
Caesa duduk bersandar di bahu ranjang dengan perasaan gelisah. Ia memikirkan ucapan Alex tentang perceraiannya dengan Arga. Seharusnya Ia senang berpisah dari pria itu dan kembali dalam pelukan Alex tapi ini sebaliknya. Hatinya di rundung kesedihan yang Ia sendiri bingung dengan keadaan yang Ia rasakan sekarang.
Alex tersenyum ketika masuk ke dalam kamar Caesa, sebelumnya Ia pergi keluar membelikan rujak buah yang wanita itu inginkan. Sementara Caesa masih dalam lamunannya tanpa menyadari kehadiran Alex.
"Sayang...kau memikirkan apa, hmm?"
Caesa tersentak ketika Alex memeluk tubuhnya dari samping. Wanita itu menghindar ketika Alex hendak mencium pipinya.
"Kau kenapa?" tanya Alex yang heran dengan sikap Caesa.
"Aku tidak suka dengan bau tubuh, Mas. Dan jangan menyentuh ataupun mencium ku. Aku masih resmi istri Arga," jawab Caesa tanpa sadar membuat percikan kemarahan dan kecemburuan mulai merambat dalam benak Alex.
Setelah mengucapkan itu Caesa memalingkan wajahnya dari Alex.
"Sebentar lagi kau akan bercerai dengan Arga. Omong kosong soal statusmu masih istri Arga. Aku sangat merindukanmu, Sayang."
Alex meletakkan kantong kresek yang Ia bawa ke atas meja dan mendudukkan dirinya di sisi ranjang. Ia menatap lembut ke arah wanita yang sebentar lagi akan kembali berstatus istrinya. Tangan Alex terulur menyentuh dagu Caesa, membuat wanita itu menatap mantan suaminya tersebut.
"Kita akan membangun keluarga yang sangat bahagia dengan anak yang kau kandung. Dan...berita kehamilan mu ini akan membuat mommy mengurungkan niatnya menjodohkan ku dengan Laura," ucap Alex, tersenyum lebar.
Caesa terdiam dengan tatapan bergulir. Alex mendekatkan wajahnya pada wanita tersebut, mengikis jarak diantara mereka berdua hingga hembusan napas mereka berdua saling beradu. Bibir mereka berdua hampir menyatu, namun...
__ADS_1
Ceklek
Suara pintu terbuka membuat perhatian keduanya teralihkan. Arga berdiri mematung di ambang pintu, menatap bergantian pada Caesa dan Alex dengan posisi yang begitu intim. Caesa langsung mendorong Alex hingga pria itu menjauh darinya. Ia tertunduk, ada rasa bersalah pada Arga yang masih menyorot mereka berdua.
"Ah, akhirnya kau datang juga," ucap Alex, memecahkan keheningan yang melanda beberapa saat.
Alex bangkit dari sisi ranjang dan melangkah mendekat pada Arga yang masih bergeming di tempat.
"Aku ingin memberitahumu bila Caesa positif hamil, dan itu artinya tugasmu sudah selesai."
Arga melirik tajam pada Alex yang tersenyum smirk. Binar bahagia terpancar dari wajah pria itu. Rasanya tak sabar kembali memadu kasih dengan Caesa dan merasakan tubuh wanita itu.
"Aku dan dia tidak akan bercerai." Ucapan yang terlontar dari mulut Arga, membuat Alex menajamkan matanya, seolah tak terima.
Ada secerca kebahagiaan dalam benak Caesa mendengar ucapan Arga. Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama, karna Alex akan melakukan apa saja demi mendapatkan sesuatu yang Ia inginkan.
"Itu hanya kertas dan sewaktu-waktu akan begitu mudah aku hancurkan."
"Aku mau mu, huh?!"
Alex menarik kasar kerah baju Arga, tatapan penuh permusuhan Ia berikan.
__ADS_1
"Kau hanya pelayan dan orang rendahan. Jangan berani-berani kau melawan ku. Atau kau akan hancur!" kecam Alex menatap penuh emosi pada Arga.
"Mas, lepaskan Arga..."
Caesa bangkit dari kasur dengan susah payah dan menarik lengan Alex agar melepaskan tangannya pada kerah baju suaminya.
"Tidak usah ikut campur Caesa!"
Alex mendorong Caesa yang langsung jatuh terjengkang ke lantai. Arga yang melihat itu langsung mendorong dan memberikan bogeman mentah pada Alex yang hampir tersungkur ke lantai.
Arga melangkah mendekat pada Caesa yang meringis kesakitan memegangi bagian perutnya. Belum sempat tangannya menyentuh Caesa, Alex menendang tulang kering Arga yang jatuh bersimpuh ke lantai.
"Mas, sudah..!" teriak Caesa serak.
____________
Hei girl! Terima kasih sudah mampir
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like dan komen.
Jangan lupa mampir ke akun tik tok @khazana_va Di sana aku banyak mengupdate visual Arga dan Caesa.
__ADS_1
See you di part selanjutnya:)