Hitam Putih Hanaya

Hitam Putih Hanaya
Episode 11


__ADS_3

Pagi pagi sekali Hana dan anak buahnya mengantar bunga ke perusahan di pusat kota X,.


Wajah cantik Hana sempat jadi pembicaraan kaum laki laki di perusahan tapi Hana hanya senyum dengan ramahnya..


Di saat mereka sedang menyusun bunga para karyawan berlari menyambut bos baru mereka.


Riza berjalan dengan cool'nya wajah tampan nya mampu menghipnotis para kaum hawa.


Berbeda dengan Hana dia sangat kaget melihat sosok pria yang sangat dia benci itu,.


Riza berjalan tanpa senyum tapi aura ketampanannya tidak hilang sedikitpun..


Sedetik jantung Hana serasa mau copot karna Riza sempat meliriknya, tetapi Riza langsung bergegas ke lift untuk naik ke lantai paling pucuk..


"Huuf',,,,, hampir saja,tapi sepertinya Riza tidak mengenali ku,"ucap syukur Hana.


Acra di mulai mereka semua berserentak bertepuk tangan untuk Riza yang resmi menjadi CEO muda di perusahaan papahnya..


Tapi itu tentu masih di bawah pengawasan papah Riza jika Riza tidak berhasil menjadi CEO terbaik maka jabatan itu akan turun segera mungkin.


Setelah acara selesai Hana di tuntun oleh satpam menuju ruangan Riza.


Yah walaupun mama Riza yang memesan bunga,tapi dia sedikit pelit sehingga anak tersayangnya lah yang harus membayar tagihan itu.


Hmm tapi itu bukan alasan utama mama Riza,

__ADS_1


mama Riza sengaja ingin menjodohkan Riza dan Hana karna mama Riza sudah jatuh hati kepada Hana...


Tapi mama Riza tidak ingin buru buru ,


dia akan pelan pelan beraksi..


"Selamat siang pak, saya Hana yang ingin menagih tagihan semua karangan bunga bunga,,"sapa Hana ramah.


"Hmm," jawab Riza singkat.


Hana benar benar di buat terbakar api oleh sikap Riza, ternyata dia tidak berubah bahkan sifat aroganya semakin menjadi jadi.


"Kenapa kamu yang Datang langsung, apa kamu tidak mempercayai karyawanmu," tiba tiba Riza membuka suara.


"Emm begini pak,"lanjut Hana ingin menjelaskan.


"Karena ini Acra penting,saya ingin membuat yg terbaik dan tak ingin ada kesalahan," jelas Hana.


"Maka dari itu saya terjun langsung di tambah saya tidak ingin Tante Ida kecewa kepada saya," jawab Hana dengan hati hati.


Riza mengetuk ngetuk pena ke meja sambil melihat nota yang tertulis jumlah 25jt itu.


"Yaa mungkin kamu tidak mengecewakan mama saya, tapi kamu mengecewakan saya," jelas Riza.


Sontak Hana kaget dengan kata kata Riza karena dia tidak merasa ada kesalahan.

__ADS_1


"Saya sangat tidak suka mawar putih, tapi kamu sangat mendominasi kator saya dengan mawar putih," Riza dengan mimik wajah seperti ingin menelan bumi ini.


"Oh maaf pak saya tidak tahu....


saya dan Tante Ida sama sama suka dengan mawar putih,jadi kami sepakat untuk mendekor kantor anda dengan mendominasi mawar putih di dalamnya. Maaf kan saya jika itu sangat membuat anda kecewa, kedepan saya akan lebih hati hati lagi," ucap Hana dengan gugup dan takut ..


Yah walaupun benci membara di hati Hana tapi rasa takut kepada Riza tidak hilang, dia takut membuat Riza marah dan menerima hukuman yang tidak pantas..


"Hmm baiklah karna itu permintaan mama saya, saya maafkan," Riza sangat membenci mawar putih karna dulu Hana culun selalu membawa mawar putih itu kampusnya..


"Terimakasih banyak pak," ucap Hana bersyukur dalam hati.


"Total 25juta, saya akan tranfer ke kamu 50jt anggap saja itu uang tips karna kamu menjalankan tugas mama saya dengan baik,"


Itu lah Riza, dia sangat menyayangi mamanya Ida ..


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2