Hanya Sebatas Suami Sewaan

Hanya Sebatas Suami Sewaan
Penguasa dunia bawah


__ADS_3

"Breaking news, polisi masih mengusut dan menyelidiki kasus narkotika dan menyeludupan senjata terlarang. Polisi menyakini bila pelaku masih berada di Indonesia. Saat ini identitas dan wajah pelaku masih belum di ketahui. Dan polisi sudah menetapkan bandar narkoba yang juga melakukan penyelundupan senjata api terlarang sebagai buronan."


"Semoga saja bandar narkoba itu lekas tertangkap."


"Yang aku dengar dia juga pernah melakukan pembunuhan pada seorang wanita tiga tahun yang lalu."


"Sangat mengerikan sekali. Mendengar ceritanya saja sudah membuat bulu kuduk ku bergidik."


Ucapan para pelayan yang tengah berada di paviliun terdengar jelas di kedua telinga Arga yang tak sengaja melewati ruangan itu. Senyuman lebar tersungging di bibir tebalnya.


"Sampai kapanpun polisi tidak akan bisa menangkap nya," gumam Arga dengan wajah menyeringainya.


Arga kembali melangkahkan kakinya keluar dari paviliun. Ia sedikit resah karna Caesa belum kembali ke mansion sedangkan saat ini langit sudah mulai menggelap. Pria itu terlihat berdecak kala sambungan telponnya tidak diangkat wanita tersebut.


"Ke mana dia?" gerutunya.


Di lain tempat Caesa memegang kepalanya yang terasa pusing. Hanya satu kali tegukan meminum wine sudah membuat dirinya hampir hilang kesadaran. Ayra menatap Caera dengan senyuman terselubung penuh maksud. Matanya memberikan lirikan mengkode pada dua pria yang sedari tadi memantau untuk mendekat.


"Kepalaku pusing sekali? Apa kau menaruh sesuatu dalam minuman ini?" tanya Caesa yang merasakan seluruh badannya melemas terutama kedua kalinya yang seolah tak sanggup berpijak ke lantai.


Pandangan matanya mulai meredup dan badannya hampir jatuh terjengkang ke belakang bila pria bertubuh besar itu tidak menahannya.


"Bawa dia ke hotel. Lucuti semua pakaiannya dan foto dia dalam keadaan telanjang dan salah satu diantara kalian tidur di sampingnya, seolah dia baru saja bercinta. Kirim hasil fotonya padaku," papar Ayra memerintah.


Dua pria itu mengangguk patuh. Sebelum kedua tangan pria itu menyentuh tubuh Caesa, suara tembakkan mengudara dari luar club. Semua yang berada dalam club itu berteriak-teriak histeris hingga berhamburan berlari keluar dari club melalui pintu belakang. Mereka semua takut bila para gerombolan polisi datang menggerebek tempat ini, mengingat club ini biasa dijadikan pesta narkoba dan juga tempat penjualan gadis-gadis muda.


Ayra menyorot ke arah segerombolan pria berpakaian serba hitam dengan satu pria berjalan di depan mereka, dan Ia menyakini itu pimpinan gerombolan pria berbaju serba hitam itu. Badan Ayra mendadak terguncang ketakutan. Di tambah mereka membawa senjata api.


"Aku tidak mungkin melarikan diri sementara tugasku belum selesai." batin Ayra.

__ADS_1


Dor!


"Akh...!!"


Salah satu pria yang tengah memegang tubuh Caesa langsung tumbang. Satu peluru tembus mengenai bagian bahu pria itu. Ayra yang melihat itu semakin dilanda ketakutan. Wajahnya mendadak pucat pasi, Ia mendongak ketika sosok pria bertubuh tegap itu kini berdiri di hadapannya.


"Uhuk...uhuk..."


Ayra terbatuk-batuk ketika pria itu langsung menghembuskan asap rokok dari mulutnya. Ia benci pria perokok!


"Kau terlalu berani melakukan tindakan seperti ini tanpa tahu akibatnya," ucap pria yang mengenakan kaca hitamnya dan itu membuat Ayra sulit mengenali wajah pria yang memiliki lekuk wajah terpahat sempurna terutama bagian rahangnya yang menonjol.


"I-ini bukan urusanmu! Pergi dari sini! Jangan ikut campur!" Ayra berusaha memberanikan dirinya membalas ucapan pria itu meski Ia terbata-bata saat berucap.


Pria itu terlihat terkekeh menyeramkan bagi para anak buahnya terutama Ayra yang tidak bisa menyembunyikan raut ketakutan dari wajahnya. Ia wanita yang akan melakukan apapun bila imbalannya uang dan sanggup mengkhianati temannya sendiri, Caesa.


"Ck, dia hanya wanita sampah yang di pungut oleh Alex!" Kali ini Ayra menyunggingkan senyuman nya seolah bangga dengan segala yang Ia ketahui tentang Caesa.


"Bawa dia." Andreas melirik Ayra yang langsung di pegang kedua tangannya oleh dua pria bertubuh kekar.


"Heh! Lepaskan aku!" Ayra berteriak dan memberontak ketika Ia di seret paksa keluar dari club.


Sementara sorot mata Andreas langsung mengarah pada Caesa. Kedua tangan kekarnya terulur menarik tubuh mungil itu dalam dekapannya dan menggendongnya. Sedangkan saat ini suasana dalam club mendadak senyap, tidak ada lagu-lagu disko setelah kedatangan Andreas. Siapa yang tidak mengenal pria penguasa dunia bawah dan tindak kriminalnya yang sudah Ia lakukan. Semua para penjahat dan gangster mengenalkannya.


Dengan hati-hati Ia memasukkan Caesa ke dalam mobil di jok depan.


"Apa anda akan membawanya ke mansion, Tuan?" tanya salah satu anak buah.


Andreas menggeleng."Tidak. Yang terpenting semua tugas yang aku berikan pada kalian, dijalankan serapi mungkin supaya polisi tidak mengetahui narkotika yang akan kita ekspor ke Amerika."

__ADS_1


"Siap, Tuan. Kami selalu melakukan yang terbaik termasuk yang anda perintahkan."


Andreas tersenyum tipis dan setelahnya masuk ke dalam mobil. Sebelum menjalankan mobilnya, Ia menatap ke arah sang istri.


"Kau wanita terbodoh yang aku kenal. Tapi menyukai nya." Senyuman penuh makna tercipta di bibir tebal nan sexy itu.




"Eugh..."


Caesa mulai tersadar, wanita itu melenguh dan langsung merasakan kepala yang pusing. Perlahan iris coklat berkilauan itu mulai terbuka. Keningnya mengkerut ketika merasa familiar dengan ruangan tempat Ia berada sekarang. Seingatnya Ia berada di club dengan Ayra.


"Akhirnya Nona sadar!" Suara pekikan pelayan wanita membuat Caesa sedikit tersentak kaget.


Pelayan yang baru masuk ke dalam kamar itu segera meletakkan nampan yang Ia bawa ke meja. Ia mendekat pada majikannya itu.


"Akhirnya Nona sadar. Kami sangat khawatir saat Arga membawa Nona dalam keadaan pingsan," papar pelayan wanita itu menatap penuh binar pada sang nona muda.


Sementara Caesa terdiam dengan kerutan dalam, seolah tengah berpikir keras.


______________


Hei girl! Terima kasih sudah mampir


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like dan komen untuk lanjut ke part selanjutnya


Jangan lupa mampir ke akun tik tok @khazana_va Di sana aku banyak mengupdate visual Arga dan Caesa.

__ADS_1


__ADS_2