
Caesa merapikan dress yang baru saja Ia kenakan, Ia tersenyum menatap menampilkan dirinya dari balik pantulan cermin. Ia juga tidak lupa menyemprotkan parfum dibagian tubuhnya terutama leher. Wanita itu meraih ponsel miliknya di atas meja dan mengetik pesan yang langsung Ia kirim pada seseorang.
"Kau ingin ke mana?" Suara bariton seorang pria membuat Caesa langsung melirik sinis pada Arga yang melangkah masuk ke dalam kamar.
Pria itu menatap menampilkan Caesa dari atas sampai bawah. Dress merah ketat, sedikit memperlihatkan belahan dada, dan paha putih mulus wanita itu yang begitu terekspos. Sedangkan yang diperhatikan terlihat tak peduli dan sibuk membenarkan penampilannya sekarang.
"Jawab! Kau ingin ke mana?" Lagi, Arga kembali bertanya dan kali ini mencengkram lengan Caesa yang langsung mengadu kesakitan.
"Sakit...lepaskan tanganku!" Caesa berusaha melepaskan cengkraman tangan Arga di lengannya, tapi itu semua sia-sia.
"Jawab pertanyaan saya kau ingin ke mana?" Arga menatap menusuk pada Caesa.
"Ini bukan urusanmu! Terserah aku ingin pergi ke mana. Yang jelas ini bukan urusanmu!"
Arga menggelengkan kepala disertai kekehan.
"Saya tidak akan mengizinkan, apalagi pakaianmu terlalu terbuka." Arga memfokuskan pandangannya pada penampilan Caesa.
__ADS_1
Mengingat bagaimana Alex membebaskan wanita tersebut melakukan apa saja sampai berpakaian terbuka pun tidak menjadi masalah bagi Alex. Tapi tidak untuk Arga.
"Alex tidak pernah melarang dan mempermasalahkan ku ingin berpakaian se-terbuka apapun, jangan kuno jadi pria!"
"Tapi saya suamimu, jadi jangan membantah. Buka bajunya!" Arga menarik tubuh mungil Caesa hingga merapat dengan tubuhnya. Tangannya terulur menurunkan resleting dibelakang punggung sang istri.
"Aku tidak mau!" pekik Caesa mendorong dada kokoh Arga menjauh dari dirinya dan Ia sudah sangat emosi.
Seolah seperti patung batu, Arga tetap dalam posisinya dan tangannya sibuk menurunkan dress Caesa hingga menampilkan bahu mulus sang istri yang hampir setengah telanjang.
"Jangan kurang ajar!" teriak Caesa penuh emosi dan mundur menjauh dari Arga. Wanita itu kembali menaikkan dressnya yang hampir melorot. Pria itu memang kurang ajar dan mesum!
"Jangan karna Alex tidak ada di sini kau bertingkah semaunya. Lihat saja, aku akan mengadukan mu dengan Alex!" ucap Caesa dengan sarkas dan penuh ancaman.
Arga tersenyum geli melihat wajah istrinya yang begitu menggemaskan saat marah.
Wanita itu melangkah mendekat pada meja rias dan hendak meraih ponselnya tapi Arga lebih cepat menyambar benda pipih itu.
__ADS_1
"Kembalikan ponselku!" bentak Caesa hendak meraih ponselnya di tangan Arga yang sengaja meninggikan tangannya.
Amarah wanita itu semakin memuncak dengan Arga yang seolah ingin bermain-main dengannya. Wanita bertubuh mungil itu kembali berjalan mendekat pada sang suami dan kembali meraih ponselnya. Lagi, Arga menyusahkan usaha Caesa mengambil benda pipih itu.
Tangan kekarnya merengkuh pinggang mungil Caesa hingga merapat dengannya. Netra hitam pekat dengan sorot tajam itu menatap lekat wajah Caesa, menelisik lekuk wajah cantik mempesona tersebut meski tertutup dengan raut wajah garangnya.
"Kembalikan ponsehhpmm..."
Tanpa aba-aba Arga membungkam bibir mungil berisi Caesa yang terus melontarkan ucapannya pedasnya. Tangan kanannya semakin erat merengkuh pinggang ramping sang istri dan tangan yang lain menahan tengkuk wanita itu. Meneguk sari-sari dalam mulut Caesa yang berusaha melepaskan tautan bibir mereka berdua, meski Caesa mulai terbuai dengan ciuman panas yang Arga berikan Ia harus tetap waras dan tak ingin ciuman ini berakhir ke ranjang.
___________
Hei girl! Terima kasih sudah mampir
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like dan komen.
Jangan lupa mampir ke akun tik tok @khazana_va Di sana aku banyak mengupdate visual Arga dan Caesa.
__ADS_1
See you di part selanjutnya:)