
jam makan siang Rani dan Reza sampai di kediaman Mutia.
Mutia menyambut kedatang Rani dengan perasaan bahagia
"Mut akhirnya bentar lagi gue bakalan jadi onty" ujar Rani memeluk Mutia..
"Mari masuk, pak Reza mari masuk"
"Reza apa kabar nak" Mama menyambut kedatangan Reza dan Rani..
"Ini ya Rani yang sering kamu ceritain ke mama" ujar mama Syarifah setengah berbisik
Reza memang memanggil Mama akbar dengan panggilan Mama
" Hay mah, kangennnn " Reza dengan manjanya memeluk mama Syarifah.
"Kamu ini gak malu apa sama Mutia dan siapa namanya" tanya mama
"Rani tante "jawab Rani menyalami mama
"Ibu mana mut, tadi kamu bilang ibu juga di sini" Rani mencari ibu Eni
"barusan di antar sopir pulang katanya ada temennya meninggal"jawab mutia.
"ayo kita makan " ajak mama Syarifah
mereka berempat kini tengah menikmati makan siang
"za kapan kamu nyusul halalin si Rani " celetuk mama
Rani yang tengah makan tersedak tujuannya sekarang gelas air putih di depannya..
"masih proses mah,santai aja ya gak sayang" bukan membela malah menyiram bensin d api
Rani mendelik ke arah Reza
__ADS_1
"jangan kelamaan za, Rani kamu tinggal dimana? " mama beralih ke Rani
"Rani kos di dekat kantor mah,pulang ke rumah pas weekand doang, itupun kalo gak lembur"jawabnya.
sebenarnya Rani agak kesel karena Mutia tiba-tiba resign jadi mau tak mau dia harus lembur menyelesaikan semua pekerjaan istri si bos.
"kapan-kapan boleh dong mama sama mama nya Reza ke rumah Rani" mama terus mah terus Rani udah mulai bingung menjawab pertanyaan mama syarifah
"boleh mah, maaf mut aku ke toilet sebentar ya" Rani beranjak dari meja makan menyisakan makananya
mama dan Mutia hanya tertawa kecil.
di dalam kamar mandi
"resek banget mertua lu mut" ujarnya
"mas Reza kamu katanya ada mau ketemu klien ngapain ikut makan" pesan terkirim ke Reza..
"Aku laparrr sayanggggg"
" aku bukan sayang tapi Raniiiiii" balasnya kesel.
" Za udh cepetan halalin ntar di ambil orang loh, Rani anaknya cantik, baik" ujar mama
"walau agak sedikit nyablak" sambung Mutia terkekeh.
semua terdiam saat Rani berjalan kearah meja makan. dia merutuki dirinya sendiri menyesal menerima tawaran di anter Reza, tadinya dia akan kerumah Mutia menggunakan mobil online tapi di pikir- pikir dia kesini kan di suruh bosnya ngapain keluar duit.
Reza selesai makan dan berpamitan dengan semuanya..
karena Rani sudah datang mama ijin pulang
tinggalah Mutia dan Rani.
"Mut enak bener idup lo ya, dapat laki kaya, tinggal di gedongan" ujar Rani.
__ADS_1
"kamu juga kan sebentar lagi bakal kayak aku,ehh gimana pak Reza ? " Mutia mulai kepo
"ya gitu lah mut cuman teman tapi mesra aja kayaknya "jawabnya lesu
"pak Reza itu satu frekuensi sama laki gue, dia tak bisa mengukapkan perasaan dengan kata kata tapi dengan perbuatan" Mamah Mutia mulai berceramah..
"iya sich dia itu manis banget, baik banget sama aku" Rani malu-malu mengakui nya..
"udah lah kan udh sama-sama cocok kalo minggu depan di lamar siap dong" Mutia senyam senyum gak jelas..
"apaaa di lamar ? ngaco kamu ahh mut"
"eh serius mama Syarifah sekarang lagi menemui calon mertuamu, mama Syarifah dan mama mertuamu itu best friend,jadi apa yang di bilang mama syarifah pasti mama pak Reza setuju" mutia mulai sibuk menjelaskan
"emang apa kata mama mertua lu soal gue" memasukan popcron ke mulutnya..
" Kamu cantik, baik ___"
"yoi pasti "Rani memutus omongan Mutia
"Tapi nyablak "tertawa mutia meninggalkan Rani berlalu ke toilet..
tak lama Mutia kembali.
" jadi gimana ran mau di lamar?"
"ya kalo mas Reza dan keluarga datang baik-baik kerumah meminangku ya pastinya gak akan gue tolak "
"beneran ya,ok Re minggu depan kita lamar Rani" suara mama tiba-tiba datang Mutia dan Rani menoleh bersama di lihatnya mama Syarifah dan seorang wanita seusianya bisa di pastikan itu ibu dari mas Reza
mati gue .gumam Rani dalam hati
Mutia hanya tertawa cekikikan
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
__ADS_1
upnya dikit dikit ya kak aku ada nulis baru lagi kak boleh mampir ke karya baruku ya
C.L.B.K (cinta lama belum kelar ) 🥰🥰