Hesitate

Hesitate
Resah 2


__ADS_3

~HAPPY READING ~


Asta tidak bisa tidur, dia mencoba banyak posisi tidur, tapi percuma matanya tidak ingin terlelap, pikiran nya melayang entah kemana. Kenapa Asta jadi resah seperti ini, hanya karena tidak ada kabar dari Karin.


Asta mengambil ponselnya yang berada di naskah, Asta mengetik sesuatu di sana, lalu tak lama Asta meletakan lagi ponsel itu ke tempat semula. Setelah itu Asta mencoba untuk tertidur.


******


Drettt...


Dreerrr....


Sesaat Karin mengaktifkan ponsel nya, ponselnya tidak berhenti untuk bergetar banyak pesan masuk. Karin sengaja kemarin tidak mengaktifkan data selulernya, ia ingin waktunya bersama Mamanya tidak terganggu apalagi ini pertama kalinya Karin jalan-jalan bersama Mamanya. Karin juga ingin merasakan Jalan-jalan bersama Ibunya, walaupun Karin tahu Mamanya mengajaknya pergi jalan-jalan supaya Karin luluh dan mau menerima pernikahan Mamanya, tapi tentu saja tidak semudah itu.


Mata Karin melotot terkejut, Asta mengirim spam whatsapp banyak sekali.


Sorry gue lupa ngabarin buat jemput lo.


P


P


P


Karin, lo dimana?


Rin..


Rin..


Maaf, kalo gue ada salah kata kemarin, sorry juga kalo gue ikut campur tentang masalah lo.


Karin menelan saliva saat membaca pesan terakhir dari Asta, bagaimana ini Asta menyangka Karin kemarin tidak sekolah karena ia marah karena nya, bahkan Karena solusi Asta Karin bisa nerima Mamanya kembali.

__ADS_1


Karin akan langsung ke rumah Asta hari ini, karena hari ini Sabtu jadi sekolah libur.


Setelah itu Karin masuk ke dalam kamar mandi, lalu setelah itu Karin bersiap-siap untuk ke rumah Asta. Setelah sudah siap Karin turun dari tangga, melihat keseliling tidak ada siapa-siapa sepi, dimana Mamanya dan Bi Siti.


Karin menuju meja makan, ada note book di sana.


Mama sama Bibi ke pasar dulu, karena Mama lihat Karin masih tidur jadi Mama tinggal. Isinya,


Karin mengedipkan bahu tidak peduli lalu mulai memakan nasi goreng itu, lalu selesai makan karin pesan ojek online untuk ke rumah Asta.


Saat sudah sampai di sana Karin menelan kecewa karena Asta tidak ada di rumah, di mana Asta. Karin mencoba bertanya pada Dion tapi ponsel Dion tidak aktif, coba Karin menunggu tante Lita saja sebentar.


*******


Asta benar-benar sangat resah, saat pagi nya pun Karin tak kunjung aktif dan membaca pesannya apalagi membalas.


Asta memutuskan untuk ke rumah Dion, semoga saja adiknya tidak ada di rumah, Asta sangat tidak suka dengan Dio, adiknya Dion itu tidak pernah diam selalu membuat Asta kesal.


"Mau kemana kamu?"tanya Lita sesaat melihat anaknya keluar menggunakan celana jeans dan jaket.


"Ke rumah Dion,"jawab Asta dan melengkapi pergi.


Sesaat sampai di rumah Dion, Asta turun dari motornya, lalu melangkah sebelum masuk Asta memencet bel terlebih dulu. Dia tidak seperti Dion yang akan nyelonong masuk begitu saja.


Yang keluar ternyata tante Dian, yaitu ibu Dion. Dian sembari mengendong Dio sepertinya mereka akan pergi, Asta tersenyum senang, Dio tidak di rumah.


"Eh ada Asta,"


"Hai tante,"sapa Asta tersenyum melihat kearah Dian, tapi melirik Dio sinis. Dio langsung menggelamkan wajahnya di ceruk leher Ibunya.


"Masuk aja Ta si Dion lagi di kamar, tolong juga jangan kasih pinjam ponsel kamu, tante mau ke rumah temen dulu ada acara."ujar Dian,


"Iya tante, hati-hati."kata Asta, Dio menjulurkan lidahnya pada Asta sesaat dia sudah menjauh lalu menaiki mobil.

__ADS_1


Asta pun langsung naik ke atas menuju kamar Dion, saat pintu di buka Asta melihat Dion yang masih tertidur di ranjang.


"Woy..."Asta menepuk punggung Dion keras, Dion melihat Asta dan langsung duduk.


"Asta lo penyelamat gue,"Dion memegang bahu Asta, Asta menaikan alismya tidak mengerti.


"Mama gue nyita HP gue padahal hari ini gue mau mabar sama cewek Korea, jadi gue mau pin..


"Nggak."sebelum Dion melanjutkan omongannya Asta langsung menolak, Asta melangkah menuju sofa lalu menyalakan TV yang berada dikamar Dion, menghiraukan rengekan Dion.


"Asta ayolah, sekali-kali lo bantu gue."


"Nggak gue bilang nggak,"


"Lo koo gitu gue baru sekali minta tolong, gue selalu nolongin lo tapi lo.."


"Yon lo itu udah terlalu sering main game setiap menit malahan, liat mata lo udah kayak gitu juga, nanti bisa-bisa lo nggak bisa liat."


"Oke tapi cuman hari ini doang, seterusnya gue nggak akan minjem lagi,"Dion menghampiri Asta sembari menjulurkan tangannya.


"Gue mohon Ta,"Dion memohon dengan wajah yang memelas.


"Nggak."tolak Asta


"Yaudah kalo gitu, gue kasih tahu Karin kalo lo sebenarnya suka sama.."


Asta melempar ponselnya kearah Dion,


"Aw.."Dion meringis sesaat ponsel itu mendarat di kepala, lalu setelah itu dia tersenyum.


"Thanks."


TBC.

__ADS_1


__ADS_2