Hesitate

Hesitate
Pengganggu


__ADS_3



Dibawah pohon rindang seorang lelaki dengan mata tajam dan telinganya yang ia sumpal dengan earphone agar ia tenang untuk melukis



Tangannya yang lihai mencoret coret kertas yang kosong, tapi sekarangΒ  tak kosong lagi Asta membuat pola pola yang menarik yang dapat dimengerti olehnya.



Asta terlalu serius tanpa ia sadari ada yang memperhatikan nya.gadis berambut hitam legam menatap Asta dengan serius matanya tidak pernah lepas dari wajah tampan Asta.



"Ganteng,manis"gumamnya,yang sontak membuat Asta menghentikan kegiatan nya dan melirik kearah samping,menatap tajam gadis itu yang sekarang sedang memperlihatkan gigi nya yang putih.



Asta tidak menghiraukan ia fokus lagi.


"\_ngapain lo kesini"akhirnya Asta mengucapkan 3 kata.



"Gue cuman..mau liat lo lukis doang"katanya sembari merentangkan tangannya"\_lagian gue suka.tempat ini sejuk".lanjutnya dan menghirup udara sebanyak-banyak nya.



"Pantesan lo suka kesini menenangkan."ujarnya



"Iyh tadinya,sebelum ada lo."sahut Asta meninggalkan tempat itu.



"Ihh Astaaaa..."teriakkkk gadis itu...



Tak lama datang seorang laki-laki memakai kacamata seperti mencerminkan ia seorang yang pandai dalam pelajaran,tapi....



"Woyy Karinn..Asta mana?"tanyanya sembari menepuk karin yang sebentar lagi terlelap.



"Ish apan sih Yon"



"Asta mana"tanya Dion sekali lagi.



"Pergi"ujar sinis



"Kemana?"



"Nggak tau.kekelas kali"



Dion bercak pinggang Asta itu benar-benar ia sudah mencari ke penjuru sekolah ternyata ia menetap d kelas.....


__ADS_1


"Dasar si Astaga,bikin kerjaan gue nambah aja"gerutu Dion sambil melangkah.



"Eh yon,emang mau ngapain lo nanya Asta"tanya Karin,hanya beberapa langkah saja dengan Dion.



"Lo nggak usah tau,ini urusan Cowok"ujar Dion pergi.



πŸ–ŒπŸ–ŒπŸ–ŒπŸ–Œ



Dion masuk kedalam kelas dan benar Asta ada di sana.



Benar-benar menyusahkan kalo bukan suruhan Bu Sinta yang bahenol nya minta ampun ia nggak akan mencari Asta.



Dion duduk di bangku nya yang ia hadapkan supaya bisa berbicara dengan teman nya yang kurang gaul ini.



"Mau ngapain lo?"tanya Asta yang masih fokus dengan kamera SLR nya.selain suka melukis Asta juga suka memotret dan terkadang ia membawa kameranya kesekolah.jiwa seninya memang sudah ada sejak ia lahir.



"Lo tau kan Bu Sinta,"Dion memulai perbincangan dengan serius.



"Hmm.."gumam Asta




"Iya sama aja"



Dion merubah duduknya, ia pindah kesamping Asta,perbincangan kali ini sepertinya serius.



"Sta Bu Sinta nyuruh gue ikut lomba Sastra."



Asta melihat kearah Dion,ia letakan kameranya kemeja,Masa tahun ini Dion yang akan lomba.



"Mm aduh Sta bukan gitu,maksud gue lo yang ikut lomba"



"Gue udah tau"



"Hah!Kapan?"



"Udah deh lo mau apa,mau ngintilin gue nanti kalo gue ikut perlombaan."


__ADS_1


Dion menggaruk kepalanya,dan menyengir



"iya,,yah kan kata Bu Sinta lo harus ada asisten Sta.dan gue siap jadi Asisten lo dan jagain lo selama lomba,"



"Gue tau akal bulus lo"Asta tak habis pikir temannya masih menyukai wanita dewasa,tapi Dion akan berubah lagi tipenya saat ia menemukan seorang perempuan yang bisa menggetarkan hatinya.mungkin Bu Sinta sudah menggetarkan hati seorang Dion



Setelah itu bel pun berbunyi semua siswa satu persatu memasuki kelas.



πŸ–ŒπŸ–ŒπŸ–ŒπŸ–Œ



Karin punya misi yaitu meminta Asta untuk melukisnya, karena selama ini Asta selalu menolaknya dan pasti itu ada alasannya dong.



Karin memasuki kelas Asta yang hanya tersisa satu orang karena penghuni kelas ini sudah pulang semua terkecuali Asta.



"Asta.."panggil Karin yang sudah ada di samping Asta,Asta masih sibuk dengan kameranya.



"Hmm"hanya gumaman saja yang keluar dari mulut Asta



"Sta lo mau nggak ngelukis gue?"tanya Karin.



Asta malah memasukan kameranya kedalam tas dan berdiri untuk pulang.



"Minggir Rin"Karena Karin menghalangi jalannya untuk keluar dari deretan bangku dikelasnya



"Nggak,sebelum lo jawab iyah"



"Iyah."akhirnya Asta berucap Iyah Karin mempersilakan Asta untuk pergi.



Asta melangkah cepat sebelum Karin mengejarnya.



Sedangkan ditempat lain Karin masih ada didalam kelas Asta sedang berteriak tidak jelas karena kesenangan.



"Yes..yes..yes..akhirnya.kok gampang banget yah.bodo ah yang penting nanti dilukis sama Asta."



TBC.......



Sory Typo..

__ADS_1


__ADS_2