Hanya Pengganti

Hanya Pengganti
IBU


__ADS_3

jadi yang pas malam pertama Akbar dan mutia itu lama banget di riviewnya,, berkali-kali harus aku revisi sampe bisa di terima,


aku curcol dulu ya,,hehe dan selamat membaca


_______________________________________________


waktu sudah menunjukan pukul 12 malam, mutia tengah sibuk mengeringkan rambutnya..


hidungnya mulai melerr tak biasa dia mandi tengah malam seperti ini..


Di rapikannya seprai yang menjadi saksi pergulatan tadi..


nampak noda darah di atas seprai..


cepat-cepat mutia melepas seprai dan akan menggantikannya..


"Kenapa di ganti sayang, itu kan ada bukti,bukti kalo kamu seutuhnya milikku " menyingkirkan tangan istrinya dari seprai yang di pegangnya, menaik turunkan alisnya menggoda Mutia


"kotor sayang, gak nyaman nanti buat tidur" cepat- cepat dia menggantinya jawabnya gugup


rachimm..hachimm mutia bersin bersin..


(rasa rasa mau flu )


"sayang kamu sakit maaf ya, ya sudah istirahat yuk"


merbahkan tubuh mutia dia atas tempat tidur. di naikkan selimut sebatas dada.." besok gak usah ngantor aku yang akan urus ijinnya" di ciumnya kening istrinya..


Mutia hanya mengganguk, matanya mulai berat,hidungnya meler,, belum lagi sakit di bagian bawah jadi ia putuskan besok dia tak akan ke kantor


"sayang kamu gak tidur?" saat di rasa Akbar tak ikut berbaring di tempat tidur, suaminya malah tengah sibuk membuka laptopnya..


"ada yang harus aku kerjakan tidurlah" ujarnya sembari tersenyum ke arah istrinya..


karena rasa kantuk dan badan yang gak karuan akhirnya mutia pun tertidur..


________________________________________


Keesokan harinya siap sholat Mutia kembali tidur kepalanya masih terasa sakit,dan rasa ngilu di bawah juga masih terasa..


"Sayang kamu gakpapa aku tinggal maaf ya, nanti siap metting aku langsung pulang" Akbar berpamitan tak tega rasanya Meninggalkan istrinya yang sedang sakit karena ulahnya semalaman.. metting pagi ini tinggal final tanda tangan dan di pastikan dia harus hadir.


"gakpapa sayang, bukannya metting pagi ini final dari kerjasama dengan perusahan dari jepang kan? pergilah sayang, Aku gakpapa tidur sebentar nanti juga enakkan" di elusnya pipi suaminya, mencoba menenangkan dan menjelaskan keadaanya baik baik saja..


"ok jangan lupa minum obat ya,itu sarapannya di habiskan, maaf ya sayang doain yah." mencium kening istrinya dan turun ke bibir munggil yang menjadi candu..


"Aku pergi dulu I Love u mutiaraku"


"I Love u suamiku" tersenyummm


pintu kamar sudah tertutup kembaali.. mutia melanjutkan tidurnya..

__ADS_1


bunyi ponsel mutia membangunkan nya dari tidurnya, badannya sudah agak enakkan


di raihnya ponsel di nakas


"Ayah, tumben "


"*Assalamualaikum nak , Kamu bisa ke*rumah sakit nak..ibu nak" Ayah menangis


"Waalikumsallam, baik yah ibu kenapa yah,mutia ke sana sekarang ya yah,, ayah kirim alamatnya ya"


"iya nak"..


Segera ia bangun dari tempat tidur bersiap-siap untuk ke rumah sakit, dia lalu mengirimkan pesan ke Akbar, karena mungkin saja suaminya belum selesai metting..


Mutia langsung memesan taxi online bergegas menuju rumah sakit..


Di Rumah sakit


Mutia langsung menuju ICU di lihatnya Ayahnya tengah duduk sambil menutup wajah dengan kedua tangannya


"Ayah " panggilnya berlari ke pelukan Ayah


"Ibu kenapa yah? kenapa bisa ibu di ICU"


"Ayah tak tau nak, tadi pagi saat ayah pulang dari olah raga ibu sudah pingsan nak, kata tetangga tadi pagi ibu kedatangan Tamu, katanya temen kamu yg sering ke rumah"


"Nak apa Tania sudah kembali" tanya ayah


Mutia terdiam ia tak menyangka Tania menemui ibu dan apa yang di bicarakan Tania sehingga ibunya bisa seperti ini


"Nak apa yang akan kamu lakukan sekarang nak, bapak harap rumah tanggamu baik-baik aja"


"pak aku dan mas Akbar baik-baik saja pak"


saat tengah mengobrol dokter keluar dari ruang ICU..


ayah dan mutia berhambur ke arah dokter


"bagaimana keadaan istri saya dok" tanya ayah


"kondisi ibu sudah mulai stabil pak,, mungkin siang ini sudah bisa di pindahkan ke ruang perawatan,"


"tekanan darahnya tinggi, sepertinya beliau shock pak,jadi saat beliau sadar tolong jangan memberikan kabar apapun yang mengejutkannya"


"Saya pamit dulu pak, bu mari.." dokter berlalu meninggalkan mutia dan ayahnya..


" Nak kamu di sini dulu ya Ayah akan urus administrasi ibu"


"Baik yah"


Mutia tengah duduk di ruang tunggu seorang diri, dia harus menemui Tania dan menanyakan apa maksudnya semua ini..saat tengah sibuk dengan pikirannya..sesorang menepuk bahunya dari belakang saat menoleh di dapatinya suami tercinta tengah berdiri di belakangnya..segera ia bangkit dan memeluk suaminya

__ADS_1


"Sayang ibu" menangis di pelukan suami tercintanya


"Sabar ya sayang" di usap-usapnya punggung istrinya memberi ketenangan..


"Sayang, yang aku takutkan terjadi Tania menemui ibu " masih tersedu- sedu dia mengadu ke suaminya..


"Kamu tenang ya sayang" nampak kilatan amarah dari mata Akbar di kepalkan tangannya..


"Sekarang ayah mana?" di dudukannya istrinya sembari tak lepas mengusap-usap punggung istrinya..


Tania kamu, lihat apa yang akan aku lakukan tak akan aku biarkan penghianat itu menyakiti mutiara ku dan keluarganya..


flash back on


Saat selesai tanda tangan Akbar mengakhiri mettingnya dan berjalan keluar ruangan,,


di lihatnya ponselnya untuk menghubungi istrinya,, sesaat ia melihat ada pesan masuk dari istrinya..dan dari no yang tak dia kenal


Mutiaraku


-Assalamualaikum, sayang maaf aku ke rumah sakit harapan kasih, ibu masuk UGD..aku sengaja tak menelponmu takut menggangu kalo sudah selesai mettingnya hub aku.. love u


085245xxxxxx


-jika Aku tak bisa bersamamu kembali aku pastikan mutia juga tidak akan bersamamu, permainan baru akan di mulai aku merindukanmu sayang ❀


"Shitt.. penghianat sialan " Akbar mengumpat dalam Hati..


"Za kamu bisa urus semuanya kan, aku ada urusan" titahnya..


Reza sudah pasrah jika harus mengerjakan pekerjaan Akbar bukan baru sekarang sudah sering..


Tapi yang jadi pertanyaan kenapa muka bosnya jadi nyeremin, padahal dia udah senang karena tadi pagi bosnya sudah dalam mode baik dan bisa tersenyum.


Akbar bergegas ke rumah sakit untuk menemui istrinya..


Flash back off


Di kediaman Tania..


Tania tengah menangis di kamarnya..


"Papa sampai kapan tania harus begini pah,kapan tania bisa atur hidup tania sendiri..Mutia maaf kan aku mut, bu Eni maafkan Tania bu"


ada sesal di dadanya, seandainya dia bisa melawan tapi gak mungkin dia melawan orang tuanya..ada Rasa takut saat dia mencoba melawan ayahnya dia tak mau hal2 buruk menimpanya lagi..


mau tidak mau dia tetap mematuhi papanya, walau hidupnya di atur..


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Kejadian buruk apa ya yang pernah tania Alami, kasihan sebenarnya.Tania itu anak yang baik karena tekanan papanya dia jadi begitu jadi jahat

__ADS_1


dan apa ya yang di rencanakan tania ?


like dan bantu vote ya biar aku semangat 😘😘πŸ₯°


__ADS_2