
"Mau kemana lo..."ucap seseorang dengan suara berat nya, menahan tangan Cherry yang hendak pergi.
Cherry mendongakkan kepalanya melihat siapa yang menahannya, dari suaranya Cherry jelas mengenalnya.
"Raka."Bagaimana bisa Raka kemari.
"Ka–ka mu kok bi–sa ada disini?"tanya Cherry gugup. Raka melihat Cherry dengan tatapan dingin, Cherry yang melihat itu merasa takut.
"Lo kalah Cher.."ujar Raka dan melepaskan tangan Cherry kasar.
"Iy...a tapi kan kamu nggak liat sendiri.."Cherry memegang tangan Raka mesra tapi Raka tetap memandang nya dingin.."Sayang aku.."
"Lepas. lo bukan pacar gue lagi.."ucap Raka ia menghempaskan tangan Cherry lalu mendekat ke arah Dion dan Rika mereka sedang berdebat bagaimana membawa Karin ke UKS.
Raka mengangkat Karin ala bride style dan itu sukses membuat mereka terkejut.
"Eh..wo..y lepasin temen gue.."teriak Dion walaupun dengan suara yang gugup, Dion masih merasa takut karena kejadian dulu.
"Gimana nih, Karin mau dibawa kemana?"
"Ayo kita ikutin.."
Dion dan Rika mengikuti Raka yang membawa Karin seenaknya.
Tak di sangka-sangka ternyata Raka membawa Karin ke UKS, mereka kira Karin akan di bawa ke...
__ADS_1
Raka tanpa mengucapkan satu kata pun pergi begitu saja.
Saat Raka melewati Dion dan Rika, Dion menelan saliva nya ia masih merasa takut saat berada di sekitar Raka.
"Dion, aura Raka nyeremin yah.."Dion hanya mengangguk saja.
Rika baru sekarang bertemu dengan Raka dan mungkin untuk selanjutnya ia tidak mau bertemu lagi.
"Eughh..."lenguhan Karin menyadarkan lamunan mereka.
"Karin, lo udah sadar.."ujar Rika dan mendekati Karin tang terbaring di bankar begitu juga dengan Dion.
Karin mengangguk lemas. Rika menepuk jidat nya. "Harusnya gue beli minuman tadi.."gumam nya.
Asta berjalan dengan raut wajah seperti biasa yaitu datar. Setelah itu ia memberikan air mineral itu ke Karin.
"Nih."Karin yang merasa haus pun langsung meminum nya.
"Thanks.."Kata Karin, tapi Asta tidak menanggapinya.
"Makasih untuk minum nya sama.."ada jeda sedikit saat Karin mengungkapkan kata berikutnya."Sama..lo udah gendong gue ke sini."
Sontak saja Dion dan Rika saling berpandangan. Apa Karin benar-benar mengira Asta yang membawa nya tapi kan..
"Iya."Asta malah menjawab seperti itu yang pasti membuat Karin tambah mengira kalau Asta yang menggendong nya.
__ADS_1
Rika dan Dion tambah melotot saja.
"Gue sama Dion duluan yah.."Pamit Rika dan langsung menarik Dion keluar dari ruangan UKS.
Sekarang di ruangan itu hanya ada Asta dan Karin, suasana nya tentu saja hening tidak ada pembicaraan di antara mereka berdua.
Karin sibuk mencari topik apa yang akan membuka percakapan ini, sedangkan Asta ia mulai beranjak dari duduk nya dan berjalan kearah jendela ia membuka tirai jendelanya. Seketika cahaya berwarna Orange masuk dan menerangi ruangan UKS itu.
"Wah.."Karin yang melihat itu takjub lalu ia pun mendekat juga kearah jendela di samping Asta.
Pemandangan di luar sangat indah dengan pohon dan juga persawahan.
Karin baru tahu ternyata ia bisa melihat persawahan di sini jangan lupakan juga matahari yang hampir tenggelam.
"Udah mulai petang mening kita pulang."ucap Asta dan berbalik untuk pergi.
Karin yang ingin melihat matahari terbenam ia refleks menghentikan Asta yang akan pergi dengan menggenggam tangannya.
"Nanti aja, mening kita lihat matahari yang terbenam."
"Keburu malem."ucap Asta lalu melepaskan tangan Karin dari tangannya setelah itu pergi.
Karin seketika mematung untuk beberapa saat lalu berbalik lagi memandang keluar jendela ia ingin melihat matahari tenggelam, walaupun sendiri.
**TBC**.
__ADS_1