
Harap bijak menanggapinya bakal ada Adegan malam pertama yang tertunda ππ
_____________________________________________
Mutia masih terisak sampe rasanya lelah di menangis di bahu suaminya, kini perasaannya agak sedikit tenang
"Sayang kita sholat dulu ya" ajaknya..
"Sudah selsai,udah habis airmatanya " mencubit pelan hidung mutia
"sayang- sayang buang air mata untuk hal gk penting" ucap Akbar..
"aku nangis melepaskan beban yang bertahun-tahun terpendam di hati ku, aku merasa lega saat aku bisa mengungkapkanya, dan perasaan ku berbalas " ujarnya tersipu malu
"Kamu lucu habis, nangis langsung malu-malu gitu" ledek Akbar..
"yukk kita sholat sayang" ajak mutia mengalihkan suasana canggung ini
"habis sholat ngapain? " tanya akbar
"berdoa " jawab mutia singkat berlalu ke kamar mandi..
Akbar tersenyum,, Untuk saat ini dia tidak akan bertanya apapun tentang pertemuan istrinya dan Tania, walau sebenarnya dia tau apa yang terjadi,dia akan membiarkan istrinya yang cerita sendiri..
"Sayang cepetan ambil wudhu kita jamaah" ujar mutia saat keluar dari kamar mandi membuyarkan lamunan Akbar..
"baiklah istriku, makmum bawel ku" ujar akbar terkekeh..
Selesai sholat sepasang suami tersebut turun kebawah untuk makan malam..
" Sayang aku panasin dulu ya lauknya"
Akbar sengaja minta tolong mamanya untuk mengirim bu Rahayu asisten senior di kediaman Rajasa untuk membersihkan rumah,. dan tadi Akbar meminta bu Rahayu untuk memasak karena dia tau istrinya pasti tak akan sempat memasak..
"gak usah sayang kita makan aja, sudah malam kelamaan, aku juga udah lapar" ujarnya..
Dan mereka makaan dengan khidmat tak ada suara, dan pembicaraan apapun hanya ada suara dentingan piring dan sendok..
Selesai makan mutia membereskan meja makan mencuci piring dan perlengkapan masak, sudah menjadi kebiasaan keluarganya saat akan tidur tidak boleh ada piring kotor tertinggal..
saat tengah asik mencuci piring Mutia tiba-tiba sepasang tangan kekar memeluknya dari belakang, di ciuminya rambut Mutia..
"Ehh, sayang nanti ih lagi repot ini" ujarnya menahan geli karena Akbar meniup niup telinganya.
"sayang biarin aja,, aku kangen" rengek akbar
__ADS_1
"Ya ampun sayang, aku kan gk kemana-mana " oceh Mutia yang jadi susah bergerak karena suaminya nempel.kaya prangko di belakangnya.
.
selesai membereskan piring-piring di rak,, mutia berbalik menghadap suaminya di kalungkan tangannya di leher suaminya..
"sayang kamu nempel2 gini sama aku kayak koala aja "cibirnya tertawa..
Tanpa menjawab cibiran mutia Akbar meraih dagunya dan mulai menempelkan bibirnya di bibir Mutia,,di kecupnya dengan lembut bibir mungil,merah alami istrinya..awalnya Hanya kecupan biasa,,ohh sungguh tak tahan Rasanya saat Mutia mulai membuka mulutnya dan membalas kecupan Akbar,, di lumatnya bibir sexy itu lidahnya mulai masuk ke rongga mulut Mutia,Mutia yang belum pandai membalas hanya mengikuti permain Akbar dadanya berdesir hebat saat pangutan itu semakin dalam.. dan terhenti saat Mutia mulai terbatuk batuk kehabisan nafas.. di pukulnya pelan dada Akbar,,.
Akbar hanya tertawa,, di gandengnya istrinya ke kamar..rasanya malam ini akbar sudah tidak bisa menahan lagi hasratnya.. Sejak pernyataan cinta nya tadi sore dia hanya ingin Mutia jadi miliknya seutuhnya,, menjadi ibu untuk anak-anak nya kelak..
______________________________
Saat tiba di kamar Akbar langsung mengunci pintu, dia mulai mendekati Istrinya yang tengah duduk di depan meja rias yang sedang sibuk mebersihkan wajahnya dan memoles per skincarean malamnya..
"Sayang mandi dulu gih aku udah siapin air hangatnya " ujarnya tanpa menoleh ke akbar satu cream lagi dia selesai dengan rutinitas malamnya..
di lihatnya sang suami tak bergerak sama sekali..masih duduk diam di tepi tempat tidur
"Sayang jangan ngeliatin mulu aku malu " ujarnya manjaaa.
Di tariknya tangan suaminya untuk berdiri dan mendorongnya agar cepat ke kamar mandi..
"ihh kayak anak tk aja minta hadiah, iya nanti aku kasih hadiah mendorong tubuh suaminya dengan kuat agar cepat-cepat masuk kamar mandi"
"beneran ya "ucapnya setengah berteriak dari dalam kamar mandi..
Mutia berlalu menuju ruang ganti di ambilkannya baju kaos tipis dan celana pendek yang biasa di pake untuk tidur, dan di letakkannya di atas tempat tidur..
Di raihnya ponsel yang dari tadi dia abaikan
ohh ada panggilan tak terjawab dari sang ayah..
Mutia lekas menghubungi sang Ayah
"Assalamualaikum ayah, ayah ibu apa kabar "
"Waalaikumsallam, nak Alhamdulillah ibu ayah baik-baik saja, kamu gimana nak sama nak akbar"
"Alhamdulillah sehat yah,"
"Nak kamu baik-baik saja kan nak dengan nak Akbar? "
"baik yah, kemarin malah kami menginap di rumah keluarga kak Akbar yah"
__ADS_1
"*ohh syukurlah nak, yasudah nak salam buat akbar ya, kalo kamu sempat main ya ke rumah ibu mu udah kangen*"
"Baik ya insyaAllah akhir pekan mutia kesana,Ayah ibu istirahat ya jaga kesehatan"
"iya nak Ayah tutup ya" tanpa menunggu jawaban mutia ayahnya langsung menutup panggilan
"yang nelpon siapa yang matiin dulu siapa huhh ayah kebiasaan" gumamnya..
"Siapa yang telepon"
"eh sayang kamu ngagetin aja, sejak kapan kamu di situ"
karena asyik berbincang di telepon dengan Ayahnya mutia tak menyadari saat Akbar telah selesai mandi dan memakai pakainnya..
Di rengkuhnya pinggang istrinya dari belakang,, di ciumi bahu mutia yang sedikit terbuka karena Mutia memaki piyama lengan pendek..
bagai di sengat listrik tubuh mutia menegang kaku mencoba mencerna sentuhan sentuhan AKBAR..
Di tatapnya mata indah Istrinya dengan tatapan cinta dan hasrat yang menggebu..perlahan Akbar mulai menautkan bibirnya di bibir mutia,mutia sudah mulai membalasnya
sehingga panggutan lembut perlahan menjadi kasar seakan ingin melahap Istrinya.
di baringkan tubuh mutia di atas kasur dengan bibir yang masih menyatu..
sejenak di lepasnya pangutan bibirnya
"sayang boleh kan malam ini ,aku meminta hak ku"
ya Akbar meminta izin kepada istrinya iya tak mau melakukan tanpa Izin walau pun sebenarnya apapun yang ada pada mutia halal iya sentuh..
seandainya tak di izinkan Akbar tak akan memaksa dan akan menunggu sampe Mutia siap.
gayung bersambut Mutia mengangguk "silahkan sayang, insyaAllah aku iklas lahir batin melayanimu" ujarnya.
tanpa pikir panjang Akbar yang sudah tak sanggup menahan hasratnya kala berdekatan dengan Mutia mulai melancarkan aksinya
"Aku janji akan perlahan sayang" ucapnya sembari menciumi wajah mutia..
Mutia tersenyum mengangguk, walau dalam hatinya masih ada perasaan cemas, tapi dia tak mau jadi istri yang berdosa yang menolak keinginan suami...
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
ini udh aku revisi berkali2 karena gk lolos riview nya mohon di mengerti ya kalo aku bahasa enak2 nya masih gak rapi..intinya sekarang mutia dan Akbar telah menyatu ya
di like dan di vote ya biar akunya seneng π₯°π₯°π
__ADS_1