
~HAPPY READING ~
Kata tante Lita Asta ada di rumah Dion, jadi Karin memutuskan untuk ke sana.
Karin memesan taxi menuju rumah Dion, setelah sampai rumah Dion, Karin pun mulai memencet belnya.
Ting..
Ting..
Dua kali Karin menekan bel rumah Dion tapi tidak ada tanda-tanda ada orang akan membukakan pintu untuknya.
Sekali lagi Karin ingin menekan bel rumah itu, akhirnya ada yang membuka pintu.
"Asta."ucap Karin sembari tersenyum, Asta tampak bingung tiba-tiba saja Karin datang ke rumah Dion.
"Ngapain lo kesini?"tanya Asta heran
"Gue mau ketemu lo."jawab Karin cepat
"Buat?"Alis Asta mengkerut bingung.
Karin tampak berpikir bagaimana cara mengatakannya, tanpa bicara Karin menarik lengan Asta.
"Lepas Rin, lo apaan sih gajelas tahu nggak."bentak Asta sembari melepaskan genggaman tangan Karin dari tangannya.
__ADS_1
"Sorry, gue cuman mau bicara sama lo sambil jalan-jalan."ucap Karin dengan suara yang gementar, Asta yang baru sadar telah membentak Karin. Langsung meminta maaf.
"Kalo lo nggak mau, nggak papa. Maaf gue udah ganggu waktu lo."ujar Karin, saat Karin hendak melangkah dan meninggalkan Asta. Asta langsung menahannya.
"Gue nggak bermaksud ngebentak lo,"
"Ayo."Asta mencoba mengenggam tangan Karin untuk pertama kalinya. Hal itu membuat Karin mematung di tempat, Asta menarik lengan Karin lembut untuk melangkah menyusuri jalan dengan berpegangan tangan. Karin memegang pipinya yang terasa panas dengan lengan sebelah kirinya.
"Asta."panggil Karin
"Hm."
"Gue sama Mama gue udah baikan, dan kemarin..
"Kita duduk di sana,"ujar Asta lalu membawa Karin ke bangku taman, di komplek rumah Dion. Tidak banyak orang di sana, hanya ada beberapa anak kecil dan orang tuanya yang sedang bermain bersama.
"Jadi kemarin lo nggak sekolah karena lagi shopping,"ujar Asta menanggapi ucapan Karin, Karin mengangguk membenarkan.
"Lo seneng.."tanya Asta,
"Banget."ujar Karin sembari mengangguk semangat.
"Jadi lo sampe lupa bawa ponsel."sekarang nada bicara Asta terlihat sedikit kesal.
"Ah, itu gue sengaja nggak bawa karena gue mau fokus belanja sama Mama gue."ujar Karin sembari tersenyum sampai memperlihatkan giginya.
__ADS_1
Asta sampai tidak tahan untuk mencubit pipi Karin dengan gemas, dan tanpa sadar Asta melakukannya.
Cekrek...
Suara kamera yang berhasil mengabadikan moment itu, Asta yang tersadar langsung melepaskan tangannya dan mencari siapa yang berani mengambil foto tanpa ijin.
Dan terlihat di depannya, Dion sembari memegang ponsel, dan ponsel itu ponsel Asta. Saat Asta menyadari keberadaannya dia menyengir kuda sampai-sampai Asta tidak tahan untuk menjitak kepalanya.
"Ngapain lo?"ketus Asta
"Wihh bisa aja dong tuh muka, maaf deh gue udah ganggu lo lagi, Pacaran."Diob menekan kata 'Pacaran' sembari melirik kearah Karin, yang sekarang wajahnya sudah berubah jadi merah tomat.
Bukan hanya Karin tapi Asta juga sama, walaupun dia langsung bisa mengendalikan mukanya agar tidak terlihat bullshing.
"Sini ponsel gue,"pinta Asta, Dion pun langsung melempar ponsel itu kearah Asta.
"Nggak sopan lo, udah di pinjemin juga."sewot Asta,
"Sorry deh, tapi Thankss... Udah lanjutin lagi pacarannya gue pulang dulu.."ujar Dion sembari berlari dari taman itu
"KARIN MUKA LO ABIS DI REBUS IYAH..HAHAA.."teriak Dion dari kejauhan.
"Dion..."gerutu Karin kesal, sekarang wajahnya berubah jadi merah bukan karena malu tapi karena menahan kesal.
Asta pun sama dia sampai menyibukkan dirinya dengan ponsel yang ada ditangannya, setidaknya hati Asta kembali tenang karena tahu alasan Karin tidak sekolah kemarin. Asta jadi bisa bernafas lega.
__ADS_1
TBC.