
"Belajar Basket..."jawab Asta setelah itu melepaskan tangan Karin begitu saja dan tanpa Karin sadari ia sudah berada di tengah-tengah lapangan basket.
Karin terperangah melihat sekitar untuk mencari bola basket kalo mereka akan bermain basket.
"Bola nya mana?"tanya Karin
"Yon bola nya.."teriak Asta ke arah pintu masuk dan keluar lah Dion.
Dion melemparkan bola nya begitu saja hampir saja bola itu mengenai Karin kalo saja Asta tidak menangkap nya.
"Ayo.."ajak Asta sembari melemparkan bola itu ke arah Karin,Karin yang tak siap menangkap bola tersebut otomatis bola itu mengenai kepala nya walaupun tidak terasa sakit karena bola yang dilempar Asta pelan.
"Karin lo harus siap dong kalo mau jadi pacar Asta....haha..."teriak Dion di pinggir lapangan membuat Karin memutarkan bola mata nya jengah.
Asta mengambil bola basket dan Karin refleks bersiap-siap untuk menangkap bola itu tapi tidak di sangka,bukan nya Asta melempar nya ia malah mendekat ke arah Karin dan membiarkan Karin untuk memegang bola tersebut.
"Sekarang coba lo dribel.."ujar Asta tapi Karin malah terlihat bingung.
"Dribel.."tanya Karin.
__ADS_1
Asta menganggukkan kepalanya, dan setelah itu Karin memantul kan bola nya ke lantai awal-awal ia bisa menangkap nya tapi setelah itu bola nya memantul ke arah lain.Dion yang bertugas menjaga area pinggir lapangan walaupun sambil bermain game online tapi ia sigap menangkap bola yang keluar.Dion melemparkan bola itu ke mereka berdua.
"Karin kalo lo masih nggak bisa Asta pasti kesel dan nggak mau ngajarin lo lagi..."\_teriak Dion dari arah lapangan yang membuat hati Karin tidak tenang.
"Asta orangnya gampang ngambekan..."Dion memanasi hati Karin tapi tangannya masih sibuk dengan gadget di tangannya.
"Awas lo nanti Asta bakal...."
***Prang***....
Ponsel Dion seketika jatuh ke lantai yang membuat pemiliknya kaget Dion langsung mengambilnya dan memeriksa nya untuk hanya kaca nya saja yang retak.
"Lebih baik lo pulang Yon..."Sahut Asta sambil melangkah mengambil bola basket yang sengaja ia lemparkan ke arah Dion.
"ganggu."ucap Asta tepat di telinga Dion.
Dan setelah itu Dion pergi.
Asta menyuruh Karin untuk terus men-drible bola basket tersebut sampai bisa dan Asta hanya memantau nya dari samping walaupun Karin masih kaku.
__ADS_1
"Hosh hosh...."Karin mengatur nafas nya karena terlalu lelah bagaimana ia tidak lelah Asta hanya memperhatikan nya dari luar lapangan saja bahkan Karin juga yang harus mengejar bola basket yang terpantul terlalu jauh.
Karin tidak sanggup lagi ia duduk di tengah lapangan lalu kaki sengaja tidak di tekuk agar tidak keram.
Asta yang melihat itu langsung saja menghampiri Karin.
"Lo capek?"tanya Asta,Karin mendongakkan kepalanya ke atas untuk melihat Asta yang berdiri tapi setelah ia langsung menunduk lagi sambil memegangi lututnya.
Asta melihat jam nya sekilas lalu ia jongkok untuk menyamai Karin yang terduduk di lantai.
"Ya udah kita pulang.."Karin melirik Asta yang sekarang wajahnya sudah sejajar dengannya,Asta yang melihat Karin berkeringat tangannya refleks mengelap keringat Karin yang di kening dan itu membuat jantung Karin berdetak kencang Karin buru-buru saja berdiri lalu melangkah menjauh.
Karin yang menyadari Asta yang hanya diam di tempat nya lalu ia menghentikan langkahnya.
"Ayo pulang.."ucap Karin tanpa melihat ke arah Asta karena mungkin sekarang pipi nya sudah memerah.
~~~~~~ TBC ~~~~~~~

__ADS_1
๐ Karin dan Asta๐โค