
🎨HAPPY READING🖌
Bingung
"Sumpah gue nggak ngerti sama sikap Asta, Asta kenapa sih."teriak Karin kesal, sampai terperanjat kaget.
"Yon Asta kenapa?"tanya Karin dengan masih nada yang sama.
"Kayak nya Asta cemburu,"ujar Dion, dengan pandangan yang lurus kedepan.
"Cemburu?"Dion mengangguk lalu melihat kearah Karin sembari memegang bahu Karin.
"Gue rasa dia cemburu sama Raka,"Karin mengerutkan keningnya tidak paham.
"Raka?"gumam Karin bingung.
"Kok bisa Asta cemburu sama Raka, dia cemburu sama siapa?"Dion tidak menyangka Karin sebodoh ini.
"SAMA LO."
Brak.....
Dion pergi meninggalkan Karin sendirian di dalam gudang, dalam hati Dion mengumpat untuk dua pasangan itu.
Karin terperanjat sesaat Dion pergi dengan cara menutup pintu dengan keras.
********
__ADS_1
Bel pulang telah berbunyi beberapa menit yang lalu tapi Karin masih tak beranjak dari duduk nya.
"Ke rumah Asta jangan,"Karin terus mempertimbangkan hal itu.
"Oke ke rumah Asta."ujar Karin sembari beranjak dari duduk nya lalu melangkah keluar kelas, Karin sudah memutuskan untuk menyelesaikan masalahnya hari ini dengan Asta, walaupun Karin bingung masalahnya apa.
Melangkah keluar gerbang halaman sekolah, rencananya ia akan naik taksi untuk sampai ke rumah Asta. Tapi hal tidak lagi sekarang, karena Karin bertemu dengan Raka di koridor dan dia menawarkan untuk mengantarkan Karin ke rumah Asta.
Karin tidak tahu hal itu akan tambah memperburuk suasana.
Setelah sampai di rumah Asta, Karin turun dari motor Raka.
"Oh ini rumah si Asta,"tanya Raka tiba-tiba sudah ada di samping Karin.
"Kak Raka kenapa di sini? Kak Raka pulang aja duluan,"ujar Karin karena takut Asta salah paham lagi, tapi kenapa Asta salah paham bukan kah dirinya dan Asta tidak memiliki hubungan apa-apa.
"Kak tapi.."telat Raka sudah memencet bel rumah Asta.
Setelah itu keluar lah seorang yang menjadi topik utamanya. Hati Karin tambah gelisah tidak tahu kenapa tapi Karin takut.
Asta tadinya sedikit terkejut dengan kehadiran dua orang yang tidak ingin dia liat.
"Asta gue mau bicara sama...
"Gue sibuk, kalian pulang aja."ucap Asta to the poin lalu menutup kembali pintu itu.
Raka yang melihat wajah Karin yang kecewa, mengepalkan tangannya kesal lalu meninju pintu yang ada di depannya.
__ADS_1
"Awas lo."gumam Raka kesal, lalu menarik Karin untuk pergi dari rumah Asta.
*******
"Siapa Ta?"tanya Dion sembari memainkan game di ponselnya sambil tiduran di kasur Asta.
"Karin,"jawab Asta,
"Kenapa nggak di suruh masuk?"
"Sama Raka."jawab Asta selanjutnya, Dion yang tadi tiduran langsung mengubah posisinya jadi duduk.
"Karin datang ke rumah lo sama Raka."ujar Dion memastikan.
"Hn."Asta hanya menjawab dengan gumaman tapi tangannya sibuk mencoret coret kanvas yang ada di depannya.
"Kenapa Karin datangnya sama si Raka yah, atau jangan-jangan di mau nyuruh lo mutusin Karin, apa dia mau nunjukin ke lo kalo dia sama Karin itu pac...
Brakk
Saking semangat nya Asta dalam melukis sampai-sampai kanvas yang dia lukis jatuh dan menyebabkan cat-cat yang di sana tumpah ke bawah lantai.
"Hufftss.."Asta menghela nafas lelah, lalu berlutut membereskan ke kacau an yang dia buat.
"Kalo Karin yang minta putus gue kabulin,"ujar Asta sembari membawa kanvas itu ke luar dari kamarnya.
"Gue harus tanya si Karin ini, bisa-bisanya dia buat temen gue galau."
__ADS_1
Tbc.