Hesitate

Hesitate
Penjelasan Karin


__ADS_3

~HAPPY READING ~


Karin berangkat lebih awal untuk menunggu Asta, Karin menunggu Asta tepat di tempat duduk Asta.


"Hari ini harus jelas, biar Asta nggak marah lagi."Karin menunggu Asta dengan tidak tenang sesekali ia melirik jam yang ada di pergelangan tangannya.


"Apa gue kepagian iyah, lama banget nggak ada orang lagi."Karin melihat keluar jendela baru ada satu dua orang Siswa yang datang.


Derap langkah kaki mulai terdengar, Karin melihat kearah pintu sembari tersenyum, tapi ternyata itu bukan Asta.


"Gila gue semalam habis jual akun..."


"Itu Suara Dion,"ujar Karin pasti Asta juga ada, lalu Dion masuk dan di ikuti Asta di belakang nya.


"Nanti gue traktir lo Cilo–k."Dion kaget ada Karin di dalam kelasnya sepagi ini.


"Ngapain lo Rin, pagi-pagi udah mampir di kelas orang."ujar Dion sembari menaruh tasnya.


"Awas Rin,"ucap Asta dingin, Karin masih tetap tersenyum lalu bangun dari duduknya. Asta mengerutkan keningnya, bingung pasalnya Karin tidak menggeser tubuhnya dari tempat duduk Asta.


"Minggir Rin, gue mau letakin tas gue."ujar Asta, Karin berpindah ke samping Asta.


Lalu Asta duduk di kursinya, Karin melirik Dion yang sekarang tengah asik memainkan game di ponselnya.

__ADS_1


"Hus..hust.."Karin bermaksud untuk memanggil Dion tapi Dion tidak mendengarnya. Karin menimpuk Dion dengan segenggam kertas, Dion ter lonjak kaget.


"Keluar.."ucap Karin tanpa suara, membuat Dion tidak mengerti Karin menunjuk ke arah pintu.


Dion melirik ke arah Asta yang sekarang sedang sibuk dengan kameranya.


"Ke-lu-ar."kata Karin


Dion mengangguk mengerti lalu keluar.


Karin menghela nafasnya sejenak, semoga berhasil.


"Asta gue mau ngomong sesuatu soal Kak Raka."tangan Asta yang tadinya sedang sibuk menekan tanda yang ada di kameranya berhenti sejenak.


"Terus,"ujar Asta yang mulai penasaran dengan cerita Karin, Karin menelan salivanya.


"Teru gue buktiin dengan tes DNA."kata Karin.


"Lo sampe tes DNA."


Karin mengangguk


"Iyah soalnya Kak Raka nggak percaya kalo gue bukan adiknya, gue juga udah ketemu sama Mamanya Kak Raka dan Mamanya Kak Raka nangis saat liat gue, tapi dia bilang kalo gue itu cuman mirip. Dan dia nyuruh gue untuk terus ngunjungi dia."

__ADS_1


"Dan lo mau,"tanya Asta.


"Iya, soalnya kashian."jawab Karin


"Jadi akhir-akhir ini lo selalu ke rumah Raka."pertanyaan Asta seperti seorang Pacar. Karin mengigit jarinya.


"Nggak kok, cuman waktu itu doang pas tes DNA."


"Jangan masuk Kak, gue mohon jangan.."suara Dion dari luar membuat pembicaraan mereka terhenti, Raka masuk kedalam kelas Asta, di ikuti Dion yang gagal mencegah Raka masuk.


"Karin, pulang sekolah Mama gue mau ketemu lo."


"I-ya."jawab Karin, lalu setelah itu Raka pergi dari sana. Karin melirik Asta yang sekarang sibuk dengan kameranya.


"Gue ke kelas iya,"Karin beranjak dari duduk nya. Saat akan melangkah keluar suara Asta memberhentikan langkahnya nya.


"Gue temenin lo ke rumah Raka."ujar Asta.


Karin tersenyum di tengah pintu, lalu para murid kelas berhamburan masuk menabrak bahu Karin.


"Aw, permisi permisi.."ujar Karin lalu keluar kelas. Asta tersenyum tipis melihat jepretan yang ada di kameranya.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2