
Selesai lomba Asta langsung pulang sedangkan Karin dan Dion ke sekolah. Memang cukup aneh,kenapa Asta pulang apa jangan-jangan ia tidak memenangkan perlombaan melukis nya.Asta pulang karena ia ingin menunjukkan langsung piala hasil lombanya kepada ibunya.mungkin terkesan kekanak-kanakan tapi itulah Asta,apapun yang dia dapatkan Asta hanya ingin langsung menunjukan kepada ibu nya.
"Asta emang gitu yah Yon,"tanya Karin pada Dion,dan saat ini mereka sedang berjalan di koridor.
"Yah iyah,pas waktu TK aja dia menang lomba makan kerupuk langsung lari ke nyokap nya abis itu nggak mau ikut lomba lagi padahal dia masih harus lomba kelereng."
"Maksud nya kalo dia udah menang satu perlombaan nggak akan mau lomba lagi gitu,"
"Iya sih Asta mah padahal mah anak Mami,"
"Anak Mami,"gumam Karin tidak percaya.
"Oke gue buktiin nanti pas pulang sekolah kita langsung ke rumah Asta,"
"Buat apa?"tanya Karin polos dan membuat Dion emosi
"Yah buat buktiin kalo si Astagaa itu emang bener anak Mami."Sahut Dion
Karin hanya menganggukkan kepalanya saja pertanda ia menyetujui apa yang Dion katakan.
"yon lo aja yah yang ke ruang guru gue mau langsung ke kelas,"ujar Karin
"Bagus deh sana,,gue emang punya niat sendiri aja ."
"Dasar lo genit,"ujar Karin sambil memukul tangan Dion dan setelah itu berlalu pergi.
.ππππ
Sebenarnya ke sekolah juga udah percuma sih karena mereka sudah ketinggalan jam pelajaran beberapa jam dan hanya menyisakan satu jam pelajaran lagi.
Karin memegangi perutnya yang lapar,ia sebenarnya membawa bekal tapi bekalnya berada didalam tas nya.
Karin mempercepat langkahnya agar bisa sampai ke kelas nya dan semoga saja tidak ada guru yang mengajar.
Saat sudah sampai didepan kelas Karin mengintip keadaan kelasnya lewat jendela,kalo misalkan ada guru ia lebih baik pergi ke kantin semoga saja masih ada yang dagang.
Dan ternyata keadaan kelas nya ramai itu tanda nya tidak ada guru.tidak mau mengintip terlalu lama Karin langsung melangkah masuk kedalam kelas.
"Karin tadi gimana Asta menangkan,"
"Iya Asta dapat juara berapa."
"Lukisan Asta gimana?"
__ADS_1
"Asta lukis apa Rin?"
Karin yang hendak makan pun terganggu oleh teman cewek yang ada di kelas ini yang mengidolakan Asta.
"Nanti gue kasih tahu yah udah sana gue mau makan dulu,"ujar Karin yang sebisa mungkin kasih perhatian pada temannya...."Yahh ..."helaan kekecewaan dari wajah mereka.
Karin yang tidak peduli pun kembali memakan bekal nya,baru saja ia makan tiga suapan bel pulang berbunyi.
"Aishhh..."gerutu Karin."Dahlah makan aja laper banget gue."
Baru saja Karin ingin menyuap sesuap nasi kedalam mulutnya tapi..
"Kariin....ayo cepet.."teriak Dion dari luar kelas nya.
"Ihhh nyebelin banget kalo mau enak ada aja yang ganggu,"ujar Karin kesal.Karin memasukan bekal nya kedalam tas dengan kesal setelah itu ia keluar dengan wajah cemberut nya.
"Lo lama ayo.."Dion langsung menarik tangan Karin.
πππππ
"Yon ini bener rumah Asta?"tanya Karin
"Ia kenapa,gede yah.."jawab Dion
"Iyah emang tapi masih kayaan gue lah."tukas Dion.iya karena rumah Dion tersedia lift dan tempat Gym kalo rumah Asta paling cuman ada taman sama rumah kaca cuman terlihat gede diluar doang karena yang terlihat besar cuman gerbangnya doang hahaha...
Mobil Dion masuk perkarangan rumah Asta yang asri karena Mama nya menyukai tanaman nggak beda jauh sama anak nya.
Setelah itu mereka turun dari mobil Dion.Dion langsung memencet bel nya saat pintunya terbuka otomatis.mereka langsung masuk.
Jangan tanya keadaan Karin saat ini,ia seperti sedang di negri dongeng tuan putri yang sedang mencari pangerannya.
Dion yang sudah hafal dengan letak dan tataan rumah ini dan tau Asta sedang di mana.dia berusaha mengendap endap"hustt Rin pelan-pelan ikutin gue di belakang."kata Dion
Karin hanya menuruti saja dan mulai mengendap-ngendap seperti Dion mereka sudah seperti orang yang akan mencuri di rumah besar ini.Dion menghentikan langkahnya begitupun Karin.
"lihat Rin,"ucap Dion menujuk kearah depan dan betapa terkejut nya Karin saat melihat, seorang Asta sedang ber manja ria dengan Ibu nya.
posisinya Asta merebahkan dirinya di sopa dan kepalanya ia tumpangkan ke kaki mama nya dan tangan mamanya mengusap rambut Asta sayang.bukan hanya itu saja Asta juga sambil memakan Coklat ditangannya.
Dion yang merasa sudah bisa membuktikan itu semua pada Karin dan melangkah untuk bergabung dengan Asta dan mama nya sedangkan Karin masih terpaku di tempat.
Asta yang menyadari keberadaan Dion tetap pada posisinya dan tidak beranjak dari pangkuan Mama nya tapi saat seorang gadis berambut sebahu datang Asta langsung duduk dan menegakkan tubuhnya.
__ADS_1
*Apa-apaan ini si Dion bawa Karin kesini* baatin Asta.
"eh ada cewek,kamu bawa pacar Di?"tanya Mama Asta,beranjak dan menghampiri Karin
"Ha!"Karin yang masih ngebeleng
"Bukan pacar saya tante,"jawab Dion sambil memposisikan tubuhnya untuk berbaring di sofa besar setelah itu Dion mengeluarkan ponselnya dan mulai main game."Tapi pacar Asta."lanjut Dion enteng.
Asta langsung menatap Dion tajam
"kamu pacar Asta?"tanya Lita.
bagaimana ini Karin harus jawab apa,kalo jawab iya nanti Asta marah lagi.
"Bukan Tante."jawab Karin dengan senyum manis nya.
"Aduh gimana sih cewek manis kayak gini nggak ada pacarnya nanti tante cariin yah,"ucap Lita sambil mencubit pipi cahbi Karin.
"Mama.."panggil Asta
"Kalo sekarang ikut tante ke dapur yuk kita buat kue coklat Asta suka banget kue coklat,"tanpa meminta persetujuan Karin,Lita langsung menarik Karin ke dapur.
Sekarang mata Asta teralihkan ke Dion yang sekarang asik main game.
"Anji\*g bloon banget lo,"gerutu Dion yang marah pada teman satu tim yang ada di game.
"Awas aishtt.."Dion yang masih mengrutu sendiri dan Asta yang masih setia menatapnya tajam sampai Dion menyadari kalo ada seseorang yang memperhatikan nya.
"Ngapain sih lo Ta natep gue kayak orang kelaparan gitu,"kata Dion dengan tangannya yang masih sibuk bermain di depan layar."jangan makan gue Ta daging gue pahit."
tapi Asta masih tidak goyah ia terus menatap Dion sampai Dion merasa risih.Bagaimana ia bisa fokus bermain game kalo ditatap mengerikan oleh seseorang.
Dion beranjak dari rebahan nya dan duduk ia meletakan ponselnya di meja kaca rumah Asta.
"Gue minta Maaf karena udah bawa cewek tanpa persetujuan lo,"dan akhirnya Dion mengalah dan saat itu juga mata Asta sudah tidak menatap Dion lagi dan Dion bisa lanjut bermain game dengan tenang.
~~~~ TBC ~~~~

Asta dan Karinπ
I'm sorry to typo
__ADS_1
https://youtu.be/mhHaf4nqWZc