
"Mama !!! janji ya tidak bilang ke siapapun," ucap Riza dengan wajah yang memelas.
"Hmm lagian ngapain sii mama malam malam begini belum tidur, pakek begituan juga. Mama tau jantungku hampir copot dari dadaku tetapi tanpa seizin ku itu tidak akan terjadi."cerocos Riza panjang lebar..
Mama Hana tersenyum mengejek ke riza, "dasar anak Mamah,"sambil menjewer Riza.
"Udah ketauan ketakutan,,masih saja sombong." mama Ida sangat greget dengan anaknya ini.
"Oya sayang gimana kencan Kalian tadi, lancar ?"tanyaa Mama Ida antusias.
"Lancar apanya, gara gara mama salah cari film Hana jadi sakit,"celetuk Riza.
"Apa!! gara gara mama , film, sakit !!
maksudnya gimana Riza ??"tanya mama Ida yang masih bingung.
"Iyaaa awalnya baik baik saja filmnya memang romantis di awal tapi oas di pertengahan tiba tiba ada wanita di culik lalu di perkosa dan dari situ dia Kaya ketakutan, lalu Hana ngajak pulang," jelas Riza..
"Haa !! yaa ampun terus bagaimana ke adaan Hana sekarang sayang ?"tanya mama Ida kawatir.
"Dia tadi sempat pingsan saat mau masuk ke toko lalu Riza bantu dia sampe siuman, setelah itu Riza pulang," jelas Riza cuek.
"Astaga Hana sampai sebegitunya dia, hmm besok mama harus kasana dan meminta maaf,," ucap mama Ida panik.
"Besok kamu antar mama yah,," lanjut mama Ida.
"Mamaaaa, besok aku ada urusan penting di kantor, tidak bisa," tolak Riza lembut.
"Sayang bentar saja," Mama Ida memohon.
"Ok ok baiklah pagi sekali aku akan antar, tapi aku akan langsung otw ke kantor," ucap Riza.
"Iya tida papa sayang Sekarang mama mau tidur mama sangat ngantuk dari tadi nunggu kamu."
__ADS_1
Lalu mama Ida berlari kecil ke kamarnya.
Riza hanya geleng-geleng melihat mamanya, Riza pun ke atas ingin memejamkan mata tapi tidak bisa...
Dia merasa gelisah lalu ke pikiran wajah indah Hana saat terlelap.
Tiba tiba Riza ke pikiran ekspresi Hana saat dia merasa ketakutan,.
"Hmm kenapa dia sangat ketakutan melihat adegan itu, apa dia sangat mendalami film itu, dasar wanita aneh," gumam Riza.
Di toko, Hana pun tidak bisa tidur. Dia terbayang bayang dirinya yang dulu saat di permainkan dan di permalukan oleh Riza, Anggi dan Riko.
Tapi Hana teringat sikap lembut Riza begitu manis, "dia sangat menghawatirkan aku, sangat bertolak belakang dengan sifatnya yang aku kenal," gumam Hana.
Pagi sekali pukul 6 pagi, mama Ida datang ke toko bersama Riza.
Hana bangun kesiangan sehingga membuka toko dalam keadaan bangun tidur. Hana mengira itu adalah karyawanya yang sangat rajin pukul 6 udah datang,.
"Permisi ,,,permisi," mama Ida terus memanggil karena khawatir jika Hana kenapa-napa..
"Emmmm Kalian tumben sekali pagi pagi seperti ini sudah datang, biasanya aku udah buka satu jam Kalian baru data..."
Hana tidak melanjutkan kata katanya, dia sangat kaget ternyata itu bukan karyawannya tapi Tante Ida dan Riza..
Hana pun sontak menutup kembali pintu, tetapi dia merasa tidak sopan kepada Tante Ida akhirnya membuka kembali pintunya.
"Oh Tante maaf aku kira tadi itu karyawan aku," ucap Hana sambil menahan malu.
Riza yang bersandar ke mobil dan memainkan handphone nya sempat melirik Hana.
Tatapan mereka bertemu.
Riza yang memakai kaca mata tidak terlihat bagaimana ekspresinya, hanya terlihat cuek dan biasa saja..
__ADS_1
tapi Hana seperti orang yang ketauan mencuri dia sangat gugup dan gelisah.
Riza sangat bingung dengan ekspresi Hana,,"heh kenapa wanita aneh itu, apa dia telah mencuri sesuatu dariku, gelagatnya aneh sekali," pikir Riza.
"Ah ayok Tante masuk saya akan buatkan teh untuk Kalian,," tawar Hana.
"Ayok sayang kita masuk dulu," ajak mama Ida.
"Tidak Maah, Riza akan langsung ke kantor,"tolak Riza cuek.
,ntaah mengapa jika di depan umum Riza jadi seperti anak yang membangkang dan kasar.
Sangat berbeda jika dia dan mamanya hanya berdua, keharmonisannya sangat menyejukkan..
Mama Ida memberi kode dengan melotot lebar lebar,, "sayaaang !!!!" panggil mama Ida lembut tapi tatapannya sangat tajam.
Hhmmm dengan malas Riza menuruti mamanya, karena mau gimana pun Riza tidak bisa menolak keinginan mama tercintanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.