Hanya Pengganti

Hanya Pengganti
Reza vs Rani


__ADS_3

Akbar memijat pelan keningnya,, menatap tumpukan dokumen di depannya yang tak ada habisnya..


Ting..


ting..


MUTIARAKU


- sayang aku kerumah sakit ya, bareng Rani sekalian mau jengukin ibu..


Bukan membalas pesan Mutia Akbar malah menghubunginya


"sayang kamu di mana?, ohh ya Reza yang antar ya pak Abdul kebetulan lagi berhalangan"


"gak usah sayang aku naik mobil online saja"


"gak ada penolakan,ini perintah.tunggu Reza di lobby sebentar lagi dia turun"


tanpa menunggu jawaban Mutia Akbar langsung memutuskan panggilan dan beralih menghubungi Reza..


" za lu antar bini gue sama temen nya ke rumah sakit sekarang, udah di tunggu di lobby"


belum sempat Reza menjawab panggilan sudah di putus..


" Tapi____"


"kebiasaan dech orang blm jawab udh main mati aja" menggerutu kesal..


Reza berjalan menuju lift turun ke bawah..


keluar lift dia mencari keberadaan Mutia.


nampak istri bosnya tengan duduk di sofa lobby bersama teman wanitanya..


tersenyum kecil "coba bilang bos, ada si sexy gak pake lama langsung gue cuss antar kemana pun bini lo pergi " bergumam dalam hati


"siang bu Mutia dan bu..? "


" Rani R A N I " mengeja namanya..


"iya bu Rani, ayo kita berangkat sekarang"


"iya pak Reza, maaf ya pak menggangu waktu bapak" mutia merasa tak enak hati..


"gak kok bu kebetulan lagi gak banyak kerja" bohongnya padalah kerjaannya numpuk


Mereka berjalan ke arah mobil..


sesampai di mobil mutia membuka pintu penumpang dan duduk di belakang Rani pun sama ikut duduk di belakang.


" ehh maaf bu saya bukan supir taksi online, bisa gak bu Rani duduk di depan" titah Reza


"Kenapa harus saya ? " menunjuk diri sendiri


"Saya masih mau kerja bu, kalo bu mutia yang di depan saya bisa di pecat sama bos "


akhirnya Rani pindah di depan duduk di sebelah Reza,..jantungnya berdetak tak karuan mudah mudahan pak reza gk dengar suara jantung nya..


peryataan nya kepada mutia hanya gurauan semata, nyalinya ciut saat bener-bener dekat dengan Reza..


sesekali Rani melirik ke arah Reza yang tengah fokus menyetir,, Reza menyunggingkan garis lengkung di wajahnya,, (ngapain ngelirik mulu sich bikin gak fokus aja nich ) bergumam dalam hati..


Mutia hanya mengawati dua jomblo di depannya..

__ADS_1


di ketiknya pesan untuk Rani..


"katanya gak mau kalah sama gue, pedekate donk jangan di lirik aja ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


" resek lu, deg-degan gue ini"


"buktikan donk Rani lebih hebat dari gue ๐Ÿคช๐Ÿคช"


"awas lu ya mut, gue jitak lu"


memanyunkan mulutnya keseelll


Reza yang sekilas memperhatikan mulut Rani yang manyun dan komat kamit sembari mengetik sesuatu di ponselnya akhirnya angkat bicara


"Bu mutia nanti saya tunggu atau___"


" gak usah pak Reza, bapak nanti kembali sama Rani saya soalnya mau langsung mengurus kepulangan ibu.."


(what rencana apa ini Mutia sialann lu mut awas) Rani mendengus kesal dalam hati..


(itu mulut kondiskan, bibirmu itu loh bikin nafsu) batin Reza..


"ok bu Mutia baik bu "


Mobil telah sampai di parkiran rumah sakit,, mereka bertiga berjalan menuju ruang Rawat ibu Eni..nampak ibu Eni sudah siap-siap untuk pulang tinggal menunggu Ayah mengambil obat.


setelah cukup lama berbincang Reza memutuskan untuk kembali ke kantor karena jam makan siang yang sudah hampir habis


"Pak Reza makasih ya sudah mengantarkan Kami, oh ya titip Rani ya pak "


"emang gw barang di titip-titip " gerutu Rani..


"gak masalah bu mutia"


Reza berjalan keluar kamar, saat di pintu keluar dia menoleh menatap Rani yang masih terdiam


"Bu Rani, mau saya tinggal ? "


"gak pak "jawabnya Rani pun berpamitan kepada bu Eni dan Mutia


"awas lu mut " berbisik di telinga mutia..


Mutia hanya tertawa..


"pak nitip rani ya,pastikan dia kembali ke kantor dengan selamat " Mutia cekikikan di balas Rani yang melotot ke Arahnya ..


Di mobil Reza.


"kita makan dulu ya, aku laper ada resto enak tak jauh dari sini" Reza membuka suara Mata nya tetap fokus kejalanan.


"nanti telat pak ke kantornya "Rani berusaha menolak


"nanti saya yang ijin ke bu shelly" jawabnya datar..


( *bukan takut telat pak tapi ade gak kuat dekat-dekat abang ,jantung adek berasa mau copot bang )


(kapan lagi gw bisa pedekate sama si sexy minimal gw dapat nomor ponselnya lah*)


sesampai di resto Reza memilih tempat duduk di ruangan private di pastikan hanya ada dia dan Rani saja.nenunggu pesanan datang,mereka hanya diam..


"Kamu udah lama ya di bagian admin, kok saya baru lihat ya" Reza mencoba mencairkan suasana


"Udah tiga tahun pak, baru keliatan ya. gara-gara temenan sama istri bos " jawabnya

__ADS_1


" kalo berdua gini dan di luar kantor jangan panggil pak donk, tua banget kesannya" Reza protes dengan panggilan Rani kepadanya..


"yee emang udah tua kan uppss.. maaf " Rani menutup mulutnya dengan tangan


"pak reza kan atasan saya, gk sopan pak panggil nama doank" mulai dech bawelnya Rani..


"ini perintah panggil aja Mas Reza"


"busyett mesra amat gw panggil mas "ujarnya mencibir sifat aslinya keluar dia lupa mungkin sedang berbicara dengan siapa


Reza hanya tersenyum "kamu lucu ya nyablak juga ternyata"


manis banget senyumnya bang " Rani membatin..


"ehh maaf pak reza mulut gue kadang gak bisa di kontrol,,ehh kok gue aku maksudnya "memukul mulutnya sendiri..


obrolan mereka terhenti saat pelayan mengantarkan pesanan mereka..


"Kamu tinggal di mana? "pertanyaan dari Reza dia mulai kepoo


"ngapain nanya saya tinggal di mana emang pak reza mau ngapain" Rani malah balik bertanya


Reza kelabakan "ya mana tau saya di daerah sekitar tempat tinggal mu kan bisa mampir "


"ohh.."Rani membulatkan mulutnya melanjutkan makannya


kenapa gak balik nanya sich,


"kamu belum jawab loh pertanyaan saya" Reza menginstrogasi Rani..


"emang penting ya bapak tau rumah saya"


"mas,, bukan bapak" sanggahnya tak terima di panggil bapak..


"Ok siap mas,,"dengan suara di buat manja-manja


"mau muntah Gue pak manggil mas,," tertawa cekikan..


"gue kos di dekat kantor pak "jawabnya singkat


"ngekos emang orangtuamu di mana?"


"di bekasi pak capek pulang pergi pak pak, jadi saya ngekos weekand paling pulang ke rumah"


"Di bekasi ya, di mana?kakak saya juga di bekasi weekand ini bisa kita ke bekasi sama-sama, berapa nomor ponselmu"


Moduss, Reza mulai moduss..


"di bekasi barat pak, buat apa nomor ponsel saya pak? " sok sokan nolak padahal dalam hati girang banget,, *a*khirnya gw dapat no pak reza mutia gw udah maju selangkah


"ya biar saya bisa hubungin kamu lah, mana ponselmu" meraih ponsel di dalam tasnya..


Reza mulai mengetik no ponselnya di ponsel Rani dan melakukan panggilan ..


"simpan ya nomor saya, biar saya gampang hubungin kamu" ujarnya (berhasil juga dapat nomor mu, gue kebekasi mau kemana coba? kakak kan di tanggerang )


modus..


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Mas reza modus dech sama adek Rini..di part ini kita bahas Reza sama Rini ya biar gak tegang nungguin kejutan dari Akbar..


kak bantu vote ya, mamak2 ini biar semangat nulisnya๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2