Hesitate

Hesitate
Fans


__ADS_3

Semenjak kejadian kemarin hidup Asta berubah sembilan pulu derajat,rasanya ia sudah tidak ada ketenangan dalam hidup nya lagi.dan dalam berkarya nya setiap ia ingin melukis pastiΒ  ada anak perempuan yang memotretnya diam diam.


Loker nya penuh dengan barang-barang tidak berguna menurutnya itu sampah,tapi kalo coklat Asta tak pernah membuangnya lumayan buat ganjel perut.


Dan sekarang tempat terbaru Asta biasa melukis dengan tenang yaitu di gudang walaupun seram dan jarang dilewati siswa setidaknya ia bisa tenang.


Mulai melukis dengan kuas,minggu depan ia akan mengikuti perlombaan.


Ketenagaan sepertinya tidak memihak pada Asta sedari tadi ponselnya tak berhenti berdering.


si Rahmat tertera dalam ponselnya.


"Apa"jawab Asta to the poin


πŸ“ž'Lo dimana sih'


"Kenapa"


πŸ“ž'Lo dimana jawabnya kenapa'


"Iya lo kenapa nanyain gue"


πŸ“ž'Cepet ke kelas gue kangen'


"Apaansih lo Rahmat,jijik gu"


πŸ“ž'Jangan panggil gue dengan nama laknat itu,Ada yang kangen sama lo Sta'


"Bilang gue lagi sibuk"


πŸ“ž'Sta ini gue Karin'


bukan suara Dion lagi diseberang sana tapi suara Karin.


"Apa,kalo lo mau nagih janji gue maaf gue ngga bisa lukis lo"


πŸ“ž'Bukan,nanti sore gue mau ngajak lo ke pameran lo mau nggak'


"Nanti bicarain lagi"

__ADS_1


Dan Asta memutuskannya sepihak.


Sejujurnya itu kesempatan dia untuk melihat lukisan dan jadi inspirasi untuk lomba.


πŸ–ŒπŸ–ŒπŸ–ŒπŸ–Œ


Asta terpaksa harus ikut Dion ke kantin.kalo bukan karena perutnya yang laper ia juga tidak sempat sarapan di rumah.


Semenjak ia memasuki kantin semua mata tertuju padanya,Asta benar-benar risih.


"Yon cepet mana?makanan gue."Dion yang bertugas memesan makanan tak kunjung datang.


"Oke,oke Sta nggak sabaran banget sih,"Dion membawa dua mangkok bakso ditangannya.


"Minumannya mana?"


"Lo kira tangan gue ada empat,ambil aja sendiri"ujar Dion kesal,ia sudah siap untuk memakan makanannya.


Asta melihat ke pedagang minuman,banyak yang mengantri semuanya cewek ia tak mungkin ke sana. Asta tidak bisa makan tanpa minum kerongkongannya seret.


Asta melirik Dion anak itu malah enjoy-enjoy saja,sekarang ia tidak bebas dan semua ini gara-gara si Rahmat.


"Yon,cepat pesenin gue minum."suruh Asta ia juga mulai memakan pentol baksonya.


"LoΒ  asisten gue kan yon,"Asta harus manfaatkan Dion,gara-gara Dion juga hidup nya tidak bebas.


"Iya,Iyah kalo bukan karena Bu Sinta gue ogah."Dion beranjak dari duduknya dengan wajah kesal nya karena acara makan nya terganggu.


"Ukhhh.."Tak butuh waktu lama akhirnya Asta keselek juga.


Semua pengunjung kantin yang 80% wanita,ada yang sedari tadi memperhatikan Asta dari kejauhan satu persatu mendekat untuk menawarkan minuman kepada Asta.


"Asta minum punya gue masih banyak koK"ujar salah satu dari mereka


"Asta punya gue aja masih baru"


"Asta punya aku aja"..


"Sta ini,"_dan seterusnya.

__ADS_1


Asta memegang kepalanya ia pusing mendengar ocehan yang ada didepannya,seumur-umur baru kali ini ia di idola kan oleh banyaknya Siswi biasanya yang suka dengan Asta hanya dua atau tiga orang saja,dan itu sukses membuat Asta tak nyaman,ia seakan akan dijajah,hidup nya sudah tidak bebas lagi.


"RAHMAT..."teriak Asta dan berlari keluar kantin di ikuti oleh fans-fans nya.


πŸ–ŒπŸ–ŒπŸ–ŒπŸ–Œ


Kelas telah usai Karin cepat cepat memasukan alat tulisnya ia harus menemui Asta dikelasnya.


Menunggu diluar kelas Asta lama sekali,Asta kalo keluar kelas selalu terakhir biar tidak berdesak desakan,kayak pasar.


Karin cukup lama menunggu Asta akhirnya yang ditunggu keluar juga.


"Ngapain lo Rin?"tanya Dion


"Gue nunggu Asta"ucapnya sambil melirik kearah Asta


"Ta lo jadikan ikut ke pameran bareng gue"lanjut Karin


"Dion juga diajak kan"ucap Asta


"Gue ngga bisa,males gue sibuk"Sahut Dion,sebenarnya ia malas. menurut Dion melihat pameran kayak gitu ngebosenin,lebih baik ia di rumah main game.


"Gue juga nggak ngajak lo,Sta lo mau kan nemenin gue."ucap Karin sinis,tapi saat matanya melirik Asta ia langsung tersenyum,dan wajahnya mulai memelas agar Asta kasihan dan mau menerima nya.


"Oke"jawab Asta akhirnya.lagian tidak masalah karena Karin kan sudah dia anggap sebagai temannya,ia teman.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


. ~~TBC~~


__ADS_2