan istriku baik-baik saja aku bangkit berdiri untuk kembali ke kantor dan bertemu Reza di depan...
sudah setengah jam aku duduk di ruanganku pikiranku tak tenang..aku hubungi istriku memintanya untuk ke ruangan ku..
Tak lama dia datang dan berhambur membalas pelukanku..
"kamu dari mama sayang" tanyaku pura-pura tak tau
"aku dari cafe depan bertemu Tania" jawabnya jujur, ya aku suka kejujuran istriku..
"Taniaa, mau apa dia" tanyaku..
"hmm sayang nanti malam kita makan malam di rumah mama ya aku kangen mama dan ada yang ingin aku ceritkan soal Tania " ujarnya manja..
"Soal apa, cerita lah dulu dengan suami tercintamu ini" godaku..
"papa dan mama juga harus denger"
ok baiklah dia ingin orangtuaku juga mendengarkannya..
"baiklah sayang,aku kembali ke ruangan ya pekerjaan ku banyak" Ia mencoba melepas pelukanku
Aku terus memeluknya rasanya tak ingin berpisah darinya entah kenapa saat dekat dengan istriku aku merasa bersemangat..
"hmm gak boleh aku mau memelukmu sepanjang hari" ujarku
di ciumnya bibirku dengan lembut dan aku mulai melepaskan pelukannya.. saat pelukan terlepas dia menyudahi dan berlari menjauh
" bye sayang,, sampe ketemu ntar sore" dia berlari kecil meninggalkan ruanganku..
istriku kini sudah mulai nakal ya,, sudah tau dia kelemahanku..
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
maaf ya kalo banyak typo..
Masalah Tania sudah kelar ya..bakalan ada konflik apa lagi ya??
__ADS_1
bantu like dan komen donk kak