
Orangtua Mutiara Tiba di hotel langsung menuju ke Aula hari ini adalah hari pernikahan Tania sahabat anaknya.
Ayah dan ibu nampak serasi dengan pakain batik sergam dari Tania..mereka berjalan menuju Aula
"Cepetan bu, udh mau mulai akadnya kita jangan sampai telat " ujar Ayah sambil menggandeng ibu..
Sesampai di Ruangan Aula nampak orang berkerumun di dekat meja Akad..
Mutiara menarik Ayah ke tengah kerumunan orang
"Pak saya mohon nikahkan kami, nanti saya jelaskan" Akbar memohon kepada ayah
"ini ada apa Nak kenapa bapak yg harus nikahkan kan ada papanya Tania" Ayah masih kebingungan
"Bapak Duduk di sini pak Nikahkan putra saya dengan anak bapak " Titah pak Rajasa Ayah Akbar..
"ba..aa.ii..kk pak" ujar ayah Gugup
Ayah duduk di depan Akbar di sebelah penghulu masih dengan kebingungan
Menjabat tangan Akbar dan berujar
"Saya nikahkan engkau Akbar Aryarajasa bin Muhammad Rajasa dengan putri kandung Saya Mutiara Faiha binti Ali sadikin dengan mas kawin 100gr emas dan uang Tunai 250 juta di bayar Tunai."
"Saya terima nikahnya Mutiara Faiha binti Ali sadikin dengan Maskawin tersebut Tunai " Akbar dengan lantang mengucapkan ijab qobul..
sah,,sah,,sah.. ujar para saksi
dan mulai hari ini Mutiara resmi menjadi Istri Akbar..
harusnya hari ini adalah Hari bahagia untuk Mautiara tapi tangisan itu,, tangisan kesedihan dan kebingungan.. di hati kecil dia merasa bahagia karena Akhirnya dia menikah dengan cinta pertamanya.
tapi di sisi lain dia bersedih karena dia menikah hanya sebagai pengantin pengganti..
__ADS_1
setelah Acara Akad keluarga Akbar, mama papa Tania masih berkumpul di Aula..
"Sebenarnya ini ada apa " ayah membuka suara karena dari tadi ayah masih bingung dengan situasi ini
"Maaf pak kami terpaksa meminta bapak menikahkan putri bapak dengan anak kami,Akbar "
papa akbar nampak menghela nafas menjeda kalimatnya
"karena Mempelai wanitanya pergi entah kemana" ujar pak Rajasa membuang nafas kasar menatap ke arah orantua Tania
"Maaf juga pak,Mutia saya menikahimu tanpa melamar dan saya minta Restu dari pak Ali " giliran akbar yg buka suara
(apa kak akbar minta restu ke bapak apa artinya dia akan jadi suami ku sebenrnya,,ahh jgn mimpi mutia kamu hanya pengganti ) Gumam mutia dalam hati
"Lantas kenapa mutia yg harus menggantikan mempelai wanita ?" ibu tak terima karena pernikahan putri kebanggannya harus seperti ini
"maaf bu Eni,maaf kan Tania ,maafkan kami"
mama Tania dengan berderai airmata memeluk bu Eni ibu Mutia
"Pak Rajasa, Akbar..maaf kan keluarga kami..Tania biar saya yang cari dan Urus..saya atas nama keluarga mohon maaf atas kejadian ini" papa Tania menunduk di hadapan keluarga Rajasa
" Sudah lah, gak usah di bahas lagi yang terpenting Akbar jadi menikah hari ini walau bukan dengan tunangannya, dan satu lagi jangan sampai kejadian ini menjadi konsumsi publik, sekarang Anda dan keluarga bisa pergi di antara keluarga kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, dan jangan harap Kalian bisa menggangu keluarga kami " Titah pak Rajasa dengan sorot mata tajam menahan marah..
Papa Tania dengan menggandeng mama tania yang masih menangis tersedu meninggalkan Aula hotel tempat akad..
Tinggalah kelurga pak Ali dan keluarga pak Rajasa dan pengawal yang di tugaskan untuk menjaga ruangan Akad..
"Istirahatlah Nanti jam 7 acara resepsinya" pak Rajasa memerintahkan Anak buahnya untuk mengantarkan Ayah dan ibu mutia beristirahat di kamar hotel yang mereka sewa untuk keluarga Tania..
Mutia masih tertunduk airmata nya tak berhenti mengalir di pipinya..
"Ayo kita ke kamar " Akbar mengulurkan tangannya mengajak Mutia ke kamar mereka
__ADS_1
mutia masih diam tak bergeming di posisinya, dia masih mencerna ajakan Akbar
tangan kokoh itu merengkuh tubuhnya kedalam pelukannya..dan menuntun berjalan meninggalkan ruang Aula..
(masyaAllah nyaman banget di pelukanmu kak, semoga ini selamanya kak dan bukan hanya pengganti) Mutia bergumam dalam hati
____________
Di dalam kamar
"Mutia sebelumnya aku minta maaf kamu harus terlibat dalam masalah ini" akbar menyandarkan tubuhnya di ujung Ranjang..
"Kak Aku gk tau harus bilang apa, aku sampe sekarang masih bingung kemana Tania pergi" Mutia berujar sambil mengelap sisa air mata di pipinya
"Aku tau ini bakal terjadi, Dan aku tau kemana Tania pergi " Akbar membuang kasar nafasnya
ia tak menyangka Tania benar-benar meninggalkannya di hari pernikahan mereka
"Kakak tau kenapa kakak tak menyusul tania kak, kenapa kakak malah menikahiku" ujar Mutia..
"Nanti aku akan ceritakan tapi tidak sekarang, istirahatlah nanti malam acara resepsi kita " akbar bangkit dari duduknya dan berlalu keluar dari kamar meninggalkan mutia yg masih penasaran dengan apa yang terjadi..
Tania kamu di mana.. Mutia mencoba menghubungi Tania tapi nihil ponsel Tania tidak Aktif..
kenapa harus seperti ini..
kenapa aku harus menikah dengan cinta pertamaku..dengan keadaan seperti ini..
kenapa dan kenapa banyak pertanyaan muncul di kepala Mutia dan dia belum menemukan jawabannya
Di rebahkannya tubuhnya di atas tempat tidur dan Mutia tertidur dengan banyaknya pertanyaan di otaknya..
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
__ADS_1
Sebenarnya kenapa ya.. ?? ada apa dengan Tania? next bakal aku bongkar sebenarnya ada apa hehe.. kok cepet kebongkarnya? santai yahh di cerita ini bakal banyak kejutan tak terduga dari ku, bantu like dan vote yahh π