Hanya Pengganti

Hanya Pengganti
kecelakaan


__ADS_3

Tiba di kediaman keluarga Rajasa Mutia di sambut isak tangis bahagia ibu dan mama mertuanya, ayah dan papa Rajasa merasa bersyukur Mutia kembali dalam keadaan baik-baik saja.


Mutia mengajak nenek Rohmah masuk dan menceritakan semuanya. Ibu dan mama sangat-sangat berterimakasih dengan nenek Rohmah, mama meminta nenek untuk tinggal bersama di kediaman keluarga Rajasa.awalnya nenek menolak tapi karena Mutia memaksa nenek akhirnya mau.


Sudah hampir satu jam Mutia tertidur, ia terbangun saat perutnya terasa lapar padahal sebelum istirahat ia sempat makan tadi.


perlahan di pindahkan tangan suami posesifnya dari atas perutnya, perlahan takut suaminya terbangun.sejak tadi memutuskan berbaring Akbar tak melepaskan pelukan dari perut istrinya. omelan Mutia tak di hiraukannya ia hanya ingin memeluk istrinya hingga tertidur.


saat akan melangkah turun dari tempat tidur tangan Akbar menarik lengan Mutia


"Mau kemana sayang" matanya masih terpejam


"Sayang kamu sudah bangun? aku lapar " ujarnya mengelus perutnya yang sudah mulai membuncit


Akbar bangun dan duduk di sebelah Mutia


"hayy sayang kamu lapar ya " berbicara di depan perut Mutia


"Iya ayah aku lapar " ujar Mutia menirukan suara anak kecil..


"ya sudah ayo kita turun sayang " beranjak dari tempat tidur menggandeng tangan Mutia menuruni anak tangga


Di ruang tengah nampak ibu, mama dan nenek rohmah sedang berbincang sesekali tertawa ntah apa yang mereka tertawakan..


mereka bertiga serempak menoleh ke arah tangga saat mendengar derap langkah sepasang suami istri.


"Nak kamu sudah bangun " mama berdiri menyambut kedatangan menantunya.


"Iya mah yang di perut kelaparan " ujar Akbar menunjuk ke arah perut Mutia.


Mutia memukul pelan lengan Akbar tersenyum ke arah mama, ibu menatap haru bersyukur anak perempuan satu-satunya di perlakukan baik di keluarga suaminya.


"mau makan sayang ? " tanya mama


"salad buah enak kali ya mah " cengir Mutia..


" Sebentar mama buatin ya, kamu duduk aja di sini " mama berlalu ke dapur


"ehh mah, Mutia bikin sendiri aja " melepaskan genggaman dari tangan Akbar berjalan mengikuti mama Syarifah.Mutia merasa segan


"gakpapa sayang kamu duduk manis aja ya" titah mama syarifah


Ibu hanya tersenyum bahagia menyaksikan langsung bagaimana anaknya di perlakukan dengan baik oleh mertuanya.


_____________________________


Berita penculikan yang menimpa Mutia menghilang dengan sendirinya atas permintaan Akbar.


Tania yang mendengar Mutia telah kembali tak sabar untuk menemui sahabatnya itu.


di antar oleh Tomi suaminya saat ini Tania menuju ke rumah Akbar.


Usia kandungannya yang memasuki tujuh bulan membuat Tomi extra siaga mengantarkan istrinya kemanapun..


di dalam mobil Tania merasakan agak ngilu sedikit di perutnya namun tak mau membuat suaminya khawatir dia diam dan hanya mengelus perutnya sembari berguman dalam hati kepada janin di dalam perutnya.


Tomi yang tengah menyetir memperhatikan gerak gerik istrinya pun akhirnya bertanya.

__ADS_1


"Kamu kenapa sayang, kalo gak enak badan besok aja ya kita temui Mutia "


"enggak kok mas aku gakpapa,cuman agak begah " memamerkan deretan gigi putihnya..


Saat tengah bercengkrama dengan istrinya tiba-tiba dari arah berlawanan truk pengangkut bahan pokok oleng tak terkendali, untuk menghindari Tomi membanting stri dan..


"Ahhhhh, mas Tomiiiii " teriakan Tania mengilang dengan hilangnya kesadaran Tania.


mobil mereka menanbrak pohon di tepi jalan beruntung Tomi bisa keluar dan menyelamatkan Istrinya yang tak sadarkan diri..


Di bantu warga dan pengemudi yang lewat Tomi membawa Tania ke rumah sakit terdekat..


"Suster, dokter tolong istri saya " teriakannya saat sampe di UGD rumah sakit..


Darah segar mengalir diantara paha Tania, perawat dengan sigap membawa Tania dan melalukan pertolongan pertama.


Tomi menangis terduduk di depan pintu UGD. segera dia mengubungi Ibu dan mama mertuanya.


Tak lama ibu dan mama datang..


Tomi menangis menyesali semua harusnya dia tak menuruti keinginan istrinya


"sudah nak ini sudah ketetapan Allah kita berdoa Tania dan bayinya baik-baik saja " ujar mama menenangkan


Tak lama dokter keluar


" Keluarga Ibu Tania " ujar dokter mendekat ke arah Tomi


"iya saya suaminya dok " Tomi terlihat gugup


" kenapa bayi kami dok " ujar Tomi


"harus segera di lahirkan meskipun belum cukup bulan, kondisinya tidak baik di dalam " dokter menjelaskan


"lakukan yang terbaik dok untuk istri dan anak kami " jawab Tomi


"baik pak kami akan berusaha sebaik mungkin" dokter kembali masuk kedalam ruangan


seorang perawat mendatangi Tomi dan menyerahkan surat persetujuan operasi.


" bapak silahkan di tanda tangani dan setelah ini bisa ke bagian Administrasi ya pak" ujar perawat


"baik mba " Tomi menandatangani surat persetujuan operasi, dan berjalan ke arah kedua orang tau yang tengah duduk di depan ruang tunggu operasi, saling berpegangan menguatkan


"mama, ibu, nitip Tania aku akan ke bagian Administrasi " ujarnya lemas


"iya nak pergilah" ujar mama..


_________________________


Mutia yang tengah makan salad buah bersama kerluargnya langsung terlonjak saat mendapatkan pesan dari Mama Tania..dan segera menemui Akbar yang tengah metting confrence bersama Reza.


" sayang kita harus ke rumah sakit sekarang "


Mutia datang dengan berderai airmata


Akbar langsung pamit dengan Reza dan berjalan ke arah Mutia

__ADS_1


" Sayang apanya yang sakit, ayo kita ke rumah sakit "


" bukan aku yang sakit sayang, Tania sayang Tania kecelakaan saat hendak kemari " ujarnya masih tersedu-sedu.


" Tania " ujarnya datar. meskipun sudah memafkan namun masih ada perasaan malas membahas soal yang berhubungan dengan Tania


"iya ayo sayang cepetan "menarik tangan Akbar


keluar dari dalam ruang kerja


Saat tengah sampai di ruang tengah


mama,ibu dan nek Rohmah memaksa untuk ikut kerumah sakit.


Akbar akhirnya mengantarkan rombongan ibu haamil dan ibu-ibu pengajian ke rumah sakit, tadinya mau pake supir berhubung semua sedang keluar jadilah Akbar yang menjadi supir mereka..


sepanjang jalan mama terus mengingatkan agar pelan saja bawa mobilnya.mama gak mau kejadian Tania menimpa mobil mereka..


Mutia yang tadinya menangis hanya bisa tersenyum saat Akbar di omelin ibu-ibu pengajian di belakang karena salah menginjak gas sehingga mobil berjalan cepat..


"Ampun nyonya - nyonya " ujar Akbar terkekeh melihat dari spion muka mama,ibu dan nek rohmah yang tampak pucat pias


"mama ke rumah sakit buat jenguk Tania ya, bukan mau masuk sebagai pasien " ujar mama sewot


"kamu tu sayang iseng banget " mengambil tisu mengelap ingus yang keluar saat nangis tadi.


"gitu donk sayang jangan nangis " ujar Akbar


Sesampai di rumah sakit mereka langsung menuju ke UGD .


Mama dan Ibu menyambut kedatangan Mutia dan rombongan menghambur memeluk satu-satu


"sabar ya jeng " ujar mama Syafirah mengelus punggung mama Tania


Tomi yang melihat Mutia dan Akbar datang langsung berdiri menatap tak suka kepada Mutia dan Akbar.


Ibu yang tau anaknya sedang emosi mengelus punggung Tomi dan membisikan sesuatu..


Tomi memilih pergi untuk meredakan emosinya.


"Tante apa aku bisa ketemu Tania " tanya Mutia


"Mutia sedang di ruang operasi, anaknya harus segera di lahirkan " ujar mama Tania menahan tangis


"Tapi tante usia kandungan Tania baru tujuh bulan " ujar Mutia


"iya nak cucu kami lahir prematur " jawab mama mas Tomi


"maaf kan Mutia, ibu ,tante " ujar Mutia tersedu


"gak papa nak ini sudah ketetapan Allah, doakan saja prosesnya lancar " ujar mama Tania yang langsung di amini oleh mama Syarifah, ibu Eni dan nenek Rohmah..


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Mas Tomi menenangkan diri dulu yah. jangan emosian ih udah jadi bapak 😁😁😁


jangan lupa ya like dan vote moon maaf ya emak upnya kalo ada waktu maklum di duni nyata emak lagi sibuk jualan promo 12.12 kemarin gess πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜Š

__ADS_1


__ADS_2