
Di sepanjang perjalanan pulang Caesa terus menggerutu kesal dengan perlakuan tidak sopan Arga pada dirinya. Walaupun pria itu berstatus suaminya, tetap saja Arga sudah kurang ajar mencumbui dirinya di pantai.
Berbeda dengan Arga yang terlihat binar bahagia dari raut wajahnya tanpa rasa berdosa sama sekali. Caesa menutup mulutnya, Ia memegang bagiannya perutnya bergejolak mual. Rasanya Ia ingin muntah mencium aroma wewangian dalam mobil yang Ia tumpangi sekarang.
"Aku tidak suka kau menggunakan aroma wewangian di mobil ini. Kalau bisa mobil ini tidak perlu menggunakan wewangian, apalagi aromanya jeruk," ucap Caesa tanpa melepaskan tangannya menutup hidung.
Biasanya Ia tidak masalah dengan aroma wewangian di mobil tapi sekarang Ia benar-benar mual menciumnya.
"Nanti saya ganti," balas Arga, menoleh sekilas pada Caesa.
"Dan satu lagi, aku tidak suka kau berlaku kurang ajar dengan ku. Apa kau tidak membaca surat perjanjian yang dibuat Alex?"
Arga menghela napas berat." Ya, saya membacanya. Tapi, kau istri saya, apapun yang saya lakukan asalkan tidak menyakitimu, tidak akan menjadi masalah bagi Alex. Pernikahan ini tetap sakral dan sah meski diniatkan untuk sebuah tujuan."
Bibir Caesa langsung tertutup rapat mendengar ucapan yang Arga lontarkan. Ia merasa pria itu tengah menyindirnya. Arga tersenyum tipis melihat keterdiaman istrinya. Mobil yang keduanya tumpangi sudah memasuki area mansion.
Caesa langsung turun dari mobil dan meninggalkan Arga tanpa mengucapkan sepatah katapun, karna mereka berdua tidak sedekat itu untuk bicara sekedar basa-basi. Langkah wanita itu terhenti ketika sudah memasuki mansion.
Caesa tersentak ketika langsung di sambut oleh pelukan hangat dari Alex. Pria itu juga mencium kening Caesa dengan segala kerinduan yang menumpuk. Arga terdiam menatap pemandangan di depan matanya, tidak ada ekpresi apapun yang Arga berikan ketika Alex mencium istrinya kecuali sorot mata yang dingin dan raut wajah yang semakin datar.
"Sayang, aku sangat merindukan mu."
"Benarkah?"
Alex menatap heran pada Caesa yang seperti tak percaya dengan ucapannya. Dan dari nada bicara wanita itu tampak berbeda.
__ADS_1
"Kau kenapa, Sayang? Apa terjadi sesuatu selama aku pergi, hmm?" tanya Alex dengan nada lembutnya.
"Langsung ke intinya saja, siapa wanita yang memeluk mu di bandara tadi?"
Alex melebarkan matanya dan terkejut mendengar pertanyaan Caesa.
"Kau ke bandara?" Alex balik bertanya pada Caesa yang memutar bola matanya jengah.
Lagi, moodnya kembali memburuk. Gejolak panas di dadanya kembali terasa. Ia tidak suka basa-basi apalagi Alex balik bertanya seolah mengulur waktu untuk menjawab pertanyaannya.
"Terserah kau saja ingin menjawab atau tidak." Caesa melepaskan tangan Alex yang bertengger di pinggangnya. Hari ini badannya mendadak terasa sangat lelah dan saat ini Ia ingin menghempaskan badannya ke kasur.
Rasa cemburunya kalah dengan rasa lelah di badannya.
"Caesa tunggu, Sayang." Alex mencekal pergelangan Caesa yang sudah hendak beranjak pergi.
"Aku sangat mencintaimu, tidak mungkin aku berpaling darimu," sambungnya.
Caesa memalingkan wajahnya, menghindar dari tatapan teduh Alex yang selalu berhasil melemahkan hatinya. Sorot mata wanita itu tak sengaja menatap Arga yang masih diam mengamati keduanya. Ada desiran aneh dalam benaknya ketika melihat tatapan Arga padanya.
Caesa menyentak tangan Alex, hingga cekalan mantan suaminya terlepas.
"Aku lelah, jangan membahas ini dulu," ucap Caesa, setelahnya beranjak pergi dari hadapan Alex yang menatap sendu kepergian wanita itu.
•
__ADS_1
•
Caesa langsung mendudukkan dirinya di sisi ranjang dengan segala kekalutan yang melanda dirinya saat ini. Seharusnya Ia senang dengan penjelasan yang Alex berikan tidak sesuai yang Ia prasangka, kan. Tapi, melihat tatapan Arga padanya membuat hatinya tak karuan.
"Sayang..."
Caesa tersentak ketika Alex menyusulnya masuk ke dalam kamar. Ia mengira Arga yang akan datang ke kamar ini.
"Lepaskan aku Mas."
Caesa menguraikan pelukan Alex yang tiba-tiba mendekapnya.
"Kau kenapa? Biasanya kau selalu suka saat aku peluk. Kau masih marah?" tanya Alex.
Caesa menggeleng."Bukan masalah itu, tapi aroma tubuhmu tidak enak."
Wanita menggeser tubuhnya menjauh dari Alex. Rasanya benar-benar mual mencium aroma tubuh Alex yang begitu menyengat.
__________
Hei girl! Terima kasih sudah mampir
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like dan komen.
Jangan lupa mampir ke akun tik tok @khazana_va Di sana aku banyak mengupdate visual Arga dan Caesa.
__ADS_1
See you di part selanjutnya:)