Hanya Sebatas Suami Sewaan

Hanya Sebatas Suami Sewaan
Bertemu kembali


__ADS_3

Arga tersenyum melihat perubahan raut wajah Caesa.


"Aku bercanda. Aku tidak mungkin menyerahkan mu pada Alex," ucap Arga seraya menarik tubuh ramping Caesa dalam pelukannya.


Pria itu mengecup kening sang istri dan melingkarkan kedua tangannya di tubuh mungil Caesa yang mendongak menatap pria itu. Satu hantaman cukup kuat Caesa berikan pada dada kokoh suaminya yang sedikit meringis kesakitan. Ia tidak suka dengan candaan yang baru saja Arga lontarkan tadi.


"Aku tidak suka dengan candaan mu itu! Kau kira aku ini barang!" ketusnya, mendorong Arga hingga pelukan pria itu terlepas.


Arga tertawa melihat tingkat lucu wanita itu. Ia kembali maju dan memeluk tubuh Caesa yang memberontak. istrinya tetap sama, mudah emosi.


"Sudah, sudah. Jangan marah lagi. Bagaimana kita keluar malam ini, hmm?"


Dengan cepat Caesa mengangguk dan raut wajahnya yang awalnya merengut kini berubah begitu antusias. Ia juga sudah bosan seharian berkurung di kamar. Setidaknya pergi keluar jalan-jalan membuat rasa bosan itu terobati.


"Ka-kau kenapa?" Caesa menjauhkan dirinya kala Arga sengaja mendekatkan wajahnya. Hembusan napas hangat pria itu menerpa wajah wanita tersebut.


Cup


Arga mengecup dan mel*mat bibir tipis istrinya singkat. Sedangkan Caesa terdiam dengan tubuh menegang. Meski sudah beberapa kali mereka berdua berciuman, tapi tetap saja membuat Ia gugup dan malu. Rona merah menghiasi pipi Caesa saat ini.




Senyuman mengembang di bibir manis Caesa, Ia menatap menampilan dirinya di pantulan cermin dengan gaun merah maron yang melekat di tubuhnya dan ada beberapa hiasan yang melekat di gaun itu. Satu pelayan sibuk menghias wajah Caesa dan satunya lagi tengah menata rambut Caesa.


"Kalian sudah lama bekerja di sini?" tanya Caesa, sekedar mencari informasi tentang suaminya dan menuntaskan rasa penasarannya yang mengganjal dalam benaknya.


"Hampir sepuluh tahun, Nona."


"Apa kalian betah bekerja di sini?" Caesa kembali melontarkan pertanyaannya dan menatap dua pelayan itu dari balik pantulan cermin.


"Tentu kami sangat betah. Tuan Andreas sangat baik sekali, tapi satu hal yang sangat dia benci dan tidak bisa di toleransi."

__ADS_1


Satu alis Caesa tertarik mendengar itu." A-apa?"


Pelayan itu tersenyum sebelum menjawabnya."Pengkhianatan, Nona. Tuan Andreas pernah dikhianati oleh orang kepercayaannya. Tuan akan memberikan hukuman yang sangat berat bagi orang yang mengkhianatinya."


Caesa meneguk ludahnya kasar. Ia meremas gaun yang Ia kenakan sekarang.


"Sekarang orang yang mengkhianatinya di mana?"


"Sudah lama meninggal karna sakit."


Tentu jawaban pelayan itu tidaklah benar. Mereka menutupi semua keburukan Arga di depan Caesa, tentu atas perintah Hendrik.


"Memangnya dia sakit apa__"


"Sudah selesai?" tanya Arga yang kini sudah berdiri di ambang pintu dengan posisi bersandar di sisi pintu jati coklat tersebut.


Dua pelayan itu serempak menoleh ke arah majikannya termasuk Caesa. Arga melangkah mendekat dan menatap dua pelayannya dengan isyarat mata untuk segera keluar dari kamar.


"Kau sangat cantik. Aku menyukainya." Arga menundukkan kepalanya dan menghirup dalam aroma tubuh sang istri.


"Ayo kita berangkat."


Arga mengulurkan tangannya yang langsung di sambut oleh Caesa. Baru saja berdiri dari kursi rias, Arga sudah menghadiahi ciuman di bibirnya hingga meninggalkan kelembaban di bibir yang sudah di polesi oleh lipstik itu.


"Jadi, mansion ini berada di hutan?" tanya Caesa ketika sudah masuk ke dalam mobil. Ia baru menyadarinya, pantas saja di sekeliling mansion ini begitu banyak pohon yang mengelilinginya.


"Aku sangat menyukai tempat yang sepi dan tidak ada kebisingan. Aku merasa tenang dan nyaman tinggal di sini. Dan pemandangan di tempat ini sangatlah indah," balas Arga, menoleh sekilas pada Caesa.


Kali ini pria itu sendiri yang mengendarai mobilnya. Ia ingin Caesa tidak canggung dan merasa bebas saat bersamanya tanpa melibatkan orang lain. Sepanjang perjalanan Caesa tak henti-henti mengajak suaminya mengobrol. Setidaknya mereka berdua tidak saling diam membisu sepanjang perjalanan. Wanita itu tampak tak kehabisan pembahasan.


Kini, mobil yang Arga kendarai sudah sampai di sebuah restoran seafood. Terlihat restoran itu begitu ramai oleh para pengunjung.


"Tetaplah berada dalam mobil, aku ada urusan sebentar," ucap Arga yang langsung di angguki oleh Caesa tanpa ingin bertanya.

__ADS_1


Pria itu keluar dari mobil dan melangkah mendekat pada dua orang pria yang berdiri di depan restoran. Mata indah itu terus menatap suaminya dari kejauhan.


Tok tok


Suara ketukan yang cukup keras di jendela kaca mobil samping membuat Caesa terkejut. Bola mata wanita itu membulat kala mendapati Alex berdiri di dekat kaca mobilnya. Senyuman pria itu terukir lebar, seolah mengulas kebahagiaan dan rindu yang bercampur menjadi satu.


Alex membuka pintu mobil yang beruntungnya tidak dikunci dari dalam.


"Sayang..." Pria itu menarik tangan Caesa keluar dari mobil. Entah apa yang ada dalam pikiran wanita itu yang kini keluar mobil.


Alex langsung berhambur memeluk tubuh mungil mantan istrinya. Akhirnya Ia menemukan Caesa.


"Aku sangat merindukanmu, Sayang..." Kedua tangan kekar itu memeluk erat tubuh Caesa yang diam saja merasakan pelukan hangat Alex. Saat ini perasaannya tak karuan.


"Ayo ikut aku, kita pergi dari sini," ucap Alex setelah menguraikan pelukannya namun tangan masih bertengger di pinggang Caesa.


Wanita itu menggeleng lemah."Aku tidak bisa, Mas..."


"Kenapa tidak bisa? Aku sangat mencintaimu, Sayang. Apa lima tahun kita bersama tidak membuat kesan di hatimu. Kita saling mencintai."


"Arga hanya pria kemarin sore yang baru kau kenal, tapi bagaimana bisa kau memilih ikut dengannya. Ayo ikut aku sekarang!"


Alex menarik paksa Caesa untuk ikut dengannya. Ia tidak ingin kehilangan wanita ini untuk kedua kalinya.


"Aku tidak mau, jangan paksa aku!" Caesa melepaskan genggaman tangan Alex di pergelangannya.


Melihat reaksi wanita tersebut, amarah Alex mulai tersulut, Ia mendorong kasar bahu Caesa hingga menubruk kasar ke mobil.


__________


Hei girl! Terima kasih sudah mampir.


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like dan komen

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke akun tik tok @khazana_va Di sana aku banyak mengupdate visual Arga dan Caesa.


See you di part selanjutnya:)


__ADS_2