
Putri Eloys berlari menuruni tangga, mengabaikan hiruk-pikuk pagi itu, dimana Para Nefendril sibuk menyiapkan sarapan, dan beberapa yang sedang berlatih memanah serta berpedang. Dia menemukan Luisa yang hendak menyapanya namun dia tak ada waktu untuk sekedar memperhatikan Nefendril itu. Yang ada dibenaknya adalah segera menemukan Eriez.
Namun sebelum sempat dia mencapai pintu gerbang utama, Frei mendadak muncul di depannya. Menatapnya tajam.
“Permisi, Tuan…”,
“Kau tak akan menyusulnya kan, Yang Mulia?”,
“Memangnya dia kemana?”, Putri Eloys mengerutkan kening.
Frei mendekatinya, “Dia mengajak lima serigalanya berburu. Karena sudah beberapa hari kalian disini, mereka tak bisa berburu.”,
“Aku harus menemuinya…”,
Frei mencekal lengan Putri Eloys, “Dia akan kembali, dia sudah tau semuanya. Tak perlu khawatir.”.
Mata Putri Eloys membulat karena terkejut, “Tahu?”, tanyanya.
Frei mengangguk, “Teshra sudah memberitahunya pagi tadi, Nefrisa juga menemui naga itu.”.
Putri Eloys menunduk, dia tak bisa membayangkan kesedihan yang dialami kekasihnya itu.
Frei mengelus bahunya lembut, “Ayahnya telah lama tinggal bersama kami, sejak kami pindah dari Oppresoi kemari. Awalnya kami tak yakin bahwa dia ada di pihak kami dan Tanah Tan. Namun dia bersumpah bahwa dia hanya setia pada Tanah Tan, dan tak ingin terlibat dengan Pangeran Alendril serta kekuatan hitamnya. Dia benar-benar membuktikan kesetiannya, bahkan kami merasa bahwa dia jauh lebih pantas menjadi Pemimpin kami daripada Olexa yang agak egois kala itu.”,
“Tanus, namanya. Dia pemimpin kaum Sementy. Dia dipilih Para Dewa menjadi Pemimpin Sementy karena dia memiliki kesetiaan dan rasa kasih sayang yang tinggi. Yang tak ada pada diri kaum Sementy lainnya. Kami hidup bersama, dan kami tak pernah menganggapnya berbeda. Hingga suatu hari dia mengatakan akan menikahi manusia, dan merelakan umur abadinya. Kami tahu dia menikah dengan siapa, yaitu Putri dari Peramal Terkenal, yang adalah juga sahabat dari Ksatria kami, Raja Brian. Peramal Harold adalah orang yang sangat menyayangi keluarga dan juga setia pada tanah ini. Semoga dia mendapat tempat terbaik di alam sana.”, Frei mengakhiri ceritanya.
Putri Eloys masih diam, dia ingin sekali ada di sisi Eriez sekarang, dan membesarkan hatinya. Pasti tak mudah menerima kenyataan, kematian satu-satunya keluarga dan juga mengetahui bahwa dia adalah keturunan kaum yang dimusnahkan dalam keadaan terhina itu.
Frei mendekati gadis itu, “Lelaki membutuhkan waktu untuk sendiri saat mereka ada masalah, jadi hormatilah keputusannya.”, bisiknya.
Lily menemui Sam di kamar Teshra. Selama Sam masih bermasalah, Teshra memilih berada di kamar Frei dan membiarkan pemuda itu merenung sampai dia puas, tanpa gangguan darinya.
“Aku masih heran kenapa Teshra menyembunyikannya dariku.”, Sam menatap Lily yang berjalan menuju ke arahnya.
“Dia mungkin hanya tak tahu harus menceritakan mulai dari mana atau apa saja yang kira-kira perlu diceritakan.”, Lily mengelus bahunya.
Sam mendesah, “Harusnya dia menceritakan semua saja, sehingga aku tak kecewa dan sakit hati karena mengetahuinya dari orang lain yang adalah musuh sendiri. Dan lagi…”, Sam mendongak menatap Lily yang berdiri di hadapannya, “…bagaimana dengan…yah kau tahu, apa yang telah Ayahku lakukan.”, suaranya memelan sedih.
Lily tersenyum, lalu duduk di samping Sam, “Aku yakin Ayahku pun tak akan mempermasalahkannya..”,
Sam memotong, “Tapi Ibumu…”, Lily menyentuh bibir Sam dengan jari telunjuknya, mengisyaratkan pemuda itu untuk diam.
“Dengar, aku tahu itu adalah hal yang menyakitkan, mengetahui bahwa jiwa Ibuku dikorbankan untuk membangkitkan kekuatan jahat yang saat ini akan kita perangi. Aku yang tumbuh tanpa kasih sayang Ibu. Dan Ayahku yang kesepian tanpa cinta dari Ibuku. Namun…”, Lily memegang kedua pipi Sam, “…melihat apa yang ada di balik kejadian ini, aku merasa bahwa kematian Ibuku tak sia-sia. Aku sempat merasa bahwa jika orang-orang tahu pengorbanan Ibuku melepaskan nyawanya meskipun diluar kehendaknya, maka mereka akan membenci Ibuku sebab jiwanya itu menjadi awal dari kebangkitan wujud sempurna Jadze di dunia kita.”,
“Namun aku berpikir ulang, dan menganggap tak perlu menjadikan Ibuku tokoh atau kematiannya adalah hal yang perlu diketahui siapapun, sebab aku lebih merasa tenang mengetahui bahwa dengan dipilihnya Ibuku yang harus kehilangan nyawanya, ada hal-hal yang bisa dilindungi untuk menjadi sesuatu yang berguna saat ini. Sehingga…yah, aku ikhlas dengan apa yang terjadi. Kau tak perlu merasa berdosa untuk dirimu, Ayahmu, atau siapapun.”.
Sam menatap iris jade Lily, dia tak menyangka gadis itu memiliki hati yang sangat mulia. Di balik tingkahnya yang kadang keras kepala dan tak sopan, serta kesan tomboy yang dimilikinya, dia memiliki hati yang sangat lembut.
Sam tersenyum, “Apa itu hal yang berguna saat ini?”.
Lily menarik nafas dan menghembuskannya pelan, “Pertama, Ratu Marry tidak meninggal, sehingga Putri Eloys yang menyimpan kekuatan Roh Nefrisa mampu mendapatkan kasih sayang dan tumbuh dengan figur Ibu di sampingnya, sehingga dia bisa tumbuh menjadi perempuan berhati lembut, penuh kasih sayang, dan membuat kekuatan tersebut dapat bertahan kuat dalam dirinya. Selain itu, Raja Julius juga tak kehilangan sosok yang akan terus mendukungnya jatuh dan bangun membangun negara ini, karena apa yang menimpa Raja Brian saat kehilangan Ratu Floin, membuat negeri ini menemui titik terlemahnya, jatuhnya perekonomian dan juga mengendurnya hubungan persahabatan dengan Bangsawan-Bangsawan di Tanah Kressia. Aku sudah membaca itu di buku sejarah. Sosok Ratu yang meninggal juga akan meninggalkan luka mendalam bagi siapapun, terlebih rakyat. Sedangkan Ibuku, mungkin hanya aku dan Ayahku yang akan mengalami kesedihan itu.”,
“Dan yang kedua, yang terpenting adalah bahwa apa yang dilakukan Ayahmu untuk melemparkan kutukan itu darimu, menurutku itu langkah yang sangat tepat. Karena tanpa kau disini, kami tak mungkin berkumpul.”.
Lily tersenyum, “Kau harapan kami. Kau yang akan memimpin kami memerangi dan menyegel kekuatan jahat selama-lamanya. Kau yang membawa kekuatan Hati Zamrud Yang Mulia. Kau yang akan mendampingi Raja Leon berjuang. Hanya kau yang bisa menunggangi Teshra dan menyatukan kekuatan dengannya. Dan lagi…”,
Lily menyibakkan poni di kening Sam dengan lembut, “…aku bersyukur kau ada di sini, mencintaiku, dan melindungiku. Ibuku akan terus ada dalam hatiku, selamanya. Dan kuharap kau akan terus menemaniku, selamanya juga...”.
Sam tersenyum, mengecup lembut kening Lily, “Terima kasih.”, bisiknya kemudian.
__ADS_1
Remedy menatap sendu Perdana Menteri Frank yang menangis setelah menceritakan semua tentang yang terjadi 22 tahun lalu, yang menyebabkan Lily harus kehilangan Ibunya.
“Aku minta maaf…aku benar-benar minta maaf..aku…aku..”, Frank tak mampu melanjutkan kata-katanya. Isakan tangisnya makin kuat. Remedy melangkah maju lalu mengelus lembut bahu Frank.
“Tuan, sudahlah. Itu semua sudah terjadi. Dan saya tak mempermasalahkannya…”.
Frank menatapnya terkejut. Remedy tersenyum, lalu menatap langit, “Saya yakin Lily pun demikian. Kerena kami memahami, bahwa jika bukan istri saya, jika itu Ratu Marry, atau putra Anda, maka semuanya akan buruk. Sebab saat ini yang bisa menguatkan Yang Mulia Raja adalah Ratu Marry, dan yang menjadi harapan kita semua untuk terbebas dari belenggu kekuatan hitam adalah putra Anda, Tuan.”.
Frank tak mampu menahan diri, dipeluknya Remedy. Tentu saja itu membuat Kepala Pelayan itu terkejut, namun dia segera mengendalikan diri.
“Harapan saya sekarang adalah semua ini akan berakhir, dan anak-anak kita bisa hidup bahagia selamanya.”, gumam Remedy pelan.
Pangeran Alendril menatap pasukan berisi jutaan Orb dan Illio di depan matanya. Mereka semakin berkembang dengan pesat, karena semakin kuat kekuatan hitam, maka akan semakin memudahkan untuk memperbanyak jumlah mereka.
Lelaki itu kemudian menatap pedang di tangannya. Pedang yang sering dipakai Jadze itu adalah pedang milik Ibunya, pusaka kaum Sementy bernama Joulath. Pedang yang mampu memancarkan cahaya sekaligus petir, yang menjadi kebanggaan kaum Sementy.
Ibunya sangat mencintai Raja Visius hingga rela menyerahkan keabadiannya untuk ditukar dengan umur fana. Hingga sampai akhir hayat, Ibunya masih mencintai Raja Visius, dengan berpesan pada Alendril untuk terus membersamai Ayahnya membangun negeri ini.
Alendril mendecih pelan, ‘apa yang begitu nikmat dengan sesuatu bernama cinta’, pikirnya. Dia tak pernah memikirkan tentang hal itu. Bahkan saat adiknya, Voctorius, jatuh cinta dan menikah dengan Putri dari Kressia, dia merasa itu hanya membuang-buang waktu. Dan satu persatu adik-adiknya menikah, dia masih diam dan tak berniat menikah.
Matanya menatap Jadze yang tengah berpidato di depan pasukannya, wanita yang memiliki tubuh Ibunya. Dia selalu menginginkan melihat ini, melihat Ibunya kembali bicara, kembali berjalan, dan kembali melakukan aktivitas layaknya manusia hidup.
Namun hatinya tak bisa berbohong bahwa wanita itu bukan Ibunya. Hanya kekuatan jahat yang dipadukan dengan jiwa murni manusia yang dikorbankan, yaitu jiwa Ibunya Lily, mengisi tubuh kosong tersebut.
Ada rasa kesepian yang mendadak menghampirinya, dan dia merindukan Voctorius, Ibunya, bahkan Ayahnya. Lalu dia segera menggelengkan kepala, ‘itu semua sudah berlalu’, pikirnya.
Kemudian dia melangkah menghampiri Jadze, berbisik lirih, “Persiapkan mereka untuk melakukanya besok.”. Dan Jadze membalasnya dengan senyum bengis.
“E..Eloys..ada apa ini?”, tanya pemuda itu kaget.
Putri Eloys mendongak, menatapnya dengan mata basah, lalu menggeleng, “Tidak. Aku hanya…merindukanmu.”, bisiknya.
Eriez tersenyum, dia tahu bahwa gadis itu pasti mengkhawatirkan keadaannya.
Dia membelai punggung kekasihnya itu dengan lembut, “Dengar. Sejak pertama kali sudah kuputuskan aku berdiri di sisi mana, dan aku tak akan pernah mengganti keputusanku. Apalagi aku harus membalaskan kematian Kakekku juga bukan?”, bisiknya.
Putri Eloys mengangguk, “Aku tahu.”, lalu meletakkan kepalanya di dada Eriez.
Raja Leon menatap Naga Ambernya, lalu menatap langit. Frank yang masuk ke dalam ruangan meminta izin padanya untuk berbicara,
“Anda memanggil saya, Yang Mulia?’, tanya Perdana Menteri itu sambil membungkuk hormat.
Raja Leon berbalik menghadap Frank lalu tersenyum, “Frank, aku ingin kau tetap di dalam Istana. Kau tahu, kita kecolongan saat Orb menyerang Istana. Mereka berhasil membunuh Peramal Harold yang harusnya bisa kita lindungi. Dan aku tak mau hal yang sama terulang, pada seluruh keluargaku di Istana ini.”.
Mata Frank membulat kaget, namun sebelum sempat mengeluarkan kata protes, Raja muda itu sudah melanjutkan lagi perkataannya, “Dengan kemampuan taktik perangmu, kecerdasan otak dan siasatmu, serta kemampuanmu bertahun-tahun menjadi kepala kepemimpinan negeri ini, maka aku membutuhkanmu untuk menjadi benteng terakhir, melindungi Istana, dan semua yang ada disini, termasuk Ratu Marry.”,
“Aku akan maju bersama pasukanku, dan Pangeran Theo sebagai Panglima Perangku. Kami akan bergabung dengan Sam, Teshra, dan pasukan Nefendril. Kami akan berada di depan melawan mereka, sehingga jika terjadi sesuatu denganku…aku harap kau langsung mengambil alih posisiku.”,
“Tapi, Yang Mulia…”, Frank memotong,
“Ini perintah mutlak Raja. Dan kau tak berhak melawannya atau penjara seumur hidup sebagai hukumannya.”, Raja Leon lalu mengalungkan Naga Amber di lehernya, cahaya batu tersebut berpendar sangat kuat.
__ADS_1
“Sampaikan pada pengawal pribadiku, untuk menyiapkan baju perang terbaik milik Ayahku, dan Pedang Hitam Raja Visius. Bisa jadi ini adalah perang terakhirku, maka aku ingin berperang dengan pedang legendaris itu.”, Raja Leon tersenyum pada Frank. Ini pertama kalinya pemuda berusia 28 tahun itu tersenyum sangat manis dan hangat, wajah rupawannya terlihat lebih berkharisma. Dan Frank akhirnya mengangguk lemah.
Teshra melangkah menuju ke tengah ruangan. Para Nefendril, Putri Eloys, Eriez, dan kelima serigala telah berada di sana. Tak melihat ada Sam di antara mereka, membuat Teshra mendesah.
“Aku akan mengumumkan beberapa hal penting.”, Teshra mulai berbicara. “Yang pertama adalah, pasukan Jadze mulai bersiap menyerang. Mereka memiliki jutaan Orb dan Illio dengan kekuatan yang luar biasa ganas. Orb memiliki kelemahan pada Pemimpinnya, jika pemimpin kelompok mati, maka kelompok tersebut akan ikut hangus. Sedangkan Illio yang terkenal dengan kegesitannya lemah pada penciuman, kalian bisa sembunyi di tempat-tempat yang tak terjangkau pandangan mata mereka jika terdesak. Dan yang kedua, kita telah kehilangan peramal legendaris kita, Peramal Harold yang dibunuh oleh mereka.”.
Para Nefendril mulai sedikit riuh, membicarakan kematian Peramal Harold dengan ekspresi kesedihan yang mendalam. Putri Eloys menatap Eriez yang masih diam, namun wajahnya terlihat tegar. Diraihnya tangan Eriez dan digenggamnya erat. Mereka berdua saling bertukar senyum, menguatkan satu sama lain.
Teshra kembali melanjutkan dengan suara menggelegar, membuyarkan keriuhan Para Nefendril, “Nanti malam aku, Putri Eloys dan Nefrisa akan menggabungkan kekuatan dengan Hati Zamrud. Kami akan membangun pertahanan yang kuat untuk melakukan perlawanan pada mereka nanti. Jauh di Istana, Yang Mulia Raja Leon telah membangun pasukannya dan mereka akan bergerak bersama kita besok, setelah menerima tanda dari Frei lewat Neolath yang digenggam Frank Putra Rennet.”,
“Yang Mulia Putri Eloys akan berkuda bersama Lily, didampingi Eriez dan kelima serigala serta lima belas Nefendril termasuk Luisa. Frei akan menjadi Panglima Perang kaum Nefendril. Dan aku…”, Teshra menatap langit-langit, dia tak tahu harus melanjutkan perkataannya atau tidak, karena Sam tak ada di ruang tersebut.
“Teshra bersamaku akan terbang langsung menuju Jadze dan naganya.”, tiba-tiba suara Sam menggelegar dari arah pintu gerbang. Semua hadirin menatapnya. Sam, dengan Lily di sampingnya, menggenggam pedangnya dengan kuat, dan Hati Zamrud berpendar sangat cerah menawan di dadanya.
Teshra terkekeh, “Kukira kau takut dan melarikan diri.”, sindirnya, membuat Frei ikut tersenyum. Sam mendecih, dia kemudian melangkah menuju ke Teshra, diikuti Lily.
“Kau salah jika yang kau sangka demikian adalah aku, Naga Bodoh!”, tunjuk Sam ke arah kepala naga hitam itu yang sontak membuat Para Nefendril kembali riuh, mendiskusikan tentang keberanian Sam membodoh-bodohkan Teshra, Sang Raja Naga.
Namun Teshra justru tertawa, dan menundukkan kepalanya hormat, “Aku siap berperang bersamamu, Ksatria Yang Agung.”.
Sam membalasnya dengan senyuman.
Ada kekuatan bernama Cinta. Dia adalah penyembuh sekaligus pencegah apa yang disebut dendam. Dengan Cinta, seseorang akan bisa terhindar dan juga bisa sembuh dari dendam. Namun Cinta yang teramat kuat, bisa membutakan mata hati dan menjadi racun bernama dendam.
Dahulu kala, ada lelaki yang tampan, cerdas, kuat, dan penuh dengan cinta. Kepada Ayahnya dia ingin buktikan rasa cintanya dengan mampu menjadi calon penerus ideal yang diharapkan Ayahnya tersebut. Kepada Ibunya dia ingin buktikan rasa cintanya dengan pengabdian bahwa apa yang dialami Ibunya akan bisa dibalas dengan setimpal. Kepada Adiknya dia ingin buktikan rasa cintanya dengan mengajarkan keadilan yang sempurna kepada mereka yang telah diberlakukan tak adil, termasuk dirinya. Pada kaumnya, dia ingin buktikan rasa cintanya dengan membalaskan apa yang telah dihinakan pada mereka. Dan kini, kepada tanah ini, pada semuanya, dia ingin buktikan rasa cintanya, bahwa dia tak akan berhenti, sebelum dia mampu mengembalikan keadilan yang pantas dia miliki, dan mengajarkan bahwa ketidakadilan yang terjadi di masa lalu adalah hal buruk yang bisa menjadi kutukan di masa depan.
Sesungguhnya lelaki itu dipenuhi rasa cinta yang teramat dalam, namun kedalaman cinta membuatnya lupa diri, buta, dan hilang arah. Dia membutuhkan kasih sayang, namun tak ada uluran tangan untuknya. Dia membutuhkan pelukan, namun semua menjauhinya. Itu menurutnya.
Dia…hanya butuh cinta yang mempu menyembuhkan. Dan mengirimnya selamanya ke kedamaian.
Putri Eloys membuka matanya, dia menemukan Lily, Sam, Nefrisa dan Teshra yang berwujud seorang lelaki ada di depannya. Mereka ada di Dunia Nefrisa. Hati Zamrud berada di tengah-tengah mereka, melayang dan berpendar indah.
Nefrisa lalu maju meraih tangan Putri Eloys di bawah Hati Zamrud, membuat Hati Zamrud berpendar semakin kuat dan cahayanya makin membesar. Lalu Teshra dalam wujud laki-lakinya bergabung, meletakkan kedua tangan di atas tangan Putri Eloys dan Nefrisa. Membuat Hati Zamrud mengeluarkan cahaya kehijauan yang membundar, besar dan melingkupi mereka.
Terakhir, Sam dan Lily berpegangan tangan, membuat Hati Zamrud dan semua cahayanya masuk dan terserap ke dalam diri mereka berdua.
Suasana menjadi hening, aroma harum dan sensasi hangat kembali menyapa.
“Inti kekuatan Jadze ada pada jantungnya. Pangeran Alendril menanamkan pecahan kekuatan Naga Amber di jantung tubuh Ratu Kristelle itu. Sehingga untuk menguncinya, kita perlu menusuk jantungnya. Kemudian untuk menyegel kekuatan jahat dalam dirinya, Hati Zamrud yang dibawa Sam harus dihancurkan dengan pedang Sam di atas tubuh Jadze.”, Teshra kemudian melangkah mendekati Lily,
“Sedangkan Hati Zamrud yang dipakai Lily ini adalah untuk mengembalikan keseimbangan kekuatan gelap dan terang tanah ini seperti sedia kala. Nantinya batu ini akan kembali ke Dunia Nefrisa dan tak bisa ditemukan siapapun.”.
Sam memotong, “Lalu bagaimana dengan Alendril?”. Teshra menatapnya,
“Alendril hanya bisa dikalahkan dengan kematian. Biarlah dia berduel dengan Raja Leon seperti duel manusia biasanya, dia akan mati jika memang mati. Namun yang mengkhawatirkan adalah, Alendril telah dikutuk oleh Alam Semesta. Karena dia mencuri kekuatan Naga Amber, membangkitkan kekuatan gelap, mencuri jiwa murni yaitu jiwa Ibunya Lily, dan membinasakan kaum Sementy. Sehingga, kutukannya adalah terus mendendam dan dendam itu akan terus berulang ke kehidupan selanjutnya dan selanjutnya. Sehingga bisa saja dia hidup kembali, mati, hidup, dan begitu seterusnya.”.
Sam bingung, “Maksudnya?”.
Nefrisa kini maju ke dekat Sam untuk menjelaskan, “Maksudnya, pada masa dulu dia begitu mendendam sehingga membawa dendam itu ke kehidupan setelahnya. Dia mengutuk siapapun yang dibencinya untuk terus berurusan dengannya selama dendam masih ada. Dan sayangnya dia membenci tanah ini, dan semua keturunan Raja Visius, Ayahnya. Raja Voctorius, serta Sam dan Lily di masa lalu, yang membuatnya kalah dan mati. Lalu sebelum dia bangkit, dendamnya masih berusaha mengganggu kehidupan di Tanah Tan terutama di kalangan Bangsawan Visius. Mengeraskan hati Raja Brian hingga membuatnya menderita setelah kehilangan Ratu Floin, mengganggu kehamilan Ratu Marry dan membuat gundah Raja Julius, kematian Raja Julius, dan kemudian Raja Leon, serta Sam dan Lily di masa kini yang harus berhadapan dengannya dan kekuatan gelap dalam wujud sempurna yaitu Jadze. Kutukan itu hanya bisa dipatahkan jika dia bisa berdamai dengan kasih sayang dan cinta dalam hatinya. Namun…sepertinya Pangeran Alendril sudah jatuh terlalu dalam.”.
“Bagaimana jika Alendril kalah namun dia masih mendendam?”, tanya Lily tiba-tiba.
Teshra dan Nefrisa saling pandang, lalu Teshra menjawab, “Kemungkinan kutukan itu akan terus berjalan, menghantuinya, dan kehidupan lainnya. Bagaimanapun…kami di masa lalu, dan tanah ini, juga berdosa, telah membuatnya menjadi seperti ini dan merugikan kehidupan di masa depan.”, Teshra menunduk, “Kami tahu bahwa Alam Semesta juga marah kepada kami, sehingga kami memang harus memperbaiki semua, termasuk memperbaiki seorang Alendril Putra Visius.”.
“Dan menyadarkan seseorang yang telah jatuh ke dalam lubang dendam yang dalam jauh lebih sulit daripada membuat orang jatuh cinta…”, Sam menggerutu, membuat Lily menyodok lengannya.
Nefrisa tersenyum, “Kita akan berusaha yang terbaik, dengan harapan dan kekuatan yang kita miliki.”, lalu tangannya terbuka, cahaya putih keluar dari tubuhnya, “Kalian telah dipilih. Kalian bukan kutukan, karena kalian berdiri disini untuk melindungi tanah dan bumi ini, mengembalikan keseimbangannya seperti semula, sebelum nafsu, egoisme, dan kejahatan merusaknya.”.
__ADS_1
Cahaya itu melingkupi mereka semua, “Kembalilah ke dunia kalian, dan lakukanlah perlawanan.”, seru Nefrisa.