
"Aishh ternyata susah kalo sendiri....."ucap Karin yang sedari tadi sibuk melemparkan bola kedalam ring tapi tidak ada yang masuk satu pun.hari ini Karin berlatih sendiri yang di temani oleh Rika.
kemarin Karin datang ke rumah sakit untuk menjenguk Mama nya Asta yaitu Lita ternyata Lita sakit tipes dan harus di rawat di rumah sakit.
"Hustt........"Karin menghela nafas lela lelah untuk kesekian kali nya tidak ada bola yang masuk kedalam ring.
Karin duduk di tengah lapangan sepertinya ia butuh minum.
"Rika tolong ambilin gue minum...."teriak Karin tapi tidak ada sahutan dari sang empu nya,Karin memutuskan untuk mengambil sendiri.
"Katanya mau nemenin gue..."ujar Karin sambil beranjak dari duduk nya.
Tapi saat ia berdiri tepat di depan mata seorang laki-laki yang tidak di sangka sangka kehadiran nya.Karin kira Asta sudah pulang tapi apa ini saat ini Asta tepat di depan mata nya sembari menyodorkan botol minum ke arah nya.
"Minum..."ucap Asta tapi Untuk beberapa saat kesadaran Karin menghilang.
Karin menerimanya dengan pandangan yang masih tidak percaya,"thanks."
Karin meneguk minuman itu menghilangkan rasa haus yang melanda tenggorokannya sedangkan Asta dia malah mengambil bola basket itu terus melemparkan bola itu ke dalam ring.Karin yang melihat itu terperangah seharusnya yang tanding basket Asta sama Raka pasti seru.
"Sini gue ajarin lo.."Asta menarik Karin yang sedang melamun.
__ADS_1
Jantung Karin berdetak dua kali lipat dari biasanya."Asta denger nggak yah suara jantung gue.."batin Karin.."Astaga tangan gue di pegang..."batin Karin terus menerus berbicara.
"Sekarang coba lo lempar.."titah Asta dan Karin menuruti nya dan ajaib nya untuk kesekian lama bola itu masuk kedalam ring.
"Yehhhh masuk....lo liat ka Ta..."teriak Karin senang padahal kan yang masuk cuman satu bola saja.
"Sekarang lo lempar lagi.."suruh Asta pada Karin.
🖌🖌🖌🖌🖌
Setelah latihan Karin dan Asta pulang, Asta mengantarkan Karin ke rumahnya.
"Hmm..."
"Nanti setelah ajarin basket ajarin gue ngelukis juga yah.."ucap Karin sambil tersenyum.
Asta Bukannya menjawab dia malah bersiap siap untuk pulang menyalakan gas motornya.
"Kalo lo menang..."itu kata-kata terakhir yang Asta ucapkan sebelum dia pergi dan itu sukses membuat Karin senang.
"Yesss gue pasti menang....."ucap Karin sambil melangkah ke dalam rumahnya dengan hati senang tanpa menyadari ke hadiran Mama nya yang sedang duduk di sofa.
__ADS_1
"Karin...."panggil Mama nya yang berhasil membuat Karin menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Gina mama Karin.karena hati lagi senang ia pun menghampiri mama nya.
"Iya Ma ada apa?"
"Karin sini duduk sama Mama,Mama mau bicara sama kamu.."Gina menarik Karin dan duduk di sofa.
"Mama mau bi-cara apa?"tanya Karin yang sekarang ekspresi nya penuh tanya tidak biasanya Mama nya ingin bicara dengan anak nya biasanya Gina tidak ada waktu untuk Karin.
"Mama mau ngasih tahu kamu tapi kamu jangan marah yah.."ucap Gina dengan suara lembut sambil mengucap rambut Karin dengan lembut.
"Ngasih tahu apa.."
"Kalo misalkan kamu punya Papa baru kamu mau nggak.."ujar Gina,Karin langsung menghempaskan tangan Gina yang berada di kepala nya.
"Nggak.."
"Karin kamu juga pasti butuh kasih sayang seorang Papa.."
"Nggak mau Papa aku cuman satu Ma,kalo Mama nikah lagi berarti Mama nggak sayang sama Papa.."Karin yang tidak ingin mendengarkan Gina ia langsung berlari ke kamar nya.
~~~~~~~~~~~~~ **TBC** ~~~~~~~~~~
__ADS_1
**Besok Karin dan Cherry tanding basket siapa yah yang akan menang**...