Hitam Putih Hanaya

Hitam Putih Hanaya
Episode 24


__ADS_3

Di dalam kantornya yang megah pagi pagi Riza sudah sangat sibuk mengurus semua berkas berkas pentingnya..


Tiba tiba sekertaris nya datang membawa buket bunga mawar putih yang cantik..


"Maaf pak mengganggu, ini ada kiriman bunga untuk anda," ucap sekertaris Riza.


"Ya letakan saja Disini," tunjuk Riza.


sekretaris nya pun pamit undur diri..


Saat Riza memegangnya ada kertas yang tertinggal.


"Selamat bekerja sayang semangat untuk masa depan 😘 " itu adalah pesan dari Hana..


Riza tersenyum dan mencium bunga itu,


yang awalnya Riza sangat membenci mawar putih sekarang dia sangat menyukai nya bahkan dia ingin ruangnya di hiasi mawar putih dimana mana, dasar orang kalo udah bucin.πŸ˜…


Riza pun akhirnya memutuskan menelpon Hana.


Hana yang sedang melayani pelanggan pun tersenyum melihat hpnya yang berdering. Tertera nama "si ganteng ganteng cuek "..


"Hallo sayang apa kamu sudah menerima bunga dari aku?" tanya Hana.


"Emm iya, terimakasih," jawab riza cuek.


"Hhmm baiklah jika tidak ada yang ingin di katakan aku akan menutup telponnya karena lagi ada banyak pelanggan," ucap Hana..


"OK " jawab Riza cuek lagi..


Hana pun manyun dengan sikap Riza yang cuek, "tapi tidak papa dengan dia menelepon setidaknya dia memberi kode bahwa dia masih hidup dan sudah menerima bunganya," batin Hana.


menjelang makan siang toko bunga baru sepi. Dari pagi pelanggan berdatangan dan memesan di buatkan buket bunga yang sangat rumit rumit, tapi Hana dan para karyawan tetap semangat dan menyelesaikan nya dengan sempurna..


Riza datang ke toko,..


semua karyawan melihat takjub dengan kedatangan Riza yang tampan dari sudut manapun.


Mereka pun berbisik bisik siapa pria ini, ada yang bilang" buat aku saja ",ah kamu sudah punya pacar jadi buat aku saja".. Tiba tiba Riza mengeluarkan suara gagahnya ..


"Dimana Hana?" tanya Riza kepada karyawan nya.

__ADS_1


"Oh mbak Hana ada di dalam tuan, apa perlu saya panggil kan?"


"Tilidak perlu," jawab Riza cuek.


Para karyawan pun pada berbisik.


"Iiissht buat kamu saja lah,sombong dan cuek kaya gitu aku gak suka,"


"maaf saya udh pacar," balas karyawan nya satu lagi.


Riza mencari Hana kedalam tapi tidak terlihat. Akhirnya dia memutuskan mencari Hanaa ke dalam kamar..


ternyata Hana sedang mencoba memijit pundaknya..


Hana merasa kelelahan dan sepertinya dia masuk angin. .


"Apa yang kamu lakukan," suara Riza mengagetkan Hana,


"Aah Riza sayang kok kamu ada disini ,kenapa tidak bilang jika kamu mau datang jadi aku bisa menyiapkan makan siang mu," tutur Hana.


"Aku bertanya apa yang kamu lakukan. Apa kamu sakit?"tanya Riza kawatir' karena wajah Hana sedikit pucat..


"Ayok kita ke dokter," ajak Riza.


"Tidak usah sayang, tidak perlu sampai ke dokter, jika masuk angin cukup kerokan dan istirahat sebentar akan sembuh.."


"Baiklah mana koin dan minyak kayu putih mu??" tanya Riza.


"Uuntuk apa sayang, kamu tidak perlu repot repot ada karyawan ku yang akan melakukan nya.." tolak Hana.


"Apa kamu bilang, karyawan ! tidak ada yang boleh melihat tubuh selain aku," tegas Riza.


"Hah kenapa? mereka kan perempuan lagian kamu bukan juga suamiku,," tolak Hana lagi.


"Kalo begitu ayok," ajak riza.


"Ayok kemana ?" tanya Hana bingung.


"Ke K.U.A !! "" tegas Riza.


"Haa ngapain,,?" tanya Hana bingung

__ADS_1


"Jelas untuk mempersunting mu agar kamu mau menuruti aku," jelas Riza.


"Apaa secepat ini?" tanya Hana kaget..


"kita bahkan tidak melakukan tunangan, lamaran , prewedding,. sungguh kita tidak akan melakukan itu ?" tanya Hana kecewa.


"Apa kamu menginginkan hal semacam itu"?? tanya Riza.


"Jelas aku ingin sayang, aku ingin seperti wanita wanita lain, di lamar lalu tunangan secara resmi habis itu melakukan prewedding," jelas Hana sambil membayangkan keromantisan itu..


"Baiklah lalu kapan kamu ingin di lamar? " tanya Riza cuek tapi sebenarnya dia tanya dengan sungguh sungguh..


"Apaaaaa!! huft kamu benar benar idak romantis sayang jadi sebaiknya kamu kembali kekantor karena waktu istirahat sudah habis."


Hana pun mendorong paksa Riza Untuk keluar dari toko.


para karyawan tertawa diam diam melihat bos mereka mengusir Riza yang terlihat tampan dan gagah itu.


"Lihat bos kita saja tidak mau pria itu," cloteh yang satu.


dan satunya lagi menjawab. "yah lagian siapa yang mau dengan pria cuek dan dingin seperti itu, yah walaupun tampan tapi aku sii ogah"..mereka pun tertawa diam diam karena takut bos mereka mendengar..


Tapi sayangnya Hana mendengarnya. Tapi dia tidak mempermasalahkan dan langsung menuju kamar untuk istirahat..


.


.


.


.


.


.


.


.


.πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


__ADS_2