Hanya Sebatas Suami Sewaan

Hanya Sebatas Suami Sewaan
Merlin


__ADS_3

"Kau terlalu berani pergi ke club sendirian."


Suara bariton nan serak Arga menyapa indra pendengaran Caesa. Wanita itu menatap ke arah pria tersebut yang kini melangkah masuk ke dalam kamar. Sedangkan Caesa hanya menatap sekilas pada suaminya dan kembali menatap layar ponsel miliknya. Ia baru saja bertelponan dengan Alex. Sekedar melepas rindu yang mendera.


"Dari mana kau tahu aku ada di sana?" Wanita itu langsung menodong pertanyaan dan memfokuskan pandangannya menatap Arga.


"Dari ponsel," balas Arga, yang kini duduk di bibir ranjang. Sorot tajamnya tak lepas menatap wajah sang istri.


Sedangkan saat ini Caesa tampak risih dengan tatapan Arga. Sorot tajam pria itu menyiratkan sesuatu yang Ia sendiri sulit mengartikannya. Semoga saja sopir pribadi Alex tidak menaruh perasaan apapun padanya dan sebaliknya. Ia tidak ingin pernikahan sementara ini menghadirkan cinta yang tidak seharusnya ada, batin Caesa.


"Seharusnya kau berterima kasih karna aku datang tepat waktu."


Satu alis Caesa tertarik mendengarnya.


"Untuk apa berterima kasih? Itu memang tugasmu." Caesa tersenyum sinis.


Raut wajah Arga langsung berubah.


Wanita itu mengusap perut datarnya, Ia muak bila harus menatap wajah Arga. Rasanya sangat risih dan tak bebas bila harus menikah dengan pria yang tidak dicintai. Andai bukan karna keturunan dan mempertahankan hubungannya dengan Alex, Ia tidak mungkin melakukan ide gila ini.


"Sepertinya kita harus melakukannya lagi, kau tidak mungkin cepat hamil bila kita melakukannya hanya sekali," celetuk Arga santai.


Sementara Caesa langsung memberikan kilatan tajam pada suaminya."Aku tidak mau! Cukup sekali kita melakukannya dan aku yakin akan cepat hamil. Katakan saja bila kau ingin mencari kenikmatan dan melampiaskannya padaku. Ingat, hubungan kita hanya kontrak!"

__ADS_1


Caesa bangkit dari kasur dan melangkah keluar dari kamar meninggalkan Arga yang kini menampilkan wajah sendunya.


"Nona, Nyonya besar datang."


Badan Caesa langsung menegang mendengar laporan dari pelayan. Kakinya belum sepenuhnya turun dari anak tangga tapi sudah mendapatkan kabar yang mampu membuat hatinya gelisah tak karuan.


"Apa yang harus aku lakukan?" gumam Caesa gelisah. Bukan takut dengan mertuanya tapi Ia takut hubungannya dengan Arga tercium wanita paruh baya itu. Mengingat Ia tidur satu kamar dengan Arga.


"Caesa! Caesa...!!"


Caesa terperanjat kaget mendengar suara keras menggema Merlin yang menatap tajam padanya. Kedua kalinya langsung menuruni anak tangga dan melangkah menghampiri wanita yang berpakaian glamor dengan make up yang tebal tercetak di wajahnya.


"Apa kau tuli? Dari tadi Mommy memanggilmu," ucap Merlin.


"Mana Alex? Biasanya dia selalu ada di ruang keluarga."


"Mas Alex keluar kota dan mungkin lusa akan pulang."


Merlin manggut-manggut mendengarnya. Wanita paruh baya itu melangkah menuju ke sofa yang ada di ruangan itu diikuti dari belakang oleh Caesa.


"Apa ada perkembangan?" tanya Merlin.


"Maksudnya?" Caesa balik bertanya dengan raut wajah bingung tak paham maksud mertuanya.

__ADS_1


Merlin berdecak


"Maksudku apa kau positif hamil? Mommy sudah muak mendengar kau belum hamil juga. Usia Alex sudah tiga puluhan tapi belum mendapat anak juga."


Caesa meneguk ludahnya kasar. Dadanya langsung terasa perih, lagi-lagi Merlin datang ke tempat ini membahas soal anak.


"Kenapa diam?!"


Caesa tersentak dengan suara bentakkan Merlin.


"A-aku juga ingin secepatnya hamil, Mom. Tapi, Alex tidak bisa memberikan keturunan." sambung Caesa dalam hati.


"Secepatnya dia akan hamil!" Suara seseorang membuat Caesa dan Merlin langsung menatap Arga yang kini berjalan menghampiri dua wanita beda generasi itu.


__________


Hei girl! Terima kasih sudah mampir


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like dan komen.


Jangan lupa mampir ke akun tik tok @khazana_va Di sana aku banyak mengupdate visual Arga dan Caesa.


See you di part selanjutnya:)

__ADS_1


__ADS_2