Hanya Pengganti

Hanya Pengganti
Kabar duka


__ADS_3

weekand ini spesial untuk Rani, mama syarifah dan mama Reza berkunjung ke kediaman Rani..


Mutia sebenarnya ingin ikut tapi pastilah suami posesifnya melarangnya katanya jauh nanti kamu kecapean. mau tak mau Mutia menuruti suaminya..


pagi ini mereka habiskan untuk bersantai di rumahnya.


"Sayang aku bosan,kita makan di luar ya" rengek Mutia


waktu sudah mendekati jam makan siang


"Baiklah kita sholat dulu ya, sudah waktu dzuhur" ujar Akbar..


Selesai sholat mereka pergi ke sebuah warung makan sederhana yang menjual ayam bakar, sejak dari rumah Mutia ingin sekali makan ayam bakar di warung makan sederhana yang lokasinya tak jauh dari perusahaan.


saat memasuki rumah makan Mutia sudah tak sabar untuk menikmati ayam bakar, Iya memilih duduk di sudut warung Akbar hanya mengikuti langkah istrinya..


Saat sedang makan seorang pria menghampiri Mutia..


"Mutiara faiha kan? tanya pria tersebut


"iya kamu Arif kan?" tanya Mutia balik


"Apa kabar mut "mengulurkan tangan untuk menyalami mutia..


"Baik " Akbar membalas uluran tangan pria yang bernama Arif.


" Kenalin Rif, kak Akbar suami ku" Mutia memperkenalkan suaminya..


"Pak Akbar suami kamu ?" ujarnya heran "Bukannya Pak Akbar tunangan Tania? "


"Mantan tunangan tepatnya"jawab Akbar ketus..


"Sayang ayo kita pulang,kamu sudah kenyang kan" berdiri mengandeng tangan Mutia menjauh dari Arif

__ADS_1


"Rif duluan ya" Mutia berpamitan


"itu siapa sich ganggu aja" gerutunya kesel


Mutia hanya tersenyum.. dia tau suaminya sedang cemburu


___________________________________________


Sejak kepergian Tania keluarga Tania kacau balau waktu papanya banyak di habiskan untuk minum-minum di bar. sementara mama Tania memilih pergi meniggalkan suaminya menemani anaknya.


Rasa kecewa Mama Tania terhadap suaminya seumur hidupnya menikah dengan suaminya dia selalu mengalah menuruti ambisi suaminya dan mengorbankan kebahagiannya dan anak-anak mereka.Sudah saat nya mamanya memilih kebahagian nya dan putri satu-satunya dia tak mau kehilangan putri nya lagi.


keputusannya bulat meninggalkan suaminya dan menyusul putrinya.


semenjak kepergian istri dan anaknya tidak membuat papa Beny berubah. dia semakin ambisius untuk menghancurkan keluarga Rajasa .


Di negara o


Usia kandungan Tania memasuki usia empat bulan, malam ini ibu mertua, mama dan mas Tomi menyelenggarakan acara berdoa bersama. selesai berdoa mereka berbincang di ruang tengah..


bunyi ponsel mama,


mama segera membuka pesan, melebarkan bola mata dan terperanjat..menutup mulutnya dengan kedua tangannya..


Tania,menghampiri mama dan membaca pesan di ponsel mama..tertunduk lemas


"gak mungkin papa, mah " isaknya lemes..


Mas Tomi mendekat meraih ponsel mama


dan membaca pesan dari anak buah papa


" malam bu ,bapak di temukan tewas di kamar hotel " beserta foto Jenazah papa.

__ADS_1


di rengkuhnya tubuh istrinya.."besok kita kembali ke Indonesia" ujarnya..


Mama dan tania masih menangis sesenggukan..ibu mencoba menenangkan mama dan mas Tomi membimbing langkah Tania untuk beristirahat.


Ada rasa sesal di dada Tania, kenapa ini harus terjadi dengan keluarganya...


Di Indonesia


Berita kematian papa Beny sudah tersebar luas bahkan di laman berita banyak judul yang menulis "pengusaha Beny tewas di sebuah kamar hotel "


Mutia terkejut dengan berita meninggalnya papa dari sahabatnya..yang ada di pikiran dia keadaan Tania, apalah daya Mutia tak memiliki kontak Tania semenjak Tania pindah ke negara O tak satupun pesan yang di kirim Tania untuknya..


Pagi ini Mutia bersama Akbar, Ayah dan ibu telah sampai di kediaman Tania. Namun tak menjumpai nama Tania, lalu Mutia menghampiri mbak inem pelayan di rumah keluarga Tania. dari cerita mba inem, mama sudah sebulan menyusul Tania ke negara O..


Mutia tertunduk lemas ada banyak kejadian yang Tania alami dan dia tak berada di sisi sahabatnya..


setelah mendapat pesan dari Mama Tania agar segera memakamkan jenazah papa tanpa perlu menunggu mereka jenazah papa Beny di makamkan jam sepuluh pagi tadi..


Mutia masih setia di rumah Tania menanti kedatangan sahabatnya di temani oleh ibu karena Akbar harus kembali ke kantor..


Saat menjelang malam Tania, mama, mas Tomi dan ibu baru tiba di kediaman nya..


Mutia menyambut Tania dan memeluk erat sahabatnya.


Dengan terisak Tania meminta maaf atas kesalahan papanya..


Mutia terus memeluk sahabatnya dan membimbingnya untuk duduk di sofa


"Mut, papa mut aku gak nyangka papa akan seperti ini, ternyata papa gak berubah setelah kepergianku " ujarnya masih terisak


" Sabar ya Tania, sudah kehendak Allah,papa sudah tenang di sana" Mutia mengelus punggung Tania.


semarah apapun,sekecewa apapun Mutia terhadap Tania, Tania tetaplah sahabatnya..

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


moon maaf up nya dikit dikit yang penting up ya..jangan lupa like dan votenya 😘😘πŸ₯°


__ADS_2