
Seorang pria nenggunakan kacamata hitam menyeret kopernya keluar dari Bandara.berdiri di loby kedatangan menunggu mobil menjemputnya..
" Maaf tuan, saya terlambat " setengah berlari pria paruh baya sopir dari pria tersebut menghampirinya..
"gapapa pak saya juga baru keluar" balasnya sopan.
"mari Tuan,, " mempersilahkan tuannya masuk setelah memasukan semua barang-barang nya.
di dalam mobil pria tersebut menghubungi seseorang..
"kamu bisa temui saya di rumah,saya menuju ke rumah" mematikan panggilan telepon
"Pak kita langsung ke rumah ya " perintahnya kepada pak supir.
________________________________________
Mutia menjalani rumah tangganya dengan Akbar seperti rumah tangga pada umumnya,,tidak ada lagi Tania atau papa Beni yang mengusik kebahagian mereka..terlebih lagi kedua orangtua Akbar sangat menyayangi Mutia..
Pagi ini rutinitas mereka seperti biasa sarapan dan berangkat kerja bersama-sama..
Akbar sebenarnya sudah melarang mutia untuk bekerja, bahkan dia juga sudah memindahkannya untuk menjadi sekertaris suaminya.namun Mutia menolak dia ingin berkarir sesuai kemampuannya..ya dia tetap menjadi staff administrasi di perusahaan suaminya.. bahkan levelnya hanya staff biasa..bukan kepala bagian..
Akbar tak mampu menolak jika itu bisa membuat Istrinya bahagia..
Siang itu seperti biasa Mutia memilih makan siang bersama Rani, karena tadi Akbar mengabarkan dia ada pertemuan saat jam makan siang..entah mengapa dia ingin makan gado-gado di gang dekat kantor yang hanya bisa di tempuh dengan berjalan kaki..
"lu ya mut udah kayak orang hamil aja tau makan aja aneh-aneh, kenapa harus ke sana sich" gerutu Rani kesel, pasalnya dia harus berjalan di tengah teriknya panas matahari..
"Sekali-kali Ran,,gue pengen banget dari kemarin ntar gue traktir, gue beliin kuota buat lu nonton drakor "
"Untung sekarang lu bini bos kalo bukan, gue ogah panas panasan begini, ehh beneran ya gue lagi pengen nonton STAR UP "
"giliran di traktir kuota aja lu seneng"cibir mutia..
Mereka berjalan memasuki gang dan membeli dua bungkus gado-gado untuk di makan di kantor..
Sesampai di loby kantor mereka berjalan sambil bercanda tanpa menyadari ada seorang pria berdiri di depan nya dan
Buggg.....
Mutia menabrak pria tersebut dan tersungkur ke lantai..
"Maaf "pria tersebut mengulurkan tangannya..
Mutia menerima uluran tangan pria tersebut dan
"kak Bagass "sapanya..
"kak Bagas Rahardian kan"
"kamu Mutia.."
"Mutiara Faiha "
__ADS_1
(ternyata aku tak perlu susah payah mencarimu )
"iya kak aku mutia, seneng bisa ketemu kakak lagi, kakak kapan kembali ke indonesia ? "
"aku baru tiba kemarin sore,kamu kerja di sini ?" tanya nya.
" Iya kak aku kerja di perusahaan suamiku " ucap mutia tersenyumm
degg..(apa suami, apa Akbar suaminya Mutia, jadi yang Akbar bilang dia menikahi sahabat Tania itu mutia )
banyak pertanyaan di kepalanya yang tidak bisa dia terima sahabatnya ternyata menikahi gadis yang selama ini selalu dia awasi dan dia jaga dari jauh.. ( tiga bulan aku tak mengawasimu ternyata ini yang terjadi ) tersenyum getir..
"Seneng bertemu dengan mu Mutia, aku temui Akbar dulu ya aku ada janji dengannya "bagas berpamitan berlalu meninggalkan mutia..
"Siapa lagi mut, ngeri juga koleksi mu ya" Rani mulai kepoo..
"Kak bagas kakak senior ku waktu SMA " jawab Mutia..
______________________________________________
Bagas Rahardian..
kakak senior dari Mutia dan Tania saat mereka di SMA. dan juga sahabat Akbar..
Mutia mengenal Bagas karena mereka Satu organisasi.. karena sering terlibat dalam satu acara bagas menaruh hati untuk mutia.. dia mencintai mutia dalam diam, tidak pernah mengungkapkan, tapi dia selalu ada dan menjaga Mutia dari jauh..
Mutia menganggap bagas hanya sebagai kakaknya karena bagas sangat baik kepadanya..
setelah lulus SMA Bagas memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di luar negri, tapi dia tidak begitu saja meninggalkan Mutia dia menyuruh seseorang untuk mengawasi Mutia dan melaporkannya..
namun tiga bulan menjelang kepulangannya orang suruhan bagas yang mengawasi Mutia jatuh sakit dan Bagas memutuskan tidak mengganti dengan yang lain toh tiga bulan lagi dia akan kembali.. dia juga bersyukur sahabatnya mau menerima Mutia di perusahaannya..
Namun bagaikan di sambar petir siang bolong hatinya hancur saat bertemu dengan gadis pujaannya kala mengetahui dia telah menikah dengan sahabatnya sendiri..
Akbar memang pernah bercerita tentang pengianatan Tania dan berakhir dengan menikahi sahabat Tania..tak di sangka sahabat Tania ternyata adalah Mutia..
____________________________________
Dengan langkah gontai Bagas berjalan keruangan Akbar, saat di loby tadi Bagas sudah menghubungi memastikan sahabatnya ada di ruangannya
"Assalamualaikum my bro " Bagas masuk kerungan Akbar
"Waaliakusallam my bro "mereka pun toss khas lelaki..
" widih bos besar, gimana kabar ? "
sapa Akbar..
"seperti kamu lihat, ayo duduk " mempersilahkan Bagas duduk
"jadi udah pasti ni menetap di indonesia, trus jadi kan melamar wanita itu" tanya Akbar..
Akbar tau sahabatnya mencintai seorang wanita dan diam-diam menjaga wanita tersebut dari jauh.
__ADS_1
"belum tau bro perusahaan di negara P perlahan mulai berkembang "
"wanita itu___" menjeda ucapannya
"sudah menikah " katanya datar..
"Menikah jadi kamu kesalip donk, coba kemarin kamu mau terima tawaranku, untuk mengawasi wanita mu , sabar ya bro" menepuk pundak sahabatnya
Bagas tersenyum getir " bukan jodoh gue bro"
"Istrimu bekerja di sini juga? " tanya nya mencoba mencari informasi dari Akbar..
"lu tau Dari mana? " tanya Akbar heran
"Istrimu Mutia kan? "
"lu kenal Mutia dari mana"
"Dia kan Junior kita di SMA satu organisasi sama gue " menoyor kepala Akbar.
"lu sich pas SMA ngeliriknya yang bening model Tania jadi mana kenal sama Mutia"
"Gue tau Mutia ya, tapi gue gak pernah tau kalo lu kenal sama dia" Akbar masih terus mengintrogasi Bagas..
" Gue tu sama Mutia udah kayak kakak adek, parah lu nikahin adek gue gak ijin sama gue" ada sesak dalam dada bagas. tak terima jika sahabatnya yang menikahi wanitanya
"Sebentar gue telpon bini dulu ya biar dia kesini" Akbar melakukan panggilan dengan Mutia..
tak lama Mutia datang..
"sayang, kamu kenal sama Bagas"
Akbar menyambut mutia dan memeluknya..
Mutia mencoba melepas pelukan Akbar Setengan berbisik " malu ih ada kak Bagas"
"kak Bagas,masih temenan sama kak Akbar ya?" tanya Mutia basa basi..
" Iya mut, kurang ajar dia nikahin adek kakak gk bilang-bilang " selorohnya mencoba tertawa walau dalam hati terasa sakit melihat wanitanya berpelukan mesra dengan suami halalnya..
"kak Bagas selama ini di mana? setelah lulus SMA aku gak tau kabar kak Bagas lagi" ujarnya sedih mengingat saat SMA Bagas yang selalu ada untuknya tiba-tiba pergi dari kehidupannya,, tanpa dia sadari bagas tetap menjaga mutia..
walau sakit, tapi Bagas harus terima kenyataan, bahwa saat ini sudah ada yang menjaga Mutia, sahabatnya yang juga suami Mutia..
"kakak di negara P,, awas aja kalo sampe Akbar menyakitimu kakak orang pertama yang akan mengambilmu dari nya " ucapnya setengah ketawa.. Sebenarnya itu ungkapan hatinya..
"Tak akan ,gak ada satupun yang bisa mengambil mutiara ku" balas Akbar dengan menjulurkan lidah nya mengejek Bagass.
Bagas hanya tersenyum getir..perlahan dia harus melepaskan dan melupakan mutia..
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Tania pergi datang lagi penggangu..
__ADS_1
maaf ya kalo banyak typo kebiasaan emak nulis sambil momong bocah hehe..harap maklum ya.
kakak yang baik hati yang sudah baca bantu vote ya minimal di like donk πππ₯°π₯°π