
Dan pencarian di laman media sosial pagi ini tentang pernikahan Akbar Arya Rajasa..
banyak yg memberitakan sang mempelai wanita yg ternyata bukan Tania,
dan misteri mengilangnya Tania..
Keluarga Rajasa tak mau ambil pusing dengan pemberitaan tersebut karena tak berpengaruh juga dengan saham di perusahaannya..
tapi tidak bagi keluarga Tania..
brakkkkkk.... terdengar suara meja digebrak oleh papa Tania, ponselnya terus berbunyi dan banyak nya wartawan di depan rumah..
"Brengsekk sialan awas kau Tomi kalo ketemu tak akan ku biarkan hidup" rahang nya mengeras tatapan matanya memerah aura nya mengerikan
"Sudah pah, kita tak bisa juga memaksa Tania pah" Mama tania masih menangis, pulang dari acara akad kemarin tak henti-hentinya Mama tania menangis sampe sembab..
Mamanya tau bahwa Tania sangat mencintai Tomi suaminya, namun tak bisa berbuat apapun tak sanggup untuk melawan keputusan suaminya.
kini hanya duka yang di rasa kedua putrinya telah meninggalkan rumah mereka pergi bersama orang yang di cintai
Kakak pertama Tania , Tanisa meninggal bunuh diri bersama kekasihnya. kala itu mamanya hanya berharap suaminya akan berubah. mengorbankan kebahagian anak-anaknya demi ambisinya.
Setelah kejadian Tanisa, papanya semakin menjadi memaksa Tania untuk menjadi model dan mendekati keluarga kaya..ya demi ambisi ayahnya Tania gadis manja,ramah dan periang berubah menjadi gadis barbar, sombong dan arogan.
Saat berteman dengan mutia Tania bisa bersikap manja, ramah dan periang. berbanding terbalik dengan sikapnya saat Tania bersama teman-teman yang Lain..
Di pulau K. jauh dari rumah Tania..
Tania yang kini berubah menjadi ibu rumah tangga sedang menyiapkan sarapan untuk suami tercintanya..
"Mas Tomi,apa Aku bisa untuk menghubungi Mutia?Aku merasa bersalah padanya"
"Baik sayang nanti mas belikan kamu no yang baru ya " Tomi berjalan mencium kening istrinya..
"Baik- baik di rumah ya, terimakasih sayang kamu mau memilih tetap bersamaku, walau resikonya kamu harus kehilangan semuanya" menatap penuh cinta kearah Tania..
"Ini baktiku sebagai Istrimu mas, Aku mencintaimu" memeluk erat suaminya...
_____________________________
Setelah berpamitan dan meninggalkan rumah orang tuanya kini Mutia telah sampe di rumah dua lantai dengan desain modern..
rumah ini harusnya menjadi rumah tinggal Tania dan Akbar..
Mobil Akbar telah terparkir sempurna di garasi.
Mutia turun dari dalam mobil matanya tertuju pada sudut halaman rumah sebuah taman kecil yang Akbar buat atas permintaan Tania..
__ADS_1
Akbar menurunkan koper Mutia berjalan di belakang Mutia
" Apa kamu suka ?" tanya nya sambil berjalan ke arah pintu utama dan membuka pintu
"Ayo masuk, kita mulai kehidupan kita berdua " menggandeng Mutia untuk masuk kedalam
Mutia tersenyum mengikuti ajakan suaminya..
"Untuk hari ini para pelayan belum datang mungkin besok mereka akan datang "
"kita ke kamar kamu bisa masukan baju-baju mu di lemari ,atau kamu mau beristirahat " ajaknya kepada istrinya
"Kamar Mutia di mana kak ? "
"biar Mutia Susun baju-baju Mutia di lemari" menarik koper nya.
"Kamar kita maksudmu? "
"kita akan tidur sekamar Aku gak mau orang beranggapan kita menikah terpaksa dan harus pisah kamar"
"aku gk terpaksa kak, tapi aku tak tau kalo menurutmu pernikahan ini terpaksa" tentu saja mutia hanya dapat menjawab dalam hati
"Tapi kak____"
"kamu tenang aja aku tak akan terjadi apa- apa antara kita " akbar memotong kalimat mutia
" Aku tidak suka di bantah" ujarnya dingin berjalan menaiki anak tangga membawa koper mutia,.
"Assalamualikum" mutia masih berdiri di depan pintu kamar, memandangi isi dalam ruangan cukup luas untuk tidur berdua lebih luas dari ruang keluarga di rumahnya..
"Di sebelah sana itu ruang ganti kamu bisa gunakan lemari yg ujung untuk menaruh baju-baju mu"
"Dan meja rias ini sekarang milikmu"
"kemarilah jangan berdiri terus di depan pintu"
"i i.i y yaa kak" Mutia merasa gugup berada satu ruangan dengan laki-laki yang kini menjadi suaminya..
"Kak besok aku bisa kan masuk kerja, kerjaanku minggu ini lagi banyak-banyak nya, ini aja dari tadi aku di cariin bu shelly "
Apa mutia lupa kalo sekarang dia Adalah istri dari pemilik perusahaan tempat dia bekerja? sejak dari tadi ponselnya tak henti berbunyi teror pekerjaan dari bu selly atasanya meminta laporan pertanggung jawaban proyek yg sedang di garap perusahaan..
Akbar tersenyum "kamu sungguh karyawan yg berdedikasi di perusahan, mungkin aku bisa usulkan untuk mu menggantikan shelly "
"Apa ini tentang proyek reklame pemda? " tanya nya
Mutia hanya menganggukkan kepala.
__ADS_1
"kamu tak perlu cemas, mutia kamu ingat kamu sekarang istri dari Akbar arya rajasa pemilik AAR.advertaising" mulai menyombongkan apa yang Akbar punya kepada Istrinya
duhh sombong banget nich laki,
Mutia hanya tersenyum kecut mendegarkan akbar yang mulai memperlihatkan kekuasaannya...
"Sudah lupakan masalah pekerjaan aku juga tidak akan membatasimu "
"Bisakah kita bicara tentang hubungan kita?"
jantung Mutia terasa mau copot mendengar kata hubungan kita
"apa yang mau di bicarakan lagi kak, aku paham posisi aku di hubungan ini,aku hanya pengganti "
kalimat itu lolos dari mulut Mutia walau hatinya terluka saat mengatakannya..
"kamu salah, aku yang memilihmu, menikahimu dan aku juga sudah berjanji untuk melindungimu dan membahagiakanmu, jadi tolong bantu aku untuk tetap bisa melindungimu, membahagiakan mu dan ___" Akbar menjeda kalimatnya menarik nafas
"MENCINTAIMU " ujarnya lirih
mutia terperanjat di tatapnya mata suaminya mencari kebenaran dari ucapan nya lewat sorot mata nya..tidak nampak kebohongan di mata suaminya..baru kali ini mata mereka beradu..
sejak akad kemarin saat berbicara dengan Akbar, Mutia selalu menudukan pandangannya..
"Kak apa kamu yakin? aku tau perasaanmu terhadap Tania kak" sungguh kata-kata itu lolos begitu saja dari mulut Mutia,di dalam hati dia ingin mengatakan aku siap kak siap untuk membantumu mencintaiku ..hati dan mulutnya kali ini tak bisa bekerjasama
" Lupakan penghianat itu, aku akan belajar membalas perasaanmu kepadaku "
di raihnya tangan Mutia,, Akbar menggengam tangan Mutia yang sedingin es satu kata Mutia gugup berada sedekat ini dengan cinta pertamanya
bibirnya kelu tak dapat berucap apapun perasaannya membuncah bahagia saat Akbar mengatakan akan membalas perasaannya, Perasaan yang bertahun-tahun dia pendam sendiri..
Mutia tersadar saat Akbar mendaratkan bibirnya di atas bibir mutia, ya akbar Mengecup bibir merah itu bibir yang membuat nya penasaran bagaimana rasanya..
Mutia hanya diam terpaku tak membalas..ohh dia merasa bodoh karena ini Ciuman pertamanya.. ya ciuman pertamanya iya berikan kepada cinta pertama yang sekang menjadi suaminya..
"Maaf " satu kata dari Akbar karena ciumannya tak terbalas oleh Mutia..
"istirahatlah aku, akan keruang kerja " mengelus punggung tangan Mutia dan berlalu meninggalkan Mutia yang masih diam terpaku
Mutia masih mencerna keadaan apa yang terjadi barusan..
"ya Allah kenapa aku hanya diam, kenapa aku tak membalas, kenapa " mutia asyik merutuki dirinya sendiri yang bersikap diam karena kaget dengan apa yang terjadi.. duhh di pukul pukulnya kepala..
Akbar tersenyum melihat tingkah lucu Mutia, dia tak benar-benar pergi ke ruang kerja, masih berdiri di depan kamar.sengaja menghindar dari Mutia karena dia takut Tak bisa menahannya saat berdekatan dengan istrinya..
"*kamu lucu, aku harap Allah tumbuhkan rasa cinta ku kembali untuk mu Mutiara ku "
__ADS_1
πΈπΈπΈπΈπΈπΈ*πΈπΈπΈπΈ
bantu vote donk biar aku semangat up nya πππ