Hesitate

Hesitate
Awal Baru


__ADS_3


Karin bersiap-siap seperti biasa untuk pergi kesekolah.ia hanya memakai polesan bedak bubuk dan lipbam supaya bibirnya tidak kering,saat sedang bercermin tiba-tiba.



Tok tok tok



"Iyh Bi!nanti juga aku kebawah buat sarapan."teriak Karin dalam kamar



"Bukan non,tapi itu ada yang nungguin non dibawah dari tadi,"teriaknya dari luar



*Yang nungguin siapa batin Karin*


seingatnya ia tak pernah ada perjanjian.



Karin menghela nafas ia mengambil tasnya dan segera turun ke bawah untuk menghampiri siapa yang menunggunya.



saat sampai dibawah Karin melihat seorang laki-laki berseragam yang sama dengan nya,sedang duduk di sofa ruang tamu posisinya ia membelakangi Karin.



"Asta,masa Asta nggak mungkin banget."gumam Karin masih berkutat dengan pikirannya tanpa sadar Laki-laki yang ia pikir kan sudah lelah menunggu.



"Cepet gue nggak mau telat."ujarnya



"ASTA."teriak Karin,ia masih tak percaya sampai-sampai memukul pipinya sendiri.



"Gue tinggal,"\_Asta beranjak dari tempatnya untuk pergi keluar rumah



"Ehh,,,tunggu Asta.."\_Karin cepat-cepat mengejarnya.



🖌🖌🖌



SMA GARUDA di gegerkan dengan pasangan baru,yang mengejutkan.adalah Asta yang biasanya ia membonceng Si curut  Dion sekarang malah membonceng Cewek.



Mereka kira Asta waktu itu hanya main-main mengklaim Karin sebagai pacarnya,ternyataa..benar-benar mengejutkan apalagi bagi Fans-fans nya yang baru mengidolakan seorang Asta Galuh Nugraha si pelukis awam..



Perubahan Asta sangat pesat,dari seorang cowok yang tidak di kenal sampai menjadi cowok yang populer hanya karena satu kejadian dan hampir semua siswa tahu dia.



Gadis berponi itu sedari tadi hanya duduk di kursi nya sebelum pelajaran dimulai,bahkan ia lupa siapa saja sekarang yang belum piket.Karin tidak mempermasalahkan itu hanya sedang tidak biasa pagi ini.


Bagaimana coba yang selama ini ia impikan atau hanya menghalu di sepertiga malam.pagi ini terjadi mungkin mulai dari kemarin pertama ia dijemput oleh Asta kedua ia berhasil mematahkan hati beberapa gadis, Karin benar-benar harus berterimakasih pada Raka.


🖌🖌🖌


"Puas lo Yon,"ucap Asta dan duduk di tempat nya.

__ADS_1


"Belum si Ta lo harus lebih meyakinkan lagi biar si Cherry tau lo pacaran sama si Karin sekalian si Raka juga biar tau,"ujar Dion dengan enteng sembari bermain game di ponselnya.


Iya tadi Asta pagi-pagi datang kerumah Karin bukan dari kehendak nya sendiri melainkan suruhan si curut Dion,kalo Dion tidak memaksa Asta mungkin ia tidak mau dan menurut nya itu merepotkan,bensin nya pun akan boros.


Kembali lagi Asta seorang yang perhitungan,bukan pelit tapi menghemat katanya.


Asta memutar bola matanya,ia lelah lebih baik melukis sebentar lagi lomba dan ia tidak mau ada halangan dan masalah.


Tapi niat Asta terhenti karena Guru Biologi datang.


"Okey Selamat Pagi anak-anak.."sapa Pak Jeje


"Pagi pak.." jawab Murid kelas MIPA 2


"Okey hari ini cerah secerah hati bapak,"


"Eeeaaaaa"membalas guyonan Pak jeje


"Cakeppp,"ada satu anak yang tidak pernah searah dengan teman kelasnya,siapa lagi kalo bukan Si Rahmat Dion.


"Okey jadi hari ini hati bapak sedang cerah kita akan melakukan ujian Harian,mana suaranya...."


"Huhuhuhu.."teriak mereka kecewa


"Janc*k."gumam Dion,tapi suaranya masih terdengar oleh Asta.


Asta tersenyum miring kearah Dion,saatnya membalas dendam.


"Pak?"panggil Asta


"Iya Asta,"jawab Pak Jeje


Dion yang sepertinya tahu apa yang Asta rencanakan.langsung menyela apa yang akan Asta katakan.


"Nggak Pak Asta tadi bilang,ulangannya cepet mulai udah nggak SABAR"_Dion menekan kata Sabar di akhir kalimat sembari matanya melirik Asta tajam.


Yang dilirik hanya menggelengkan kepalanya.


"perasaan gue nggak mau bilang itu dah"


🖌🖌🖌🖌


"Akhirnya selesai juga"ucap Karin habis mengerjakan soal matematika,otaknya seakan panas.


Apalagi ia hari ini hanya duduk seorang diri teman sebangku nya ijin masuk,yah si kembar tak sekolah ada urusan keluarga katanya.


Jadi Karin ke kantin seorang diri,tapi biasanya juga ia selalu sendiri tapi mungkin akhir-akhir ini ia selalu ditemani oleh Rika ada sedikit yang berbeda.


"Apa jemput Asta aja yah,eh tapikan kalo gue yang nyamperin nanti di sangka gue yang bucin banget walaupun kenyataannya iya. sendiri aja deh,"Akhirnya Karin seperti biasa yaitu seorang diri.


Sepanjang jalan menuju kantin semua mata seakan tertuju padanya,memang ada yang salah dengan penampilan nya tapi Karin sama seperti biasa kok tidak ada yang beda.Sampai Kantin pun sama mereka masih memperhatikan gelagat Karin untung ada orang yang memanggil namanya.


"Karin Karin sini,"panggil Dion,Karin menghampiri Dion ternyata ada Asta juga yang membawa dua mangkok bakso dan duduk di meja yang sama.


"Gue pesen dulu kali yah."


"Nggak perlu lo duduk ajah,"Dion menarik tangan Karin dan otomatis ia duduk juga.


"Nih lo makan bakso Asta aja,"ucap Dion seenaknya sembari menarik bakso Asta tanpa meminta persetujuan yang punya.


"Yon apaan sih lo,"protes Asta.


"Gue masih bisa beli."ucap Karin yang tidak enak dengan Asta.


"Gak perlu!kalian berdua makan satu mangkok berdua biar lebih romantis,kan pasangan baru."


"Norak kali,gue nggak mau."bantah Asta beranjak dari duduk nya tapi tangannya ditarik oleh Dion.


"Cherry Ta cepet."_Dion menarik Asta dan mengambil sendok agar Asta memegangnya.


"Apaan sih."Asta mencoba melepaskan tangan Dion yang ada ditangannya.


"Cherry ini kesempatan lo,biar dia tau lo beneran pacaran sama Karin,sekarang lo suap in Karin."perintah Dion


Asta duduk kembali sekarang ia berhadapan dengan Karin,Asta menyodorkan sesendok pentul bakso ke mulut Karin dengan sedikit kasar,apalagi bakso itu masih panas

__ADS_1


"Uhuk uhuk"Karin tersedak


"uhh Panas panas."_Dion langsung menyodorkan minuman kearah Karin dan Karin langsung menerimanya.


"Lo gimana sih Ta pelan-pelan dong lo mau bikin anak orang mati."


"Untung si Cherry nggak jadi masuk kantin"lanjut Dion.


Asta hanya memutar bola matanya malas,ia sudah tidak nafsu makan.


"Karin lo tau kan besok itu hari minggu jadi kita libur"ujar Dion.


"Iya terus,"


"Gimana lo ikut kita lari pagi,mau nggak?"


"Mau,"_Karin mengangguk antusias.


Sedangkan Asta membulat kan matanya apalagi yang direncankan si curut.


"Gue nggak ikut,"ucap Asta,lagian ia paling malas olahraga apalagi lari pagi.


"Lo harus ikut lah lo mau lomba kan hari senin."


"Apa hubungannya,"


"Yah fisik lo harus sehat Ta,terus otak lo juga harus refresing."


"Gue lomba lukis bukan mau lomba lari."


"Sama aja lah"


"Terserah lo lah Yon."setelah itu Asta beranjak dari duduknya dan meninggalkan mereka berdua..


"Sebenarnya Asta itu baik tapi emang kebaikan nya kadang tidak terlihat sama sikapnya yang menyebalkan."ujar Dion.


"Tapi kan Yon."


"Husss" Dion menghentikan ucapan Karin.


"Nanti hari Senin Asta mau lomba lo harus ikut Rin."


"Buat apa?"tanya Karin


"Yah buat nyemangati Asta lah,"


"Emang harus"


"Banget"


"Tapikan Asta kayaknya"


"Husss" lagi-lagi Dion memotong ucapan Karin.


"Pokoknya lo harus ikut"


"Gimana caranya."


Dion hanya tersenyum miring.....


.


.


.


.


.


.


.


                ~~ TBC ~~

__ADS_1


Apa yang direncanakan sama si Rahmat yah😂


__ADS_2