Hesitate

Hesitate
Rumah Raka


__ADS_3

~HAPPY READING~


Karin tengah menunggu Asta dan Raka, kata Raka sepulang sekolah ini, tante Dewi yaitu Mamanya Raka ingin bertemu dengan Karin.


Karin sesekali melirik jam di pergelangan tangannya lalu kakinya menendang-nendang kerikil yang ada di depan nya,


"Karin ayo,"suara seseorang menginstruksikan nya, Karin melihat ke samping ternyata itu Raka.


"Nanti Kak, tunggu Asta katanya Asta mau ikut."


"Pacar lo itu?"


Karin menganggukkan kepalanya dengan gugup.


"Ribet banget."gerutu Raka, lalu setelah itu Asta datang berdiri di samping Karin dan langsung menggenggam tangan Karin.


Karin tersentak ia menggigit bibir bawahnya karena gugup, kenapa Asta tiba-tiba datang, dan apalagi dengan langsung menggandeng tangannya tanpa permisi, tapi kalo di ingat-ingat ini adalah kali pertama Asta memegang tangan Karin. Tanpa mengucapkan apa-apa, matanya menatap tajam Raka.


"Ya udah Ayo Rin kita berangkat ke rumah gue."Raka berjalan kearah parkiran lalu mengambil helmt, memberikannya ke Karin, Karin melirik Asta.


"Karin sama gue."kata Asta

__ADS_1


"Nggak dia sama gue lah, nanti Mama gue marah."ujar Raka sembari menarik tangan kiri Karin, tapi hal itu di tahan oleh Asta yang masih menggenggam tangan kanan Karin.


Rasanya kepala Karin pusing sekali dengan hal itu, Karin menghentakkan tangannya dengan kesal.


"Meningan kita naik taksi aja."ujar Karin memberi saran.


Tapi saat sudah memesan taksi, mereka berdua masih saja bertengkar.


"Karin sama gue di belakang,"kata Asta


"Lo lah yang di depan, gue dibelakang,"Raka tak mau kalah


"Karin itu pacar gue,"ujar Asta melangkah kehadapan Raka.


Untuk beberapa detik mereka diam,


"Oh yaudah Pak jalan."Dan saat itu mereka tersadar dan langsung masuk kedalam mobil.


Karin melirik Asta dan Raka dari arah depan, Karin tertawa kecil, lucu sekali melihat Asta dan Raka saling melirik dengan tatapan tajam. Lalu sama-sama memalingkan kepalanya.


~o0o~

__ADS_1


Akhirnya sama juga di rumah Raka, dan ternyata Dewi sudah menunggu mereka di teras rumah, saat Karin turun dari mobil dan hendak salaman, Dewi langsung memeluk Karin.


Karin tersentak kaget, tapi setelah itu membalas pelukan Dewi dengan hangat, Raka yang melihat itu senang, sedangkan Asta tidak suka walaupun yang memeluk Karin seorang wanita tapi Asta tidak suka, kalo wanita itu Mamanya baru Asta suka.


Sebelum Dewi mengajak mereka masuk, Asta salaman terlebih dahulu, walaupun Asta membenci anak nya tapi Asta harus menghormati Ibunya. Dewi juga bertanya siapa Asta, saat Asta akan menjawab kalo dirinya pacar Karin tapi Raka menyelanya dengan so akrab dia menyebut Asta.


"Dia temen Raka Ma,"ujar Raka sembari merangkul Asta, Asta melotot tak terima, sejak kapan ia mau berteman dengan Raka.


Mereka semua sedang berada di ruang makan, Dewi menghidangkan banyak makanan.


"Wah banyak banget Tante,"ujar Karin


"Karin..."panggil Dewi


Karin yang tadinya matanya masih mantap kearah makanan, langsung mengalihkan ke arah Dewi.


"Jangan panggil tante, Mama gitu."kata Dewi sembari tersenyum


"Oh iya Ma-ma,"ucap Karin gugup sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Mereka pun di persilahkan untuk makan.

__ADS_1


Sedangkan Asta dan Raka saling menatap tajam.


To Be Continue


__ADS_2