Hanya Pengganti

Hanya Pengganti
Di Mulai


__ADS_3

Pagi itu di kediaman Tania..


hoekk...hoekkk.. hoekk..


terdengar suara sesorang muntah-muntah dari kamar Tania..


mama yang mendengar bergegas ke kamar Tania..


"nak kamu kenapa" menghampiri tania yang tengah tertunduk di depan wastafel..memijat tengkuk Tania


"gak tau mah mual banget " ujarnya lirih


"Nak apa bulan ini kamu udah datang bulan?" mama mulai curiga karena gejalanya seperti morning sickness..


"belum mah" mencoba untuk bangkit dan berjalan k tempat tidur..


"sebentar mama buatin jahe anget ya"


mama berlalu keluar kamar


selang beberapa menit mama kembali ke kamar Tania dengan membawa secangkir jahe hangat


"di minum dulu nak" memberikan cangkir kepada Tania.


"coba nanti kamu beli test pack nak"


"test pack untuk apa mah,gak mungkin aku hamil mah " ujarnya sembari meletakan cangkir yang isinya telah habis dia minum


" makanya di tes nak "


"aku hanya masuk angin karena kecapean mah" ujarnya mendengus kesal


"aku gak boleh hamil mah sampe Akbar bisa kembali padaku "


Di belainya lembut rambut putri kesayangannya


"Nak akbar sudah menikah, kamu tak perlu menuruti perintah gila ayahmu nak, apa kamu mau di sebut pelakor ?"


" Mah aku bukan pelakor Akbar itu statusnya masih tunangan Aku mah, calon suami aku ,Mutia yang merebutnya dari aku"


"Kamu yang lari dari acara Akad nikahmu, dan untuk menutupi malu kelurga Rajasa akbar menikahi Mutia..kamu ingat kan? " mama berbicara dengan lembut dan mencoba mengingatkan kembali kejadian yang terjadi saat Akad nikah


"Pokoknya Akbar harus kembali denganku mah, aku gak mau tau titik" perlahan air mata nya menetes,, ya ini obsesinya bukan cinta karena sebenarnya tak ada cinta untuk Akbar, Tania juga bingung sendiri dengan perasaannya..


_____________________________________________


Hari ini sandiwara ini akan mereka mainkan


"sayang nanti jangan ngambek ya,Aku hanya pura-pura saja dengan Tania" matanya menatap lurus ke wajah istrinya yang tengah merapikan dasinya


Di tepuk bahu kanan kiri suaminya..


"udah siap, iya sayang " mencium sekilas bibir suaminya dan berbalik


"hmm udh nakal ya " di tariknya tangan istrinya..membalikan badan istrinya..mencium bibir mungil itu.awalnya hanya ciuman biasa,,menjadi ciuman panas saat Mutia mulai membalas..


di lepasnya ciuman itu "kamu yahh udh pinter sekarang " mengusap jilbab istrinya.


"udahlah ayo berangkat, dari pada terjadi yang di inginkan "menggandeng tangan istrinya keluar kamar..muka Mutia sudah merah merona menahan malu entah keberanian dari mana dia berani menggoda suaminya..

__ADS_1


di mobil


"Sayang nanti jam makan siang, aku ke rumah sakit ya " ujar mutia membuka suara


"iya sayang nanti di antar pak Abdul ya, maaf ya siang ini Aku ada metting " meraih tanggan mutia untuk di genggam di ciuminya punggung tangan Istrinya..


"ohh ya minggu depan Tania akan presscon, kamu siap kan sayang, kita mulai drama ini"


"Iya sayang InsyaAllah siap sayang, ada ayah, ibu , mama dan papa di belakangku saat suamiku pura-pura tak menginginkanku " ujarnya mencibir memanyunkan bibir mungilnya..


"Astaghfirullah sayang, jangan begitu bibirnya aku menepi nih" menaik turunkan alisnya..


"ehh kenapa sayang" tanya mutia bingung


"bibir mu itu loh, bikin akuu pengen melahapnya" ujarnya tertawa


"dasar suami mesum" memukul bahu suaminya


"mesum sama istri sendiri kan gakpapa sayang, tapi kamu cinta kan" mencolek dagu istrinya


"udah lah sayang nyetir yang bener" mutia mengalihkan pembicaraan yang gak jelas ini dari pada Akbar makin menjadi-jadi


Di perusahaan


dengan angkuhnya seorang wanita Cantik berjalan memasuki perusahan


karyawan yang melihatnya berjalan mulai berbisik -bisik.. mulai menggosip..


wanita tersebut berjalan k arah resepsionis


"saya mau bertemu Akbar " ujarnya dengan angkuh..


"saya tunggu di ruangannya saja "


"maaf bu, anda tidak bisa sembarangan ke ruangan pak Akbar " ujar resepsionis menahan nya..


"Apa kamu tidak tahu saya siapa? "ucapnya melepes kacamata hitamnya..


terjadi perdebatan antara resepsionis dan wanita tersebut


Dari arah pintu masuk lobby Mutia melihat ada keributan di depan meja resepsionis menajamkan pandangannya..


"sayang itu Tania" melepas genggaman tangan Akbar


" kenapa di lepas" tanya akbar kaget Mutia menghepaskan tangannya


"Ihh kita kan akan mulai dramanya, buruan sana samperin sebelum dia bikin onar " ujarnya mendorong badan Akbar


Akbar pun berjalan kearah meja resepsionis


" ada apa Ini"ujarnya datar


"Sayang,, ini resepsionismu gak ngijinin aku ke ruangan mu" ujarnya memeluk lengan akbar dengan manja..


"Ngapain kamu kesini " menatap tajam ke arah lengan nya..


" Aku kangen sayang" ujarnya


Akbar berjalan ke arah lift meninggalkan Tania,

__ADS_1


Tania berlari kecil mengikuti Akbar..


Dari jauh mutia memperhatikannya ,tersadar saat ada yang menepuk bahunya


"ngapain lu pagi-pagi bengong "sapa Rani


"ehh Rani ngagetin aja "


"kemarin sakit, berapa ronde emang sampe sakit" berbisik sambil berjalan menuju lift


"ibu yang sakit bukan gue " menepuk bahu Rani.


"Ibu sakit apa? , tapi pak Akbar ijin nya kamu yang sakit"


"mana pas ngijinin kamu ,dia ke ruangan dengan senyum mengembang, jadi gue pastin pasti lu servis dia dengan baik, hahaha " tertawa dan berlari meninggalkan mutia


"dasar Raniii, otak mesum" mengejar Rani..


_____________________________________________


Di ruangan Akbar..


"sayang kamu kenapa sich aku kan udah minta maaf " tania berusaha merayu akbar..


"Kalo kamu ke sini untuk membahas masalah kita mending kamu pulang, kita bicarakan di luar kantor ,aku banyak pekerjaan " usirnya


"ok sayang, minggu depan kamu bisa kan hadir di presscon? " tanya tania..


"Aku usahakan " silahkan keluar


Flash back on


setelah menerima pesan dari Tania waktu itu,


akbar merencanakan sesuatu..untuk membalas perbuatan Tania kepada ibu mertuanya..


Akbar memulai perannya dan menuruti permintaan Tania untuk mengadakan presscon tentang acara pernikahan mereka..saat prescon akbar akan membuka bukti tentang kebusukan Tania dan membongkar siapa Tania sebenarnya..


Akbar berpura-pura agar Tania tak curiga, dia berpura-pura acuh terhadap istrinya..


dengan begitu Tania tak akan curiga.


untuk melancarkan rencananya Akbar meminta orangtua nya berpura-pura membenci mutia, awalnya mama tak setuju tapi akbar menjelaskan bawa ini hanya pura-pura dan meminta maaf kepada mertuanya untuk membantunya berpura-pura.. saat semua setuju.. Akbar memulai sandiwara..


Malamnya akbar menemui Tania membicarakan tentang hubungan mereka dan menyepakati untuk melakukan presscon..


Flash back off


sebentar Lagi semuanya akan kebuka Tania, semua akan tau siapa kamu dan keluargamu..


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


ceritanya aku buat santai ya..pelan-pelan akan terungkap semuanya.. kita buat Tania di atas awan dulu ya..


eh Tania beneran hamil gak ya? gimana kalo Tania hamil ?? gimana ya reaksi papanya ?


sebelumnya mohon maaf ya kalo upnya gak nentu pas sempet aja aku up karena di dunia nyata kerjaan emak-emak gak ada habisnya hehe..


bantu like dan vote donk biar emak-emak ini semangat Nulisnya πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2