
Di villa.
"Riko Anggi ! Kalian sudah menemukan lokasi mereka. !?"tanya Riza.
"Sudah Zaa, tidak jauh dari sini," ucap Anggi.
"Baiklah kita persiapkan apa yang di mau oleh Hana cupu," ucap Riza yakin
"Riza ,apa kamu yakin akan menyerahkan perusahaan itu hanya demi ...." belum Riko selesai bicara Riza sudah memasang mata elangnya..
"RIKOOO, !! aku peringatkan, dia adalah tunangan ku," jawab Riza menekan karna saking kawatirnya dia jika terjadi sampai apa apa oleh Hana
Setelah semua selesai, mereka bergerak ke lokasi dimana Hanaya di sekap oleh Hana cupu..
Gedung ini berada di tengah tengah hutan, sangat gelap. Mereka mengendap-ngendap saat masuk..
Dan tiba-tiba lampu yang remang remang hidup,, semua ini seperti sudah di rencanakan ...
Sasya masih menggunakan topeng, dia berdiri di belakang Hanaya sambil memegang pistol dan di letakan atas kepala Hanaya..
"Hana kumohon dengarkan penjelasan ku," ucap Riza.
"DIIIIAAAMMM...!!! aku disini tidak ingin mendengar penjelasan apapun dari mu dan tidak ingin bernegosiasi denganmu.
Cepat serahkan surat surat itu atau aku menembak kepala tunangan mu ini.
Hanaya hanya bisa menangis deras tanpa suara, sungguh dia tidak bisa melihat Riza seperti ini...
"Baiklah baik aku akan serahkan ini tapi lepaskan Hanaku," ucap Riza.
Setelah mereka sangat hati hati dalam bertindak, akhirnya berhasil mendapatkan Hana..
Setelah Sasya melihat dokumen dokumen itu asli. Sasya langsung membuka topengnya dan itu membuat semuaa yang disana sangat terkejut.
"SASYAAAA !!!!! ucap mereka serempak..
"Hahahaaaaaaaa Kalian ternyata sangat sangatlaah mudah untuk di bodohi !!"ucap sasya merasa puas.
"Aku akan memberi bonus kepada kalian karena telah membawa dokumen ini untukku."
'Apa Kalian tidak tahuuu ...
"HAHAAA HAHAHHAAAA," tawa Sasya bergema membuat mereka yang disana merasa sangat muak.
"Apa kalian tahu Hana yang sedang Kalian peluk itu adalah Hana yang sama dengan Hana yang telah Kalian lecehkan,, HAHAHAAAA." pengakuan Sasya di barengi tawa yang menggelegar membuat mereka syok mendengarnya.
Serempak semua menatap Hana tidak percaya
Dan Hana tersungkur ke bawah karna kakinya sudah tidak mampu lagi menopang tubuhnya.
__ADS_1
Hana hanya bisa menangis tanpa suara.
Sungguh Hana tidak percaya jika Sasya akan berhianat dan dia membocorkan identitasnya.
"Hana benar kah itu semua, jadi selama ini kamuuu,, !?"sungguh Riza tidak sanggup lagi berkata-kata ,dia sangat syok dengan apa terjadi malam ini...
"Hahahaha dan kamu Riza, kamu telah berhutang banyak padaku,,!!" Sasya menodongkan pistol tepat di tubuh Riza.
"Kamu telah menghancurkan hidup dan masa depan kuuuuhh Rizaaaaa !! Karena ulahmu aku tidak pernah tertidur dengan nyenyak selama inj. Aku tulus mencintaimu dan memberikan semua tubuhku ini untuk dengan suka rela, tapi apa yang aku dapatkan !! aku hanya mendapatkan hinaan darimu, matilah kamu Rizaaa !!!!!!" ucap sasya dengan mata yang berapi api..
"Rasakan ini !!! DOOOR !!
"Tidaaaaaakkk !!!"semua serempak berteriak.
" Hana !!! Hanaaaa tidak Hanaaaaaaa !!!!!"pecah tangis Riza.
" hik hik hik tidak Hanaaa jangan tinggalkan aku, masih banyak ingin aku jelaskan padamu," ucap Riza dengan tubuh yang bergetar hebat. Dia sangat takut jika Hana mati gara gara kesalahan dirinya.
Saat Hana yang mengetahui Sasya akan menebak Riza, dia dengan segera mencoba melindungi Riza walaupun dia tahu dia akan mati. Tetapi Hana tidak takut. "Mati lebih baik bukan," batin Hana.
Hana yang tertembak di lengan kanan pingsan karna tidak sanggup menahan sakit ..
Riza cepat membawa Hana ke RS terdekat.
Sedangkan Riko dan Anggi sudah mengamankan Sasya yang menggila.
lalu Riko menampar Sasya hingga dia pingsan dan membawanya ke kantor polisi..
"Hana aku mohon bertahanlah jangan tinggalkan aku," ucap Riza yang sangat cemas.
Darah terus mengalir deras dari lengan Hana.
Angel yang memakai baju dobel kemeja dan tantop akhirnya melepaskan kemejanya untuk mengikat luka Hana agar tidak banyak lagi darah yang keluar.
"Jay cepat lah Jaaay ku mohooon," pinta Riza karna dia merasa mobil ini melaju dengan sangat lambat.
Padahal kecelakaan hampir saja terjadi karna mereka menerobos lampu merah.
Tenangkan dirimu Zaa kita sebentar lagi akan Sampai.
Akhirnya mereka sampai dan semua petugas bergegas membawa Hana.
Mereka mencoba melakukan yang terbaik. Apalagi mereka tau tuan cucu dari pemilik rumah sakit ini adalah yang bertanggung jawab atas pasien mereka.
"Maaf tuan, serahkan semua kepada kami, kami akan melakukan yang terbaik." ucap beberapa dokter..
"Baiklah dok ,tolong selamatkan tunangan saya,," ucyp Riza memohon.
Riza menunggu dengan keadaan yang begitu rapuh, dia tidak ingin bangkit sejengkal pun dari depan ruang operasi. Angel beberapa kali menawarkan air tetapi Riza menolak.
__ADS_1
Satu jam kemudian ruang operasi di buka.
"Bagaimana dok, apakah tunangan saya masih hidup...?" tanya Riza kawatir.
"Tenang tuan karna tunangan anda baik baik saja, kami hanya mengeluarkan peluru di lengan tunangan anda. Syukur tidak ada jedara yang serius. Rumah sakit masih memiliki stok darah yang sama dengan tunangan anda
dan beberapa jam lagi tunangan anda akan segera siuman," ucap dokter menjelaskan.
"Syukurlah jika begitu terima kasih banyak dok," ucap Riza.
Riko dan Anggi datang ,.
"Zaa semua sudah aman, Sasya sudah masuk penjara," ucap Riko.
"Dan ini salinmu,, Angel tadi sempat telvon bajumu kotor penuh dengan darah, jadi kami membelinya saat perjalanan kesini," ucap Anggi sambil menyerahkan plastik berisi baju.
"Trimakasih kasih semua, sekarang Kalian pulanglah aku akan menjaga Hana malam ini," perintah Riza.
Akhirnya mereka semua berpamitan pulang.
Di ruangan VVIP Riza memegang tangan Hana. Riza tak bisa berkata kata, dia hanya memandangi wajah Hana dengan rasa bersalah yang mendalam..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.☺️🙏
__ADS_1