Hanya Sebatas Suami Sewaan

Hanya Sebatas Suami Sewaan
Maafkan aku


__ADS_3

"Sekarang kau pilih siapa, aku atau dia, Caesa?!" ucap Alex dengan suara lantang dan menatap Arga dengan sorot mata yang menusuk.


"Jika kau memilih dia, kau harus ingat bila aku merupakan orang yang berperan penting dalam hidupmu. Andai aku tidak menjadikanmu istri, kau tidak akan di posisi ini. Harta, cinta, kehormatan dan kasih sayang yang aku berikan apakah kau bisa mengembalikannya? Aku yang lebih lama membersamaimu dibanding Arga yang hanya cinta semu dan orang baru di hidupmu!" sambung Alex.


Caesa mengerjapkan matanya, hawa panas mulai terasa di matanya. Pelupuk matanya mulai berair mengingat masa-masa saat bersama Alex sebelum mereka berdua menikah. Wanita itu mendongak menatap Arga.


Jujur, dalam hati yang terdalam Ia ingin bersama Arga. Tapi, Ia tidak mungkin egois dan melupakan semua kebaikan Alex padanya, karna pria itu menjadi cinta pertamanya dan orang yang selalu ada untuknya.


Arga membalas tatapan Caesa yang tampak jelas dari sorot matanya sangat kebingungan memilih dua pria yang berhasil mengisi relung hatinya.


"Pilihlah dengan hatimu bukan karna kebaikan yang diberikan padamu. Karna orang yang mencintaimu dengan tulus tidak mungkin akan mengungkit-ungkit hal itu," timpal Arga dan itu membuat Caesa semakin kebingungan.


Arga mengusap lembut tangan sang istri yang masih melingkar di pinggangnya. Sementara tatapan Alex semakin menajam melihat pemandangan di depan matanya dengan perasaan sakit.


"A-aku..." Caesa menatap Alex yang sedikit mengulas senyum, berharap wanita itu akan memilihnya."Aku memilih Arga, karna dia suamiku dan aku harus ikut ke manapun dia pergi. Maafkan aku Mas Alex...


Setelah mengucapkan itu, air mata langsung meluncur bebas dari kedua sudut mata Caesa. Tiba-tiba rasa sesak mulai menghantam dadanya. Sedangkan Arga mengulas senyuman lebar penuh kebahagiaan dan kemenangan.


Tubuh Alex menegang, pelupuk matanya mulai berair. Hatinya terasa perih dan tercabik-cabik dengan keputusan Caesa yang tak di sangka-sangka. Wanita yang sangat mencintainya, kini memilih sopir rendahan itu saat separuh hidupnya mulai hancur. Tatapan kosong Alex membuat Caesa semakin bersalah.


"Ayo kita pergi..."


Arga menuntun Caesa pergi dari sana meninggalkan Alex. Wanita itu melangkah dengan hati yang berat meninggalkan mantan suaminya. Kenang-kenangan manis bersama Alex tiba-tiba muncul di kepalanya, berputar-putar seperti kaset rusak dan itu membuat rasa bersalah di hati Caesa semakin membesar.

__ADS_1


"Jangan lihat ke belakang, itu akan membuatmu semakin berat meninggalkannya," ucap Arga dan Caesa mendongak menatap suaminya.


Pria itu membawa masuk Caesa ke dalam mobilnya. Dan meninggalkan tempat itu. Air hujan mendadak turun dan membasahi tempat di mana Alex masih terdiam seperti patung. Ia masih tidak percaya telah kehilangan Caesa.


"CAESA...!!" Teriakan Alex menggelegar di bawah guyuran hujan yang cukup deras disertai guntur dan angin yang kencang.


Di dalam mobil, Caesa menangis sesegukan dan sesekali menengok ke belakang. Tubuh wanita itu bergetar, dan Arga mendekap tubuh sang istri. Pria itu mencium cukup lama kening Caesa yang berlumuran keringat.


Sedangkan Hendrik melirik keduanya dari kaca spion mobil dalam. Senyuman terukir di bibir tipisnya melihat Arga akhirnya membawa seorang wanita dalam kehidupannya setelah memilih untuk menyendiri.


"Apa aku wanita yang jahat dan egois karna lebih mementingkan perasaan sendiri?"


Caesa mendongak menatap Arga, meminta pendapat tentang keputusannya ini.


Arga kembali mengecup kening Caesa dan semakin erat memeluk tubuh mungil itu dalam dekapan hangatnya.




Mobil yang dikendarai Hendrik melesat sangat cepat, menembus guyuran hujan yang sangat deras. Mobil hitam lamborghini itu mulai memasuki kawasan hutan dengan jalan yang dilapisi batu bata yang tertutup daun-daun berguguran. Hutan yang begitu gelap, menyeramkan dan terdengar suara-suara hewan malam.


Arga mengusap lembut bahu Caesa, wanita itu tertidur pulas dengan sisa-sisa air mata di wajahnya. Kedua tangannya melingkar di pinggang sang suami.

__ADS_1


"Akan kau apakah data perusahaan yang kita curi itu?" tanya Hendrik ketika mobil hampir sampai di mansion.


"Tidak usah membahas itu dulu," balas Arga. Saat ini Ia tidak ingin dibebani masalah pekerjaan apapun itu.


Hendrik menghela napas berat dan kembali fokus menyetir mobil. Pintu gerbang yang menjulang tinggi, kini terbuka lebar saat mobil Arga sudah sampai. Para pria dengan pakaian hitam menundukkan kepalanya saat mobil melewati mereka.


Arga keluar dari mobil membawa Caesa yang tampak tak terganggu dengan suara bisik di sekitarnya. Pria itu membawa Caesa menuju ke kamar lantai atas yang berdampingan dengan kamarnya.




Merlin mengusap kasar air matanya dengan raut wajah penuh kekhawatiran. Ia baru saja di telpon pelayan, bila Alex dilarikan ke rumah sakit setelah di temukan jatuh tak sadarkan diri di teras mansion dengan keadaan badan basah kuyup.


"Kau kenapa, Nak?" gumam Merlin yang kini duduk di samping brankar tempat Alex berbaring sekarang.


____________


Hei girl! Terima kasih sudah mampir


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberikan like dan komen


Jangan lupa mampir ke akun tik tok @khazana_va Di sana aku banyak mengupdate visual Arga dan Caesa.

__ADS_1


See you di part selanjutnya:)


__ADS_2