Hesitate

Hesitate
Perhatian Asta


__ADS_3

~HAPPY READING ~


Asta ternyata mengajak Karin, untuk makan malam di rumah nya. Walaupun Karin sudah pernah ke rumah Asta sebelumnya tapi kali ini beda rasanya.


Karin tertunduk malu di meja makan, Mama Asta sangat baik dia menyiapkan begitu banyak hidangan.


"Makan Rin."suruh Asta


"Iya, Karin makan dong."


"Baik Tante,"_Karin memulai memakannya.


"Karin, Asta pernah bikin kamu nangis nggak?"pertanyaan Lita, membuat Karin menghentikan makannya. Karin melirik ke arah Asta, Asta sedang minum.


"Nggak Tante, Asta baik,"jawab Karin sembari tersenyum.


"Masa?"


"Uhkk.."Asta keselek untuk yang kedua kalinya.


Lita menghiraukan Asta, ia menatap kearah Karin.


"Kalo Asta bikin kamu nangis, bilang sama Tante iyah, biar Tante yang marahin dia,"


"Iya tan-te,"_ujar Karin gugup


"Dia itu anaknya emang...


"Maa.."Asta memanggil Lita agar berhenti berbicara kalo saat sedang makan.


"Makan."lanjut Asta, Mama nya memang menyebalkan dia pasti akan menjelekkannya.


.

__ADS_1


.


.


.


Selepas itu Karin diantarkan Asta pulang, padahal Karin masih betah di rumah Asta. Dia benar-benar malas untuk pulang rasanya belum siap untuk bertemu dengan Ibunya.


"Gue pulang,"pamit Asta setelah sampai rumah Karin.


"Thanks."ucap Karin tapi tangan Karin memegang ujung baju Asta erat. Asta mematikan mesin motornya terus turun dari motornya.


"Karin, gue tahu lo belum siap,"ujar Asta, lalu tangannya terulur untuk menghilangkan helaian rambut Karin yang menghalangi wajahnya.


"Tapi coba untuk dengerin dulu penjelasan Mama lo, Mama lo mau nikah lagi pasti ingin yang terbaik buat lo karena selama ini Mama lo nggak punya waktu sama lo,"Karin melotot tak percaya, padahal kan dia tidak pernah cerita tentang hubungan nya dengan Mamanya.


"Gue tahu itu, Karena mungkin dia lakuin itu ingin mencoba ngerubah hubungan sama lo,"ujar Asta.


"Jadi coba lo terima itu, buat Mama lo seneng,"


"Belum siap, buat nerima orang baru dalam hidup lo yang nantinya lo panggil dia Papa."potong Asta, Karin menundukkan kepalanya.


"Lo mau kan buat Mama lo bahagia?"Karin menganggukkan kepalanya.


"Lo harus siap, coba untuk saling mengerti satu sama lain, gue tahu lo bukan orang yang egois."perkataan Asta yang terakhir sangat menyinggung Karin.


Karin pun mengangguk, lalu menatap wajah Asta dengan ekspresi tidak bisa di jelaskan.


"Oke gue akan terima, gue coba buat ngertiin Mama gue, Thanks lo boleh pulang."ucap Karin.


"Karin gue..."


"Gue masuk dulu kedalam, Makasih buat hari ini,"ujar Karin lalu melangkah masuk ke dalam rumah nya.

__ADS_1


******


Saat Karin membuka pintu rumah, lampu ruang tamu masih menyala, Apakah Mamanya masih belum tidur.


Saat Karin hendak ingin menaiki tangga, hati Karin tersentak melihat Gina yang sedang terlelap di sopa.


"Asta bener gue nggak boleh egois,"ujad Karin, lalu melangkah mendekati Gina.


"Ma, Mama bangun,"Karin menepuk-nepuk punggung Gina pelan.


Gina menggeliat,"Karin, kamu udah pulang?"


"Karin udah makan?, Mama buatin,"_ujar Gina ingin beranjak dari duduknya, Tapi Karin menahan tangannya Karin menggelengkan kepalanya.


"Karin udah makan,"jawab Karin


"Ya udah sekarang Karin ganti baju terus tidur,"suruh Gina


"Ma, Karin setuju Mama nikah lagi, tapi.."


"Tapi apa?"Gina penasaran, ini hal yang tiba-tiba.


"Tapi besok Karin nggak mau sekolah, Karin mau jalan-jalan sama Mama."ujar Karin sembari memeluk Mamanya.


"Oke kita jalan-jalan besok."ujar Gina membalas pelukan Karin.


"Biar Mama yang traktir."


"Iya itu emang tugas Mama."ujar Karin, membuat Gina tertawa.


TBC.


__ADS_1



Senyum manis Asta☝


__ADS_2