Hesitate

Hesitate
Prolog


__ADS_3

HESITATE



Ragu untuk melangkah itulah Asta Galuh Nugraha,pernah merasakan ditinggalkan oleh orang yang dia sayangi.



Ia menjadi sikap tertutup dan pendiam,hanya menyibukkan dirinya dengan hobi melukisnya.



Sehingga tidak tau lagi caranya bagaimana mencintai seseorang.


Dia hanya tau cara memegang kuas.



Pribadi nya yang pendiam dan antisosial, membuat semua orang tidak tau Asta,dia hanya seorang pelukis amatir.


Dan ada kejadian dimana ia harus keluar dari sifat aslinya menolong orang terdekat nya yang terlibat masalah.


Tapi malah dia sendiri yang terjerumus dalam masalah itu.


Ia harus berpura-pura menjadi pacar seorang gadis manis,yang selama setahun mencari perhatian seorang Asta, tapi Asta tak menyadarinya.


Saat Asta mulai kembali membuka hatinya tapi seseorang dari masa lalu nya kembali.


Ia ragu untuk memilih orang yang saat ini menunggunya atau kembali ke masa lalu nya yang belum ia selesaikan.



Flashback.



Prolog

__ADS_1



Kata orang cinta akan timbul karena terbiasa.



Seorang gadis berambut panjang dan seorang pria yang terfokus sedang melukis.


"Asta nanti udah ini kamu lukis aku yah"pinta gadis itu,ia selalu ingin dilukis,tapi Asta selalu menolak katanya ia sedang sibuk.


"Iyah nanti gue lukis lo"jawab Asta yang membuat mata gadis itu berbinar,membuat Asta gemas lalu ia mengacak-acak rambutnya,dan melanjutkan lagi acara melukisnya.


"Udah selesai"Asta menyudahi,ia tunda kanvas itu dan mengambil yang baru.


"Mau dilukis kan"tanya Asta


Gadis itu cepat-cepat mengangguk


"Iyah,aku gimana nih"


"Terserah"


Asta terkekeh melihatnya,ia selalu dibuat gemas dengan tingkah laku gadis yang sedang dilukisnya.


Asta mulai fokus melukis,sejujurnya ini pertama kalinya ia menggambar seseorang.


Tak memakan banyak waktu hanya 15 menit Asta menyelesaikan lukisannya.


"Udah Sta,,mana coba aku liat,pegel banget tau"sembari mengambil gambar ditangan gadis itu.


"Bagus buat kenangan"katanya,Asta yang mendengar itu ia sontak menghentikan beres-beres nya.


"Kenangan"gumam Asta yang masih terdengar oleh gadis disampingnya yang saat ini sedang menggigit bibir bawah nya.


"Kenapa dijadiin kenangan,emang lo mau kemana?"tanya Asta yang sudah penasaran.


"Sebenarnya aku...ikutan beasiswa perpindahan,nggak lama kok, aku juga mau belajar jadi model Sta"

__ADS_1


"Gue udah bilang,gue nggak suka lo jadi model"suara Asta sekarang tegas,matanya menggambarkan kemarahan.


"Maaf,tapi ini kesempatan aku Sta kamu tau dong aku dari dulu mau jadi model,kamu seharusnya dukung"mata gadis itu mulai berkaca-kaca.


"Tapi nggak usah jadi model segala"sahut Asta dengan nada tinggi.Asta buru-buru membereskan peralatan lukisan ya dan beranjak pergi dari tempat itu.


"Kamu nggak berhak ngatur aku,kamu bukan siapa-siapa aku Sta"Kata kata itu mampu memberhentikan langkah Asta.


Sekarang ia menghampiri gadis yang sedang terisak,benar Asta bukan-bukan siapa-siapa nya.


Asta berjongkok dan menggenggam tangan gadis itu.


"Kalo misalnya gue jadi siapa-siapa lo,lo mau kan nggak usah jadi model lagi"


Gadis itu melihat Asta"Mungkin,tapi aku nggak janji"


"Kalo batalin untuk jadi murid pindahan lo mau nggak"


"Maaf sta itu aku nggak bisa,aku bener-bener harus ke inggris,ini kesempatan aku buat ketemu grandma sebelum dia pergi aku mau ngerawat nya."


Asta melepas pegangan nya dan kembali menegangkan tubuhnya.


"Oh,semoga kamu berhasil"itu kata-kata terakhir Asta melepaskan cinta pertamanya.


Bahkan ia tak sempat mengatakan pada gadis itu kalo ia mencintai nya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


~TBC~~~


__ADS_2