Hanya Pengganti

Hanya Pengganti
Rahasia keluarga Rajasa


__ADS_3

Di balik kebahagian keluarga Rajasa ada satu rahasia yang tidak di ketahui oleh orang lain


seorang wanita..duduk di balkon rumahya menatap lurus ke depan memikirkan nasib nya dan anak-anaknya.. "apa yang harus aku lakukan" begumam mendesah kesal..


lima menit yang lalu ia baru menerima panggilan dari kedua orang yang ia anggap orangtunya..


mengabarkan bahwa mereka akan memiliki cucu ,cucu dari anak kandungnya yang akan menjadi pewaris kerajaan bisnisnya..


"Kamu kenapa sayang ? "sapa suami yang sejak tadi memperhatikan kegelisahan sang istri..


"Istrinya Akbar hamil honey " ujarnya lemas


"bagus dong, kenapa kamu sedih why ?"


"Aku takut anak-anak kita akan kehilangan kasih sayang eyang nya" menunduk berkata lirih..


"hay honey, selama ini kan mama dan papa tidak membedakan antara kamu dan Akbar kan? , so kamu gak perlu cemas" meletakkan tangannya di bahu sang istri..


"jangan sedih ya, kamu juga harus bahagia karena Akbar akan menjadi seorang ayah" membelai lembut rambut istrinya


perasaan Nindy agak sedikit lega, benar juga selama ini orangtuanya tak pernah membedakan kasih sayangnya dan tulus menyayangi anak-anaknya,, tak ada yang perlu dia takutkan..


Nindy adalah anak dari Supir pak Rajasa yang tewas karena kecelakaan..setelah kecelakaan ayah kandung Nindy ibunya depresi dan di rawat di rumahsakit jiwa hingga ajal menjemputnya..


Dan sejak itu Nindy menjadi tanggung jawab keluarga rajasa.. kala itu mereka juga belum di karunia seorang anak sehingga mereka memutuskan menganggkat Nindy menjadi anak mereka.. dan menutup rapat identitas orang tau Nindy.


tiga tahun setelah mengangkat Nindy mama syarifah hamil Akbar. walaupun telah memiliki anak kandung tapi papa rajasa dan mama syarifah tidak membedakan dan Adil terhadap Akbar dan nindy..


Hingga kini hanya Akbar yang tak tau tentang rahasia ini, semu menutup rapat-rapat perihal siapa nindy..


_______________________________________________


Pagi hari di kediaman Akbar Mutia tengah bergelut dengan kebiasaan barunya ya gejala umum pada ibu bayi mual dan muntah di pagi hari..


Akbar dengan setia merawat istrinya..terkadang dia juga bekerja dari rumah karena tak tega meinggalkan mutia..


Sementara itu setiap pagi mama tak pernah absen berkunjung membawakan makanan sehat untuk mutia..


semenjak dirinya hamil mutia hanya berdiam diri di rumah ada Rasa kangen dengan suasana kantor dan hari ini dia sangat-sangat merindukan teman somplaknya Rani..


"Sayang, apa aku boleh ikut ke kantor?" rengeknya manja


"Sayang di rumah aja ya aku hari ini ada pertemuan dengan klien, nanti ibu dan mama akan ke sini menemanimu " bujuk Akbar..


"Sayang aku kangen Rani, apa dia boleh ke sini" memasang muka memelas..


" Rani, gebetannya Reza ? yang teman sedivisi kamu ?"


"gebetan Reza ? wahh aku ketinggalan berita " ujarnya..


"Baiklah aku akan suruh Reza mengantarkannya ke rumah " titahnya menciumi istrinya..

__ADS_1


"sayang mama kayaknya udah di bawah, mau turun atau di sini aku akan berangkat"


"ikuttt turunn " ucapnya manja..


nampak mama dan ibu sedang berbincang di meja makan sambil menikmati makanan yang ibu bawa..


"ibu...." panggil mutia perasaannya sangat bahagia saat melihat ibu di rumahnya..


mendekat dan memeluk ibu manja


"kamu ini udah mau punya anak masih kayak anak-anak " ibu membalas pelukan mutia.


Akbar dan mama hanya tersenyum memperhatikan kemesraan ibu dan anak di hadapannya..


"ibu.. apa kabar ,ayah mana? "sapa akbar menyalami ibu..


" Alhamdulillah ,ayah tadi langsung berangkat ke kantor katanya udah telat "


"tau gitu tadi Akbar minta tolong supir aja jemput ibu "


" mah,bu Akbar tinggal dulu ya nitip Mutia" memeluk dan mencium mama


"kamu gak sarapan dulu nak" mengelus punggung Akbar


"sepertinya sarapan di luar mah, jam 8 harus tiba di lokasi gak keburu mah" Berlalu ke arah mutia


"Sayang aku berangkat dulu ya nanti jam makan siang Reza akan mengantarkan Rani ke sini, hayy baby, baik-baik ya sayang jangan nyusahin mama" mengelus perut mutia, dan mencium keningnya.


"gak usah sayang, nanti sampe lokasi langsung gabung sarapan, kamu jangan telat makan yah, sarapan di habisin, jangan kecapean" si suami cerewet mulai...


"iya sayang" jawab mutia


dengan seutas senyum melingkar di wajah


Mama dan ibu hanya tersenyum menyaksikan kebahagian anak-anak mereka..


Mutia mengantar Akbar sampe ke mobil, menyalami tangan suaminya dan mencium punggung tangan suaminya..


"hati -hati Ayah.." menirukan bicara baby dengan seutas senyum di wajahnya..


Sepeninggalan Akbar..Mutia,ibu dan mama berbincang di taman belakang


"akhirnya, kalian akan jadi orang tua "mama mulai membuka suara


"bahagia banget ya mba rasanya" ibu menimpali..


"Pastinya jeng akhirnya aku bakal.punya cucu kandung, penerus Rajasa " ucap mama keceplosan


"Cucu kandung ? bukannya Mama sudah ada si kembar cucu kandung mama? " tanya mutia keheranan.


"ehh iya, si kembar ya... " mama gelagapan

__ADS_1


"Mah.. maksudnya apa, mutia tau mama sedang menyembunyikan sesuatu "ujarnya meraih tangan mama


ibu pun sama melihat ada kebohongan di mata besannya..


menarik nafas panjang


"Baiklah sepertinya kamu juga perlu tau "


mama mulai menceritkan semua siapa nindy..


Mutia dan ibu nampak serius mendengarkan cerita mama..


"Soal ini kami menutupinya dari Akbar, mama dan papa menunggu waktu yang tepat untuk menyampaikan ke Akbar " ujar mama


"Apa kak Nindy tau mah" mutia memikirkan perasaan Nindy


"Tau nak, Saat ayahnya tiada Usia nindy menginjak tujuh tahun , dulu dia anak ceria, semenjak ayah dan ibunya tiada dia menjadi gadis pendiam, saat Akbar lahir dia mulai membuka dirinya dan menjadi anak yang cerewet seperti sekarang " mama mengenang masa-masa kecil anak-anaknya.


"Apa kak Nindy tau tentang kehamilan mutia mah? "


" Iya, hari itu juga Akbar langusung mengabari kakaknya, dan dia agak cerewet denganmu seperti itu karena kakanya tak pernah berhenti mengingatkannya" mama mengambil cangkir teh di depannya dan mulai meminumnya..


"mereka berdua saling menyayangi dan menjaga seperti saudara kandung," mama menitikkan Air matanya..


"Mama dan papa belum siap jika Akbar tau bahwa kakaknya selama ini bukan kakak kandungnya"


" Mah, kak Akbar pasti bisa terima keadaanya,pelan-pelan aja mah menyampaikan ke kak Akbar " ujar mutia mengelus punggung tangan mama


" Akbar juga sudah cukup dewasa mba untuk mengetahui semuanya " ibu mengusap usap punggung mama menenangkan..


"terimakasih mba eni, mutia, perasaan Mama agak lega, nanti saat Nindy pulang, kami akan coba membicarakannya " mama tersenyum..


"Kamu mau makan buah sayang" mama mencoba mengalihkan pembicaraan


"Mutia hanya pengen makan mangga muda mah"


mama dan ibu sekilas saling menatap


"udah masuk masa ngidam mba" ujar ibu tertawa kecil..


"itu nanti kamu minta ke Akbar aja ya "mama tertawa...


mama tertawa, merasa tenang satu bebannya terasa agak ringan saat bisa berbagi dengan Mutia dan ibu Eni..


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


maaf ya kalo telat Up dan mungkin seminggu kedepan upnya gak rutin..


emak nemenin si sulung yang sudah mulai PAS.. (penilaian Akhir semester )


bantu vote dan likenya donk..vote kalian semua adalah semangat untuk emak.. 😘😘😘πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2