Hanya Pengganti

Hanya Pengganti
Nenek Rohmah


__ADS_3

Mutia mulai membuka matanya. mengelilingi keadaan sekitar,kepalanya sedikit berat dia mencoba mengingat apa yang terjadi dengannya.


Ruangan sederhana ada meja rias,lemari kecil tapi ini bukan kamarnya ini bukan kamar ku di rumah ibu. dia mencoba bangkit dari tidurnya saat akan berjalan kepalanya terasa sakit.


Pintu terbuka seorang wanita tua yang usianya mungkin sekitar 70 tahun berjalan mendekat


"Nak kamu sudah sadar, jangan berdiri dulu duduklah.minum ini dulu " ia memberikan minuman teh hangat kepada Mutia


Mutia ragu untuk menerimanya


"tenang saja nak nenek tidak akan meracunimu " ujarnya tersenyum


Mutia mengambil gelas dari tangan si nenek dan mulai meminumnya.


"Terima kasih nek, maaf kalo boleh tau nama nenek siapa ? " tanya Mutia


"panggil nenek Rohmah aja nak " ujar nenek Rohmah


"maaf nek kenapa saya bisa ada di sini ? " tanya Mutia


Nenek mulai bercerita


Flash back on


Setelah membius Mutia, suami istri itu menghubungi Olivia dan mengatakan bahwa wanita tersebut telah bersamanya..


Olivia dalang dari penculikan ini, dia juga yang meminta penculiknya untuk membawa ke luar kota dan menjauh bila perlu habisi nyawanya.


Dua penculik merasa tak tega, mereka tak menyangka kalo yang mereka culik adalah seorang wanita hamil.


Si istri yang tak tega meminta suami untuk mengantarkan Mutia ke rumah ibu angkatnya dan mengabarkan kepada Olivia bahwa mereka telah menyingkirkan Mutia..


Flash back off .


Mutia terdiam iya tak menyangka Olivia akan senekat ini, harusnya dia berhati-hati dengan wanita itu


"Nek,kalo boleh tau sekarang saya di mana nek, saya harus mengabari orangtua dan suami saya nek " ujar Mutia


"Nenek sudah meminta tolong pak Rt untuk lapor ke polisi nak " wanita renta itu berjalan tertatih mengambilkan makanan untuk Mutia


"Makan lah nak, jabang bayimu pasti kelaparan, kita tunggu saja polisi datang nak " Nenek menatap iba ke arah Mutia


" Nenek gak habis pikir kok non Olivia gak berubah " ujar nenek mengembuskan kasar nafasnya


"Nenek kenal Olivia " Mutia menjeda sejenak suapan nasi ke mulutnya


"Nenek dulu pernah bekerja dengan keluarga non Olivia saat non Olivia kecil " Nenek menerawang mengingat masa lalunya


" Non Olivia anak yang baik dan periang, orang tuanya sangat sayang kepadanya.segala keinginan nya selalu di turuti, karena didikan orang tua yang selalu memanjakannya sekarang dia tumbuh jadi anak yang egois " Nenek nampak menunduk

__ADS_1


"sekarang nenek tak mengenal Olivia lagi dia sudah berubah" menatap sendu ke arah Mutia


"kalo boleh tau, ada hubungan apa kamu dengan Olvia hingga dia tega menculikmu nak" nenek mulai keheranan karena kalo di lihat Mutia anak baik-baik dan tak ada yang istimewa yang membuat Olivia iri.


"Saya istri dari Kak Akbar nek " jawab Mutia


"Jadi kamu menantu keluarga Rajasa ?" nenek terkejut


Nenek bukan tidak kenal dengan Akbar dan keluarga Rajasa, nenek sangat mengenal keluarga ini. dan nenek juga tau bahwa Olivia sangat mencintai Akbar dan dengan berbagai cara untuk mendaptkan Akbar..


nenek menghela nafasnya


"Kamu harus segera pulang nak, pasti Akbar mencemaskanmu " Nenek berjalan keluar kamar Mutia juga tidak tau nenek mau kemana


Tak lama berselang nenek masuk kembali


"Nak ini ponsel anak angkat nenek, di dalam ini ada bukti percakapan Olivia dengan anak nenek, tadi dia meninggalkannya " nenek menjeda ucapannya


"kamu bisa menyerahkan bukti ini ke Akbar, dan buat Olivia jera " katanya setengah tertunduk


Mutia mendekat dan memeluk nenek


"Nek, kalo bukti ini Akbar tau anak nenek juga akan ikut terlibat nek " mengelus punggung renta nenek


"biar kan saja nak, mereka harus bertanggung jawab dengan perbuatan mereka" nampak genangan Air di sudut matanya


"Nenek sudah tua dan lelah nak menasehati mereka semua, uang membutakan mereka dan merubah mereka " melepas pelukan Mutia dan berjalan ke ranjang. nenek duduk dan memulai ceritanya..


Olivia terlahir dari kedua orangtua yang merupakan anak angkat nenek Rohmah, anak dari mendiang kakak ipar nenek Rohmah.


kedua orangtua Olivia hidup susah.saat nenek Rohmah bercerita bahwa majikannya belum mempunyai anak orang tua Olivia akhirnya menawarkan anak Olivia kepada majikan nenek Rohmah dengan imbalan uang pastinya.


Nenek Rohmah menentang keputasan anak anagkatnya, tapi tidak di perdulikan bagi mereka uang lebih berharga dari pada Olivia.


karena rasa bersalah nenek terhadap Olivia nenek akhirnya tetep bekerja merawat Olivia hingga dia dewasa. walaupun Olivia di didik dengan baik dan tak kurang kasih sayang dari kedua orangtua angkatnya.tapi sifat egois yang menuruni kedua orang tua kandungnya tak pernah bisa hilang.


Saat Olivia dewasa kedua orangtuanya memberi tahu yang sebenarnya dan mempertemukan orang tua kandungnya yang merupakan orang yang menculik Mutia.


karena hasutan dari orang tua kandungnya Olivia berubah menjadi egois dan ambisius.


dia berambisi untuk menjadi menantu di kelurga Rajasa. nenek Rohmah sudah berulang kali menasehati mereka namun tak di gubrisnya..


yang ada di otak mereka hanya uang dan uang.


Saat orangtua Olivia menitipkan Mutia awalnya nenek menolak nenek sudah tidak mau ikut dalam rencana gila mereka. namun ada rasa iba karena melihat perut Mutia yang membuncit. biarlah nenek menerima Mutia saat sadar nenek akan melaporkan nya ke polisi agar Mutia bisa kembali ke keluarganya.


Begitu nenek tau Mutia adalah menantu keluarga Rajasa.Nenek merasa bersyukur semoga keputusan nenek bisa membuat keluarga anak angkatnya jera. ponsel milik anak nenek tak sengaja tertinggal di rumah nenek mungkin di dalam ponsel itu ada bukti-bukti untuk membuat mereka jera..


Mutia teharu mendengar kisah yang nenek tuturkan dia berjanji akan menjalankan keputasan nenek membuat mereka jera.

__ADS_1


____________________________________________


Akbar kini telah tiba di Indonesia ia bergegas pulang ke rumahnya..


sesampai di rumahnya ternyata ada Ayah dan ibu mertuanya. mereka menceritakan kejadian awalnya.. mama menangis tersedu-sedu ia merasa bersalah kalo saja mama tak membiarkan Mutia diantar Olivia


"Olivia anak itu,kali ini tak akan aku beri ampun " ujar Akbar dengan sorot mata penuh amarah


"jangan menuduh dan gegabah sebelum ada bukti, papa sudah minta polisi dan anak buah kita untuk mencari Mutia " papa Rajasa menepuk pundak anaknya..


ibu dan Ayah hanya bisa diam selain berdoa untuk keselamatan Mutia mereka tak tau harus berbuat apa..


tiba-tiba ponsel Ayah berbunyi..dari nomor yang tidak di kenal


"Assalamualaikum " Ayah mengangkat panggilan dan berjalan agak menjauh


..."waalikumsallam ayah, ini Mutia yah" suara anak yang sangat ayah kenal ...


"Mutia nak, kamu di mana ? "


Semua menoleh ke arah Ayah


Akbar segera mendekat ke Ayah, ayah menyerahkan ponselnya ke Akbar


"hallo sayang kamu di mana? " ujar Akbar


"kak Akbar , sayang kok bisa bukannya kak Akbar sedang di luar negri " ujar Mutia dari sebrang


" Aku sudah kembali, kamu di mana aku jemput kamu sekarang sayang, kamu gak papakan ?" ada perasaan cemas dan khawatir


"Aku gakpapa sayang, aku kirim shareloc ya "


ujar Mutia dan menutup panggilan..


Akbar segera bergegas saat Mutia mengirim lokasi di mana dia sekarang


"Akbar Ayah ikut nak " Ayah berjalan di belakang Akbar


" Ayah, Mutia berada di luar kota Ayah sebaiknya menunggu di sini menemani ibu Akbar janji akan membawa Mutia kembali " Akbar berhenti dan meyakinkan mertuanya


" Pak Ali apa yang di bilang Akbar benar,lebih baik kita orang tua menunggu di sini saja " papa Rajasa mencoba membujuk Ayah..


" baiklah nak bawa kembali Mutia ya nak" ujar Ayah sembari memeluk menantunya..


"Pasti yah doakan kami yah" berpamitan..


Dengan langkah tergesa-gesa Akbar menuju mobil bersama anak buah pak Rajasa dan melajukan kendaraaan nya menuju tempat Mutia..


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


Konfliknya agak ribet ya, aku tuh sebenarnya gak begitu suka sama drama penculikan yang di iket terus di siksa gitu..hehe..


jangan lupa di like dan vote ya πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜


__ADS_2