
~HAPPY READING ~
"Mama gue mau nikah lagi,"tiba-tiba saja Karin bersuara, Asta bingung harus menanggapi apa, jadi sebelum itu Asta menaruh helmnya terlebih dahulu di jok motor.
"Hiks...hiks..."tiba-tiba saja Karin terisak.
"Karin, hey kenapa nangis,"_Asta melihat sekelilingnya, mulai banyak Siswa yang memperhatikan mereka, tapi Karin semakin terisak, refleks Asta memeluk Karin dan menenggelamkan Karin di dadanya, lalu tangannya mengusap-usap kepala Karin.
.
.
.
.
.
.
Karin terus memikirkan perkataan Mamanya saat mereka sarapan pagi tadi.
"Karin, pasti kesepian iya nggak ada Mama, kalo misal Mama nggak kerja lagi gimana?"
Gerakan tangannya yang memegang sendok terhenti, Karin menatap Mamanya yang sekarang menatapnya. Karin mengalihkan lagi pandangannya ke nasi goreng yang sedang ia makan.
"Terserah."jawab Karin sembari memasukan sesuap nasi goreng itu.
"Oke kalo gitu, Mama mau berhenti kerja. Tapi akan ada yang gantiin Mama kerja, Karin harus setuju soal itu."
Ucapan Gina membuat otak Karin berpikir dengan keras, Gina meraih tangan Karin dan menggenggamnya.
"Karin kalo misal Mama nikah lagi Karin setuju nggak?"Karin langsung menarik tangannya, Karin cepat-cepat memakai tasnya lalu beranjak keluar rumah.
"Kari...n ini demi kebaikan kita,"Gina mencoba untuk menyusul Karin...
__ADS_1
Tak....
Ada yang memukul kepala Karin dari arah belakang.
"Siapa sih?"tanya Karin kesal
"Gue."jawab Dion dengan cengiran, Karin memutar bola matanya malas. Hari ini Karin tidak mau kemana-mana ia mau tetap berada di dalam kelas.
"Tumben lo nggak ke kelas nyamperin Asta?"tanya Dion yang sekarang sudah berada di hadapan nya.
Karin tidak menjawab ucapan Dion, yang tidak penting menurutnya.
"Oh iya, soalnya lo baru du putusin iya sama Asta."kata Dion, membuat mata Karin melotot
"Kata siapa?"
"Gue denger tadi banyak orang yang ngomongin lo putus, soalnya ada yang liat lo nangis di parkiran terus Asta berusaha untuk nenangin lo.".
"Dan mereka beranggapan gue putus sama Asta."potong Karin, Karin berdiri dari duduknya.
Karin keluar dari kelas, sembari mengoceh tidak jelas. Dion pun sekarang mencoba untuk menyusul Karin.
Dion menahan tangan Karin agar tidak pergi lagi.
"Ihh Apaan lagi si Yon,"tanya Karin
"Nih,"Dion menyodorkan dua kertas
"Apa ini?"Karin menerimanya
"Tiket nonton, lo..."
"Dari Asta."jawab Dion lalu melangkah pergi...
"Aahhhh Yesss....."Karin berteriak dan melompat-lompat di tempatnya.
__ADS_1
******
Asta benar-benar mengajak Karin untuk nonton pulang sekolah, dan sekarang mereka berdua sudah berada di sebuah Mall. Karin melirik Asta sekilas untuk memastikan dia Asta apa bukan, Karin rasanya ingin berteriak sekarang dia benar-benar Asta.
"Apa ini kencan?"Karin bertanya pada dirinya sendiri. Asta sedang membeli minuman dan makanan.
Asta memberikan minuman dan makanan itu untuk Karin, lalu setelah nya mereka masuk kedalam Bioskop.
.
.
.
.
.
.
"Karin, You Oke?"tanya Asta pada Karin, karena setelah menonton film wajah Karin jadi pucat pasi. Asta menuntun Karin untuk duduk di kursi dekan bioskop.
Asta menggenggam tangan Karin yang dingin.
"Lo nggak bilang kalo Film horor?"dan bodohnya Karin tidak baca terlebih dahulu, karena ia kelewat senang.
"Gue kira lo suka Horor?"_jawab Asta polos. Karin menatap Asta tidak percaya, orang seperti dirinya suka film Horor.
Karin menggeleng tidak, Apalagi Film yang di tonton Film Pengabdi Setan.
Yang lebih gilanya, Asta sepanjang Film memasang raut wajah yang datar tidak berekspresi, pas saat ada setannya pun dia biasa saja.
"Sekarang kita makan."ajak Asta sembari tersenyum, membuat hati Karin berdesir, Karin baru pertama kali melihat Asta tersenyum lega seperti itu, itu seperti senyum yang tidak di paksakan.
TBC.
__ADS_1