
Caesa langsung turun ketika mobil yang Ia tumpangi sudah sampai di bandara. Senyuman yang mengembang dan wajah berbinar-binar, Ia tak sabar bertemu dengan Alex. Tentu, pria itu akan terkejut bila Ia ikut menjemput.
Arga menatap Caesa yang sudah masuk ke dalam bandara dan meninggalkannya begitu saja. Ia melangkah dengan santai menyusul sang istri. Derap langkah tegas penuh wibawa, sorot mata hitamnya lurus ke depan. Meski begitu para wanita akan tetap menganggap Arga hanya pria biasa dengan wajah yang terbiasa saja sedangkan wajah rupawannya Ia tutupi.
Caesa semakin mempercepat langkah kakinya ketika melihat seluit seperti Alex. Beberapa langkah lagi Ia akan menghampiri pria tersebut.
"Alex, aku sangat merindukanmu."
Caesa menghentikan langkah kakinya, badannya mendadak kaku, dan matanya berkedut melihat bagaimana seorang wanita memeluk Alex. Wanita tinggi sempai dan memiliki lekuk tubuh yang begitu sexy tersebut memeluk mantan suaminya yang juga membalas pelukannya.
Dada Caesa langsung bergemuruh. Tanpa sadar kedua tangannya meremas buket bunga yang Ia pegang sekarang.
"Kenapa diam saja?" ucap Arga yang kini berdiri di samping sang istri.
Sungguh, ekpresi wajah Caesa yang terlihat marah menjadi hiburan tersendiri bagi Arga. Pria itu menyelipkan tangan kanannya di dalam kantong celana sambil memandangi dua orang yang saling berbagi kehangatan melalui sebuah pelukan.
"Antar aku pulang!" sarkas Caesa, tanpa menunggu jawaban dari suaminya Ia langsung berbalik badan dan melangkah meninggalkan dua orang yang belum menyadari kehadirannya.
Sesak, itu yang saat ini Caesa rasakan dalam rongga dadanya. Ia membuang kasar buket bunga yang sudah tak berbentuk lagi ke bak sampah. Sementara Arga mengikuti dari belakang dengan senyuman menyeringai.
"Lepaskan aku, Laura!" bentak Alex mendorong Laura hingga pelukan wanita itu terlepas.
Alex memberikan kilatan tajam pada wanita yang mengenakan dress yang sangat minim tersebut.
"Aku sangat merindukanmu, Lex. Sudah lama kita tidak bertemu." Laura menekuk wajahnya dengan semburat kesedihan seolah dibuat-buat bagi Alex yang melihatnya.
Pria itu berdecih sinis. Ia menatap ke arah lain dan merogoh saku celana mengambil ponselnya untuk menghubungi Arga yang sudah hampir satu jam tidak datang menjemputnya.
Suara dering ponsel yang bergetar di saku celana tak mengalihkan perhatian Arga yang fokus menyetir dan mencuri pandang pada Caesa yang terus memasang wajah merengutnya. Kedua tangan wanita itu terkepal.
__ADS_1
Dengan sengaja Arga mematikan sambungan telpon dari Alex. Tanpa melihat nama sang penelpon Ia sudah tahu yang menghubunginya.
"Ingin langsung pulang atau kita__"
"Diam!" Caesa melotot tajam pada Arga yang menaikkan satu alisnya, heran dengan sikap wanita tersebut.
Caesa kembali menatap lurus ke depan, kedua tangannya terlipat di depan dada. Ia paling tidak suka saat suasana hatinya sedang memburuk di ajak bicara. Ia butuh waktu untuk menenangkan dirinya saat ini. Pemandangan yang Ia lihat di bandara tadi benar-benar membuat hatinya sakit dan badannya terasa lemas.
Arga menjalankan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata, membelah jalanan yang lengang oleh pengendara yang lain. Dan sepanjang perjalanan Caesa hanya melamun merasakan gemuruh di hatinya yang bergejolak.
"Kenapa kita ke sini?" Caesa tampak terkejut ketika Arga menghentikan mobilnya di tempat yang cukup sunyi. Ia menoleh ke arah suaminya yang sudah turun lebih dulu dari mobil.
Suara deburan ombak dan hembusan angin pantai menerpa permukaan kulit Arga yang saat ini menatap lurus pada lautan yang tak ada ujungnya itu. Ia menoleh ke belakang, Caesa menyusulnya. Wanita terlihat menggerutu saat melangkah mendekat padanya.
"Aku ingin pulang bukannya ke sini!"
Caesa mendengus-dengus menatap suaminya. Sedangkan Arga tersenyum tipis.
"Tidak! Aku ingin pulang. Apa kau tidak tahu saat ini mood ku benar-benar buruk," ucap Caesa tanpa mengalihkan pandangannya dari Arga yang terlihat menikmati pemandangan pantai di sore hari saat ini dan tak menggubris ucapannya.
"Terserah kau saja!" Caesa mendudukkan dirinya di atas pasir coklat. Mata coklat berair itu menatap lautan yang menggulung ombak dan menghempaskannya ke tepi pantai.
"Apa kau sangat mencintai Alex?" tanya Arga tanpa ada embel-embel tuan Alex.
Caesa mengkerutkan keningnya, Ia sedikit heran dengan pertanyaan sopir pribadi mantan suaminya.
"Memangnya kenapa?" Caesa balik bertanya.
Arga ikut mendudukkan dirinya di samping Caesa sebelum menjawab pertanyaan tersebut.
__ADS_1
"Saya hanya ingin tahu saja."
"Iya, aku sangat mencintainya dan sebaliknya Alex juga mencintaiku. Dia sosok suami dan pria yang sangat baik untukku meski sedikit menyebalkan dan membuatku kesal. Tapi, untuk pertama kalinya dia mengecewakan ku."
Pelupuk mata Caesa mulai berair, kedua tangannya meremas pasir yang Ia genggam sekarang. Wanita itu tertunduk dengan perasaan perih yang menusuk-nusuk.
"Aku rela menikah denganmu agar bisa mendapatkan anak dan membahagiakan dia," sambungnya.
Kini, air mata yang di tahan-tahan akhirnya merembes membasahi pipi putih pucat itu.
"Hiks...kenapa sangat sakit sekali." Caesa memukul-mukul bagian dadanya.
"Jangan bertindak bodoh seperti ini dengan menyakiti dirimu!" Arga mencekal kedua tangan Caesa yang semakin menjadi-jadi dalam tangisnya.
Wanita itu langsung menubruk tubuh kekar Arga, memeluk erat tubuh suaminya. Arga pun tak kalah erat memeluk tubuh mungil istrinya, mencium pucuk kepala wanita itu. Pantai di sore hari dengan suara deburan ombak dan hembusan angin mendukung suasana.
Arga sedikit menundukkan kepalanya dan langsung memagut bibir Caesa yang terkejut. Wanita itu memberontak dengan cumbuan Arga yang semakin kuat. Menyesap sari-sari manis bibir istrinya.
"Lepashmm...."
Ini yang paling Ia benci dari Arga, pria itu selalu menyerang dirinya mendadak. Caesa berusaha tidak terbuai dengan cumbuan Arga dan semakin mendorong tubuh kekar itu hingga tautan bibir mereka berdua terlepas.
"Sialan kau!" Caesa mengusap jijik bibirnya yang membengkak.
_____________
Hei girl! Terima kasih sudah mampir
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like dan komen.
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke akun tik tok @khazana_va Di sana aku banyak mengupdate visual Arga dan Caesa.
See you di part selanjutnya:)