
Usia kandungan Mutia telah memasuki minggu ke enam belas, rasa mual setiap pagi sudah mulai berkurang. tapi rasa manjanya makin bertambah seperti pagi ini dia mengekor suaminya tak mau di tinggal.
pasalnya tiga hari kedepan Akbar haru melakukan perjalanan bisnis keluar negeri..
" Sayang ikut boleh ya sekalian kita babymoon" rengeknya manja
"Sayang aku cuman tiga hari saja lagian di sana aku bakalan sibuk ngurus bisnis nanti kamu bosan " ujarnya memberi penjelasan
"Aku janji selesai proyek ini kita akan pergi babymoon ok, seenggaknya dia juga udah kuat " berjongkok di depan perut Mutia yang mulai membuncit dan menciumnya
"janji ya, beneran tapi kalo aku kangen gimana" mencibikan bibirnya
ohh tuhan gini amat punya bini hamil ya, Akbar harus sabar memberi pengertian ke istrinya yang sekarang berubah manja dan posesif berbanding terbalik dengan Mutia yang dia kenal dulu pendiam dan pemalu
Berdiri dan memeluk istri tercintanya
" kan bisa vidiocall sayang" menciumi wajah istrinya dengan gemes..
" udah ahh harus cepat turun, ntar aku gak jadi ngantor gara-gara kamu " menggandeng tangan Mutia keluar kamar dan menuju meja makan
Olivia tengan duduk santai di meja makan
"lama banget sich turunya aku sudah lapar" ujarnya kesel
" ngapain masih di sini ?" bukan menanggapi ucapan Olivia Akbar malah balik bertanya
"kenapa emang om dan tante gak masalah tu " mulai menyedok makanan ke dalam piringnya
"mama, papa mana oliv ? "tanya Mutia untuk mencairkan suasana tegang antara suami dan olivia
"Mana gue tau " jawabnya pendek melanjutkan makannya
Mutia hanya diam saja,mengambilkan makan untuk Akbar..
selesai makan tanpa basa-basi olivia bangkit dan meninggalkan Akbar dan Mutia
__ADS_1
"Dasar gak punya sopan santun " celetuk Akbar..
_____________________________________________
Sejak ungkapan perasaan hubungan bagas dan Alisya nampak begitu baik, perlahan tapi pasti
mereka berencana untuk menggelar acara pertunangan mereka minggu depan..
Hari ini bagas berkunjung ke kantor Akbar untuk mengantarkan undangan pertunangannya dengan Alisya.
"hallo bro tumben " sapa Akbar
"Hai calon bapak kerja mulu " balas Bagas
"nich gue mau nganter ini " menyerahkan undangan
"whoho, gercep juga ya lu " seringai mengejek
"yoi, gue juga pengen kayak lu " tertawa lepas bagas merasa sangat bahagia perlahan Alisya telah mengisi hatinya..
Saat dua sahabat tengah Asyik ngobrol Reza masuk untuk menginfokan jadwal keberangkatan Akbar
"haii za apa kabar ? datang ya " Baga menyerahkan undangan kepada Reza
"apa ini ? " tanya Reza
"lu kalah gercep sama bagas za "ejek Akbar
"gue udah mau gercep tapi gimana lagi jalan di tempat aja camer masih prioritas utamanya " dengusnya kesel
pasalnya Rani masih belum mau melangkah lebih jauh untuk saat ini bagi Rani prioritas utamanya kesehatan Ayahnya..
"sabar bro " Bagas menepuk pelan pundak Reza..
"ohh ya besok pesawat malam boss" mengingatkan Akbar
__ADS_1
"lu mau kemana bar ?, awas ya lu kalo gak datang" tanya bagas
"gue ada kerjaan dikit, jumat gue udah balik lu tenang aja gue pasti datang" meyakinkan Bagas..
Sementara itu di lobby perusahaan terjadi keributan karena Olivia yang memaksa masuk untuk bertemu dengan Akbar
dengan tak tau malu gadis itu melenggang masuk dan meminta resepsionis untuk mengantarkannya ke ruangan Akbar.
karena tidak ada janji resepsionis tidak mengijinkannya masuk namun Olivia memaksa masuk dengan sigap petugas keamanana menghalau Olivia
Olivia geram dan segera menelpon Akbar
namun tidak di angkat dia mengumpat kesal..
"mba aku cuman mau masukin berkas lamaran aku doang ke kak Akbar " rengeknya kepada resepsionis
" bisa tinggalkan di situ mba, nanti biar team HRD yang seleksi " jawab resepsionis kesel
"tapi aku harus ketemu kak Akbar " cerocos Olivia
"mba di mana2 naruh bekas lamaran gak harus ketemu CEO" gertak resepsionis.
Olivia berbalik arah "awas aja kamu, bakalan nyesel kamu " ancamnya..
Olivia pun kembali dengan perasaan kesal.
sepanjang perjalanan iya befikir untuk dapat kembali dekat dengan Akbar. dia harus memutar ulang rencananya, karena yang di hadapi saat ini Mutia yang dia anggap lawan yang gampang karena bukan siapa-siapa
tapi kenyataanya Mutia telah menduduki tempat istimewa di keluarga Rajasa. bahkan mama Syarifah sangat menyayangi menantunya.
Tujuannya sekarang adalah ke rumah keluarga Rajasa dia harus bisa bersifat manis terhadap Mutia..
"menghadapi nya harus dengan sifat manis, dan aku akan membuat mu melepaskan diri dari keluarga Rajasa dan menyerahkan kak Akbar kepadaku " Olivia bergumam sendiri di iringi tawa jahatnya..
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
__ADS_1
mohon maaf ya aku up nya dikit dikit hehe ternyata keteteran juga aku lagi ngejar
CLBK biar cepet naik Level jadi mohon maaf kalo di sini Up nya sedikit πππππ