Hesitate

Hesitate
Awal dari Masalah


__ADS_3



Asta dan Dion turun dari motor Asta.mereka masuk beriringan,ada beberapa gadis yang berteriak histeris,tidak biasanya para gadis berteriak seperti itu.Dion yang merasa disoraki ia berjalan dengan angkuh sambil merapihkan rambutnya.



"Oke makasih..makasih.."Ujar Dion dan memberi fly kiss kepada mereka.



"Ishh apaan sih si Rahmat"ujar salah satu siswi yang merasa ilfil dengan tingkah Dion yang kepedean.



"Yon lo jangan geer deh."bisik Asta di samping nya.ia merasa malu dengan tingkah temannya yang punya otak tapi digadaikan.



"Apaan sih Ta..lo mau bilang kalo mereka itu fans lo gitu.."



Asta memutarkan bola matanya malas dan ia berjalan cepat meninggalkan Dion yang pede nya tingkat dewa.



"Iyahh tenang..."mereka kembali bersorak



"Minggir lo?"ucap Raka ke Dion yang menghalangi jalannya.Dion yang merasa terhina,tapi tetep ia minggir.



Jadi mereka tadi berisik karena si Raka batin Dion.



Raka baru sekolah lagi karena mengikuti Olimpiade Basketball Nasional.



"Ahkkkk.."Dion menabrak seseorang,eh bukan menabrak tapi tabrakan.



"Sory soryy"ujar Dion,dan membantu perempuan itu untuk berdiri,tapi saat Dion berdiri.ia menelan saliva hatinya bergetar dua kali lipat,tangannya menjadi dingin.



*kenapa ini tolong gue* Asta batin Dion



"Ngga papa?"tanya cewek itu



Dion masih memegang tangan si cewek itu dan setelah nya,ada tinjuan yang melayang kearah pipinya.



**Bughh**



Dion ambruk



"Berani beraninya lo pegang tangan cewek gue,"ucap Raka dengan nada emosi



Dion yang sudah tersungkur kelantai hanya menatap Raka takut.Dion hanya ngicep saat Raka akan melayangkan pukulannya lagi terhadap nya. dan sekarang ia hanya bisa menutup wajahnya dengan tangannya



*Asta tolong gue Ta* batin Dion.



Tapi tidak ada yang mengenai pipinya ia melihat ternyata sohibnya.



"Bangun Yon."ucap Asta Sekarang keadaanya berbalik Raka yang tersungkur dilantai.



"Thanks."mereka berjalan melewati Raka,tapi bukan namanya Raka kalo kalah begitu saja.



Raka bangkit dan menghajar belakang kepala Asta,mereka yang melihat itu berteriak histeris.



"Ahkkkhk"



Asta jatuh ke depan mungkin kepalanya sedikit sakit tapi ia bangkit lagi dan menghajar Raka,dan terjadilah adegan adu jotos.



Asta pendiam tapi kalo ada temannya yang butuh dan diganggu ia akan jadi serigala



🖌🖌🖌🖌



Disinilah mereka berakhir dihadapan guru BK.Pak Jaro



"Siapa yang salah,pasti saling tunjuk,"ucap pak jaro



"Saya udah hapal,basi tau,"lanjutnya



Mereka berdua hanya saling melirik eh bertiga karena Dion ikut masuk karena dia juga terlibat.



"Asta kamu itu minggu depan mau ikut Olimpiade Sastra?"



"Iya pak"



"Kenapa berantem"..."dia yang mulai,basi.."lagi-lagi Pak Jaro yang menjawabnya.


__ADS_1


"Kamu Raka,kamu sudah ikut Olimpiade dan juara dua"



"Iya Pak"



"Kenapa ahh udahlah,"Pak jaro melirik Dion.



"Kamu Dion,kamu ikut apa?"tanya Pak Jaro



"Hah saya,"jawab Dion bingung



"Iyah,ikut apa kamu."



"Ikut apa yah,"Dion menggaruk belakang kepalanya yang tak gatel.hanya dia yang tidak ikut apa-apa, tapi kalo urusan game dia jagonya.



"Bilang kamu gak ikut apa-apa,"



"Iya Pak."



"Sekarang dalam hitungan 10 kalian sudah ada di lapangan dan lari 20 kali putaran"



Mereka bertiga masih ngicep.



"CEPAT MULAI.."Teriak Pak Jaro



Asta dan Raka sudah lari terlebih dulu,Dion masih ngicep sendiri.



"Rahmattt lariiii.."teriak Pak pak Jaro



"Iya pak selow jangan sebut nama saya yang itu dong."kata Dion santai berjalan keluar



"Lari Rahmaattt"



"Iya pakkk"



Dion pun lari sekencang nya menyusul Asta dan Raka



🖌🖌🖌🖌




Sepertinya ada yang dia lewati gara-gara Miss Ela dia telat ke kelas.



"Gila sihh gue kira si Asta ngga bisa berantem,"ucap salah satu murid



"Iya gue juga,gue kira bisanya cuma ngegambar doang,"



"Haha tapi dia keren.."



"Okelah,tapi kalo gaya masih kerenan Raka,"kata fans fanatik Si Raka.



"Tapi Asta lebih keren tadi aja Raka kalah."



"Apaan sih lo,lo suka sama Asta,"Kata Si Risa masih Fans si Raka.



Karin yang mendengar itu sedikit tersindir.



"Lo juga Lis suka sama si Raka"Kata Rika pada Lisa.



"Iya gue suka,mau apa lo"Sahut Lisa.



Yang membuat Rika kesal,dan refleks menarik rambut Lisa,Risa yang melihat itu bukannya membela kembaran nya,malah menarik rambut Rika sampai Rika melepaskan tarikannya pada Lisa.



Karin yang melihat nya pun langsung melerai mereka bertiga.



"Udah udah.."Kata Karin melerai,karena Karin adalah ketua kelas.



"udah Rik udah Ris udah kalian kan kembar,"



"Nggak lagi."sahut mereka berdua



"Rin gue duduk sama lo,"ucap Rika sambil membawa tas nya dan pindah ketempat Karin sedang kan Lisa duduk dengan Risa.



"Inget lo ngga boleh pinjem barang gue lagi kembaliin baju gue,"kata Rika ke Risa,suasana mereka mulai dingin dan panas seperti nya tidak ada lagi si kembar yang kompak,hanya karena cowok.

__ADS_1



"Nanti."jawab Risa



"Pokoknya kalo nanti malam ngga kembaliin gue.."



"Iyah bawel banget.."potong Risa



Karin menggaruk kepalanya yang tak gatal,kenapa jadi gini.



Dan perdebatan antara adik kakak usai saat Miss Ella datang membawa setumpuk tugas dan ulangan harian..



🖌🖌🖌🖌



"Huffttt"helaan nafas dari kelas XI IPS 2 akhir dari tugas yang numpuk.bukan akhir, masih ada hari-hari yang berat untuk berjumpa lagi dengan setumpuk tugas.



"Ehh Rik gue mau nanya,emang Asta tadi pagi berantem,"tanya Karin



"Ahh iya dan lo harus tau Rin Asta keren. Raka aja sampai tumbang beberapa kali"ucap Rika,tapi sebelum Rika melanjutkan kalimatnya Karin langsung beranjak dari duduk nya



"Ehh Rin lo mau kemana?"



"Gu..e gue mau ke kelas sebelah"jawab Karin



"gue ikut"



"Lo disini aja atau ke kantin sama Risa,"sekarang raut wajah Rika berubah sedih,Karin menepuk jidatnya ia lupa mereka lagi musuhan.



"Iya lo boleh ikut"



🖌🖌🖌🖌



Asta sekarang sedang mengamati gambarnya di kamera jepretannya.fokusnya tak lepas pada langit senja yang indah padahal ia memotretnya hanya di balkon,sedari tadi ponselnya berisik mungkin cuma Karin.



Asta tidak peduli



"Astaga Asta.."



"Cihh,"Asta mendesis,orangnya datang.



"Muka lo,"kata Karin lebay padahal wajah Asta hanya lembab sedikit tak separah Raka.



"Bisa ngga sih lo jangan sebut gue Astaga.."ucap Asta dengan raut wajah dibuat-buat ketika temannya kaget.



Rika yang mendengarnya menahan tawa ternyata Asta lucu juga.



"Iya lagian gue ngga sebut lo itu gue kaget muka lo udah diobatin,"Karin duduk didepan Asta.



"Udah."tapi mata Asta tetep kearah kamera.



"Aduhhh gue juga sakitt tolongg.."suara Dion mencuri perhatian



"Ish geli gue,"ucap Karin ilfil



"Itu neng yang disebelahnya diem aja,ngga tanya abang Dion kenapa"



"Emang lo siapa"\_tanya Rika polos



**Gakgakgakgak🐦🐦🐦🐦**



Suara gagak menggema



.


.


.


.


.


.


.



.



**TBC**

__ADS_1


__ADS_2