
~HAPPY READING ~
Pagi ini Asta tidak menjemput Karin, di karna kan harus mengantarkan Lita cehk-up ke rumah sakit, setelah itu Asta langsung menuju ke sekolah.
"Tumben?"ucap Asta sembari duduk di kursinya. Dion melirik Asta sekilas lalu bersuara.
"Biasa, gue males di rumah."jawab Dion sembari terus main game di ponselnya.
"Yon, gue rasa lo udah berlebihan akhir-akhir ini,"kata Asta
"Berlebihan seperti apa?"
"Main game."jawab Asta, pasalnya Dion selalu pergi dari rumah karena di rumah nya dia di batasi untuk main game, terus saat Dion di batasi dan di marahi oleh Mamanya dia langsung kabur ke rumah Asta.
Dion melirik Asta sekilas lalu, lanjut lagi main game, Dion tidak peduli yang penting hatinya senang, lagi pula sudah terlanjur mata Dion sudah rusak, sekalian di rusak.
Asta menghela nafas lalu sekarang mencari ke kesibukannya sendiri, Asta lupa membawa kamera.
Asta membuka ponselnya, membuka aplikasi Chat, tidak ada Chat dari Karin.
"Apa dia marah?"gumam Asta, biasanya saat malam hari Karin selalu mengirim Asta Chat, atau tidak di pagi hari, pokoknya pas Asta buka Chat di pagi hari nama Karin selalu muncul paling awal, tapi sekarang tidak ada.
Asta mengetik di ponsel nya.
To Karin
Lo marah?
Asta menghapus kata itu,
Sorry gue lupa ngabarin buat jemput lo.
Akhirnya, kata itu yang Asta kirim.
Asta menunggu balasan tapi tak kunjung ada, biasanya Karin tidak pernah membuat Asta menunggu. Padahal Karin sedang online.
Tak lama sampai guru datang untuk mengajar, Karin tidak membalas pesan Asta.
__ADS_1
*******
Jam istirahat, Asta tidak keluar dari kelas dia tetap di kelasnya.
Asta sedang melihat gambar yang ada di ponselnya, sedangkan Dion seperti biasa, membelikan Asta makanan dan minum.
"Pesanan datang?"Dion membawa dua bungkus Pop Mie dan juga satu kantong plastik yang berisi minuman.
Asta mengambil Pop mie dari Dion, lalu mulai memakannya.
"Kok Karin nggak kesini iya Yon,"_pertanyaan Asta Mampu membuat Dion tersedak.
Sebelum menjawabnya Dion, minum terlebih dulu.
"Gue nggak tahu,"hanya itu yang bisa Dion katakan, tapi memang Dion tidak tahu Karin kenapa.
"Lo sama Karin ada masalah apa sih?"
"Waktu kemarin padahal biasa-biasa aja dah."
"_Gue lupa jemput dia."jawab Asta, yang mampu membuat Dion tersedak lagi.
"Asta itu, kelas Karin,"tunjuk Dion ke arah yang lewat, Asta langsung melangkah ke arah jendela dan mulai meneliti apakah ada Karin di sana.
"Asta bener-bener lagi— Gob*ok."ujar Dion sembari melanjutkan makan Pop mie.
Asta melangkah dengan wajah datarnya.
"Ada kan?"tanya Dion, Asta menggelengkan kepala, Karin tidak ada di sana.
"Yon coba lo telepon,"suruh Asta,
"Ngapain gue telepon, males nanti kuping gue sakit."
"_Bukan Karin temennya Karin,"kata Asta
"Siapa."
__ADS_1
"Yang kembar."Asta mulai emosi, Dion sengaja membuat banyak pertanyaan untuk Asta.
Dion menghela nafas sejenak, lalu mengambil ponselnya di tas.
"_Merepotkan,"Ujar sembari mencari kontak Rika, setelah itu Dion menelepon nya.
"Hallo?"suara di sebrang sana
"Halo Rik,"
"Iya ada apa Di?"
"Lo sekarang lagi apa."
"Di kantin."
"Oh udah makan?"
"Ckk..tanyain Dion,"sahut Asta mulai kesal.
"Udah,"
"Sama siapa? Pasti sama Karin."
"Nggak, Kain nggak masuk."
"Kenapa dia sakit."
Asta melotot kaget,
"Nggak tahu tapi dia ijin."
"Oh oke geh makasih Rika."lalu Dion menutup sambungannya.
"Udah Puas."ujar Dion, ribet banget emang kalo Asta jatuh cinta lagi.
"Karin pasti marah karena kemarin."
__ADS_1
TBC.