Hesitate

Hesitate
Bandung


__ADS_3

🎨HAPPY READING🖌


Bandung


Saat di perjalanan menuju Bandung, rasanya perut Asta tidak enak sepertinya Asta akan muntah.


"Yon, lo punya plastik nggak?"tanya Asta, Dion yang tadinya ngantuk, tiba-tiba berubah jadi wajah kaget.


"Asta, lo mau mabok."tanya Dion heboh, Asta yang kepalanya pusing tambah pusing lagi mendengar suara Dion.


"Lo baru kali ini ikut perjalanan jauh iya kan? Asta, Asta."Dion terus menggoyang-goyang kan tubuh Asta.


"BERISIK BEGO."bentak Asta, yang seketika membuat seisi Bus diam karena kaget dengan bentakan Asta dan kata-kata kasar yang keluar dari mulut Asta.


Tepat setelah itu Bus pun berhenti, Asta langsung pergi keluar. Tidak peduli dengan tatapan orang-orang yang berada di dalam bus itu.


Asta memuntahkan semua isi perutnya, sampai-sampai rasanya tubuh nya menjadi lelah.


Karin yang masih berada di dalam Bus tidak sengaja melihat Asta yang sedang muntah di balik pohon, Karin pun segera pergi dan menghampiri Asta.


"Asta lo kenapa?"dengan bodohnya Karin bertanya setelah melihat Asta seperti ini. Karin pun mengusap punggung Asta.


"Pake ini,"Karin memberikan Asta freshcear. Asta langsung menerimanya dan memakainya ke kening lalu menghirup bau itu.


"Udah mendingan."


Asta dengan wajah loyo nya, hanya bisa mengangguk kan kepalanya. Setelah itu Karin menuntun Asta ketempat titik kumpul.

__ADS_1


Kedatangan Karin dan Asta menjadi pusat perhatian para Siswa yang melihatnya, dan mereka semakin yakin kalo Karin dan Asta memang mempunyai hubungan.


Dion yang melihat Asta bersama Karin, tidak lagi panik, Dion membiarkan Asta dengan Karin berduaan.


Sedangkan Raka memandang keduanya dengan tatapan tidak suka.


Instruksi dari guru yang mendampingi mereka, mereka di perbolehkan istirahat terlebih dahulu di hotel.


"Karin, Asta kalian mau kemana?"tanya Pak Jono. Pasalnya Karin dan Asta akan masuk ke koridor yang di khususkan hanya untuk cowok saja sedangkan untuk cewek masuk ke koridor sebelah kanan.


"Saya mau nganter Asta Pak?"jawab Karin. "Asta sakit."lanjutnya.


"Nggak ada alasan segala, Karin kamu langsung ke kamar mu."


"Tapi Pak...."


"Asta biar si Rahmat yang nganter.."


"Kemana lagi si Rahmat, tadi ada di sini kenapa juga kalian ke pisah biasanya berdua aja..."ujar Pak Jono.


"Oh iya Asta sekarang udah punya pacar yah."ujar Pak Jono sembari merangkul Asta, yang tengah memegangi keningnya..


Asta menyingkirkan tangan Pak Jono dari bahunya.


"Pak saya ke kamar hotel sendiri aja."


"Nanti tunggu si Rahmat aja..

__ADS_1


"Mungkin Dion udah ada di sana, saya duluan Pak."Asta tidak ingin menunggu lama lagi, kepalanya sangat sakit.


**********


Karin masuk ke dalam kamar, yang ternyata di sana sudah ada orang.


Karin meletakan tasnya di ranjang lalu melihat ke sebelahnya.


"Rika lo disini?"tanya Karin


"Gue bukan Rika, gue Risa."jawab Risa ketus.


"Dew, kita keluar yuk."ajak Rika ke Dewi, teman satu kamar mereka, Dewi mengangguk mengiyakan. Lalu setelah itu mereka keluar dari kamar.


"Sekamar lagi sama si Risa, kenapa bukan Rika."


"Gue harus waspada, bisa aja si Risa jahilin gue."


Lalu tak lama ada notif pesan, yang mengharuskan Karin untuk keluar.


Karin keluar dari kamar itu, di pesan yang hanya terdapat nomor yang Karin tidak kenal. Menyuruh Karin untuk naik ke atas rooftop hotel itu.


Dengan bodohnya Karin menuruti, Karin naik ke atas rooftop. Setelah sampai di sana tanpa rasa takut Karin membuka pintu itu.


Lalu Karin melihat ada seorang cowok yang membelakangi Karin. Cowok itu memakai jaket hitam.


Karin melangkah mendekatinya, dan saat Karin sudah sampai mendekat laki-laki itu membalikan badan nya.

__ADS_1


"Kak Raka."


To Be Continue


__ADS_2