
~Happy Reading~
Dan sialnya hari ini Risa tidak masuk sekolah, Karin ke kantin sendiri. Tadinya Karin berniat untuk menghampiri Asta sebelum ke kantin tapi karena perut Karin sudah meminta untuk di isi jadi Karin memilih untuk ke kantin terlebih dahulu.
Saat masuk Kantin, suasana kantin seperti biasa ramai. Karin menuju tempat mie ayam kesukaan nya.
"Ini neng Karin kan?"tanya kang mie
"I–ya kang emang kenapa."
"Untuk neng Karin silahkan duduk saja d kursi yang kosong."suruhnya
"Tapi..Kang saya belum.."Karin langsung di seret untuk duduk ke kuris.
Tidak membutuhkan waktu yang lama tidak seperti biasa Karin pesan makanan, makanan yang Karin inginkan sekarang sudah berada di meja. Bahkan ini terlalu banyak Karena bukan hanya ada mie ayam di sana, macam-macam makanan kantin tersedia di meja Karin.
"Banyak banget,"
"Gimana gue bisa ngabisin nya."Karin terperangah melihat makanan kantin di atas meja, bukannya senang Karin malah khawatir bagaimana bisa Karin membayar ini semua dengan uang sakunya.
"Huftttt......"Karin menghela nafasnya lalu beranjak dari duduknya, Karin malah memesan pop mie,
"Kang saya nggak pesen itu semua yah jadi saya nggak mau bayar."
"Ini saya cuman bayar pop mie doang satu."Karin menyodorkan uang sepuluh ribu, tapi uang itu di tolak.
__ADS_1
"Jangan atuh neng, semuanya udah di bayar."
"Di bayar, Sama siapa?"
"Ada atuh neng orang aja."jawab tukang mie ayam. Karin tidak ingin bertanya panjang lebar, jadi Karin memilih untuk meninggal kan kantin saja.
Saat berjalan di koridor Karin kebetulan Karin lewat kelas nya Asta, jadi sekalian Karin mampir.
Saat ingin membuka pintu kelas ternyata kelas nya di kunci, Karin merasa aneh dan baru kali ini kunci kelas ada yang di kunci.
"Nggak mungkin masih ada guru, pasti ini ulah Asta karena takut ada yang ngikutin lagi."Karin pun memilih untuk melihat dari jendela dan yang berada di kelas hanya ada Asta seorang, tidak ada Dion yang biasanya nemenin.
Karin memutuskan untuk menelepon Asta, setelah Asta mengangkatnya, barulah pintu kelasnya terbuka. Asta membiarkan Karin untuk masuk.
"Lo nggak ke kantin."tanya Karin yang sudah duduk di kursi depan Asta, tapi posisinya Karin menghadap kearah Asta yang sedang asik melukis dengan buku A4 nya.
"Lagi, maksud nya?"
"Dion yang beli."setelah itu Karin menganggukan kepalanya mengerti, Karin lupa Asta kan punya Asisten.
"Hmm, lo mau ikut ke Bandung?"pertanyaan Karin, berjeda karena Asta baru menjawab beberapa menit kemudian.
"Nggak.. Tahu."
"Lo ikut?"tanya Asta pada Karin
__ADS_1
"Ikut."
"Gue juga."kata Asta, yang lagi-lagi membuat Karin mengerutkan keningnya.
"Maksudnya."
"Gue ikut ke Bandung."jawab Asta memperjelas. Dan tak lama Dion pun datang dengan membawa dua pop mie di tangannya, beserta plastik keresek yang berisikan air mineral.
"Nih udah lengkap semua kan, ada air minumannya juga tuh."ujar Dion, Asta langsung mengambil mie pop mie rasa soto ayam dan langsung memakannya tanpa mengucapkan terimakasih dulu.
"Thanks Yon, lo emang baik."ujar Dion pada dirinya sendiri.
"Thanks."ucap Asta. Dion memutarkan bola matanya malas dan sekarang pandangannya tertuju pada Karin yang sedang meneguk kuah pop mie nya.
"lagi ngapain lo disini?"
"Duduk."jawab Karin cuek.
"iya...maksud gue ada urusan apa lo ke sini."
ting ting.....
Bel pertanda masuk berbunyi.
"Udah bel gue ke kelas dulu, Dah Asta..."Dion pun memutarkan bola matanya malas pada Karin.
__ADS_1
TBC.