Hesitate

Hesitate
Persiapan


__ADS_3



Satu Minggu menuju lomba Sastra tapi rasanya Asta belum siap.



ia selalu ragu dan kurang percaya diri dengan lukisannya walaupun sering memenangkan juara,tapi Asta tidak tahu hati nya selalu resah dan ada yang mengganjal.ia tidak tahu apa itu.



"Asta,Ta lukis gue dong,"pinta gadis dengan rambut sebahu,pipi Chuby dan jangan lupakan bibi merah mudanya ia gadis termanis atau masih ada yang lain.



"Asta lo denger gue nggak,"ucap sekali lagi sedari tadi ia hanya dicuekin,menyebalkan.



Sedangkan yang diajak bicara ia hanya memperhatikan kameranya.Sebenarnya sedari tadi Asta sedang melamun.



"Asta lo jahat,"lalu gadis itu berbalik untuk meninggalkan tempat ini, dalam hatinya pasti Asta akan memanggilnya 1,2,3.



"KARIN"



Yess sorak Karin dalam hati"apa Sta lo mau kan ng\_lukis gue.itung-itung buat latihan"kata Karin tanpa berbalik arah.



"Yang manggil itu gue,bukan sih Astaga ini nih."



Karin berbalik arah betapa kesalnya ia ternyata si Dion.



"Apa"jawab Karin malas



"Lo dicariin sama Miss Ella,hayo loh lo bikin ulah kan sama dia,you End."Kata Dion sembari memotong lehernya dengan tangannya..



"Mati gue"gumam Karin dan cepat -cepat berlari sekuat tenaga.ia punya tugas mengumpulkan ulangan besok.



"Woww Apa tuh Ta,"ucap Dion histeris yang melihat hasil jepretan sahabat karibnya,Dion melihat kota jakarta dengan langit senja yang akan tenggelam sungguh indah,maha karya tuhan.



οΏΌ



"Ini suasana kota saat petang tiba,keren kan gue"ucapnya membanggakan diri,karena hasil jepretannya tidak akan mengecewakan.



"Lumayanlah,ehh tapi kapan lo ngambilnya dimana?"



"Di atas gedung kantor bokap gue."Asta mengambil gambar itu juga tak sengaja,Asta disuruh mengantarkan berkas yang tertinggal,dan pas cuacanya bagus dan keren Asta mampir ke atas gedung kantor papanya.



"Jahat lo nggak ajak gue,"Ucap Dion cemberut.



Asta tidak menjawab ia malah berdiri dan pergi meninggalkan Dion sendiri.



"ASTA Woyyy,,,,,,,kurang ajar lo yah,ninggalin gue sendirian dasar temen laknat,"Oceh Dion,membuat yang ada di lapangan meliriknya sinis.



"Berisik Rahmat"teriak mereka bersamaan.



πŸ–ŒπŸ–ŒπŸ–ŒπŸ–Œ



Dikelas XI IPA 2.

__ADS_1



Kebetulan sekali tidak ada guru Asta bisa melanjutkan lukisannya,ia harus menciptakan hal-hal baru,supaya lukisan nya berbeda.



Walaupun keadaan kelas nya gaduh tapi tidak menghalangi Asta untuk tetap melukis.


Temannya Si Dion asik bermain dengan teman sekelasnya.



Mereka memainkan permainan Truth or Dear,tapi biasanya mereka main ABC.



"Oke giliran gue yang muter,siap-siap lo Ton gue bakal nargetin lo."ujar Dion sembari menunjukan senyum semirik nya.Dion itu sifat sama tampang beda jauh,tampangnya kayak orang baik-baik.Dion selalu memakai kacamata karena mata nya sudah minus.tapi seragam yang ia pakai tidak rapih.dan sifatnya kayak fakboy gitu,jadi awas tertipu.



Dion memutarkan botolnya,matanya tidak pernah lepas dari Tono dengan senyum mengejeknya dan alis yang terus ia angkat kan, sebenarnya belum tentu botol itu berhenti kearah Tono.



Saat botolnya berhenti.



Semua orang yang ikut permainan ini,tertawa terbahak-bahak....



"rasain lo ha ha ha ha..."bukan Dion,tapi Tono karena botolnya tepat mengenai dirinya sendiri.



Sekarang wajah Dion berubah,bukan wajah meledek melainkan memelas.



"Permainan macam apa ini,masa gue yang muter terus gue yang kena."ucap Dion kesal sembari melemparkan botol itu.



"Lo sih punya niatan jahat,"sahut Bobi teman sekelasnya,Bobi mempunyai kelebihan,yaitu kelebihan berat badan.



"Truth or Dear."Kata Tono.


Dion mikir dia harus pilih apa kemarin ia pilih Dear hasilnya ia dihukum dan itu semua karena si Tono,sekarang ia lagi-lagi apes gara-gara si Tono.




"Gue Truth."ujar Dion,nada bicaranya tak setengil tadi malahan pelan.



"Ah nggak asik nggak ada tantangannya,"kata Dito sang ketua kelas.



"Bodo seterah gue,"balas Dion



"Oke truth lo harus jawab jujur,"nada bicara Tono serius,yang menjadi keadaan hening sepertinya Tono tahu Rahasia Dion,bahkan Dito yang tadi sudah tidak tertarik dengan permainan ini ia kembali antusias.ia ingin tahu apa rahasia Si Nobita Dion.



"O..ke.lo mau nan..ya apa?" ucap Dion dengan gugup,sembari menelan saliva nya.



*jangan sampe lo bongkar Ton,gue gorok leher lo.batin Dion*.



Tono menatap Dion dengan tatapan tajam "yon tatap mata gue,"sepertinya ini semakin serius.



Mereka yang siap mendengarkan, semakin penasaran.



"Lo lo lo suka...."Tono menggantung ucapannya.



Dion menutup telinganya ia tak siap untuk menjawab nya.



"Lo suka sama Bu Sinta kan Yon."

__ADS_1



"Yahhhhh."mereka yang menontonnya berteriak kecewa.seketika bubar.



"Gue juga suka Ton..uhh"Ujar Rudi sembari menjitak kepala Tono.



"Bego banget sih lo Ton,gue makin malu punya kembaran kayak lo."sekarang Tino yang ikut ikutan menjitak,tapi raut wajah Tono tak berubah masih tetep menampilkan muka begonya.



*Sedangkan Dion sudah mengelus dada untung si Tono oon batin Dion*.



πŸ–ŒπŸ–ŒπŸ–ŒπŸ–Œ



Asta masih tidak fokus,hari ini mood nya sedang tidak baik.padahal Suasana hari ini kondusif tidak ada yang mengejar-ngejarnya tapi masih ada Siswi yang memberikan nya setumpuk surat di loker nya.



"\_Nih"\_Dion memberikan Asta mie gelas dan sebotol air mineral,Asta kapok makan di kantin, ia lebih baik makan di gudang,dan gudang ini sudah di renovasi oleh Asta yang tadinya berantakan kursi yang tak terpakai tak tersusun rapi dan tidak bersih Asta menyusun kursi dan meja tak lupa ia bersihkan,hanya ini tempat yang damai sekarang.



Asta menerimanya



"thank's."



"Nggak masalah,udah jadi kewajiban gue sebagai Asisten lo,"ujar Dion.



Asta menikmati makanan siang nya,sedangkan Dion sibuk dengan ponselnya.



"ASTAGA ASTA"teriak Dion Histeris membuat Asta terkejut sekaligus kesal.



Dion mendekati Asta dan perlihatkan apa yang tadi ia lihat di ponselnya yang membuat dia kaget.



Tapi wajah Asta biasa-biasa saja,ia malah acuh dan melanjutkan makanannya



"Asta kok lo biasa ajah sih,karin Ta Karin.."ujar Dion masih histeris



Asta minum air yang ada dimeja,mengacuhkan Dion yang terus mengoceh.



"\_terus urusannya sama gue apa,"akhirnya Asta bersuara.



"Yah,,,lo pisahin gitu,dan ini Cherry pacarnya si Raka pasti ada kaitannya sama lo."ucapan Dion kali ini mampu membuat hati Asta tergerak.



Asta sempat berpikir dan setelah itu ia pergi keluar.



"Asta tungguin gue,Astaga."



Dion tadi membuka IG,tak sengaja ia melihat IG Live temannya di video itu Karin dan Cherry sedang bertengkar saling menjambak rambut satu sama lain.



~~~~ TBC ~~~~



Jangan lupa untuk sekedar Voment nya yahπŸ™πŸ™πŸ™



\-lagi2 Bicara SendiriπŸ˜ͺ.


__ADS_1


Oh yah ada salam dari Mas RahmatπŸ€“.


__ADS_2