Hitam Putih Hanaya

Hitam Putih Hanaya
EPISODE 14


__ADS_3

Tatapan Riza begitu tajam.


Dan walaupun hanya dengan tatapnya mampu membuat hati Hana tersayat sayat tidak karuan.


Tapi ini demi balas dendamnya jadi dia tidak boleh menyerah..


"Untuk menjatuhkan lawan,kita harus sangat dekat dengannya." batin Hana.


Acara pun berakhir Hana pamit pulang,


awalnya mama Ida meminta Riza mengantar Hana tapi Hana menolak Dan Riza beralas kan ingin istirahat karena besok banyak pekerjaan di kantor ...


Karena arah tujuan Tante Petty dan Hana sama,Tante Petty pun memaksa Hana untuk ikut dengannya dan akhirnya Hana pun setuju Karena Hana percaya oleh Tante Petty begitupun ke Jay' malaikat penolong nya..


Saat di jalan mama Petty membuka omongan.


"Jay, kapan kamu akan menikah, Mama cariin jodoh ya untuk kamu,?" Ucap mama Petty.


"Tidak mah nanti kalo sudah saatnya Jay pasti menikah," tolak Jay halus.


Hana sampai terpesona oleh kelembutan dan kebaikan Jay.


Tapi Hana sadar siapa dia, di tambah Jay tahu kalau dirinya pernah di lecehkan oleh temannya sendiri jadi tidak mungkin Hana berharap lebih.


Siapa yang Sudi menerima wanita seperti Hana yang sudah kotor..


Yah walaupun Hana masih perawan karna saat itu mereka hanya mempermainkan Hana tetapi tetap saja Hana merasa jijik saat mengingat itu..


"Hmm," Mama Petty hanya menghela napas lesu..


"Ah ya Hana jika kamu menolak Riza, Tante siap kok jadi mertua kamu," canada Tante Petty.


" Mamaaaahhhh,,," panggil Jay lembut.


" Sudahlah mah, Dan Hana tolong jangan di dengar ya Hana ucapan mama saya ini," ucap Jay merasa tidak enak.


Hana pun hanya mengangguk dan tersenyum kecil.

__ADS_1


" Emang kenapa sii Jay, Hana ini cantik dan pintar. Kamu tau sendiri kan teman kamu itu si Riza itu dia kakunya minta ampun, mama aja yang tua takut jika berurusan dengan dia." ucap Mama Petty.


Hana sedikit merinding mendengar tutur Tante Petty perihal Riza.


Tapi niatnya dia sudah bulat, jika dia akan mati maka dia akan segera bertemu ayah dan bibiknya jadi hyana takan akan mundur.


Dan sebenarnya Jay masih menunggu Angel kembali, ntah dimana dia sekarang. Semenjak dari kejadian itu dia tidak pernah melihat Angel.


Akhirnya setelah obralan yang memakan waktu itu Hana sampai juga di toko bunganya..


Yaa Hana memang tinggal di toko.


Walaupun uang Hana cukup membeli rumah sendiri tapi Hana tidak ingin.


Hana tidak ingin jika rumah terlalu besar dia akan merasa sendiri.


Yah walaupun Hana memang sendiri tapi setidaknya jika di toko ada banyak buket bunga bunga cantik yang menemani. ..


Seminggu sudah dari Acara itu. Hana tidak pernah bertemu dengan keluarga Tuan Danuarta..


"Hay sayang," sapa Tante Ida.


"Oh hay, iya Tante apa kabar ??" balas Hana santun.


"Emm kamu manis sekali.


Oya Tante punya dua tiket untuk nonton bioskop nanti malam, kamu mau ya satu," tawar Tante Ida.


Hana ingin menolak tapi melihat Tante Ida memohon dia tidak tega dan akhirnya menerimanya...


" Baiklah Tante ,Hana akan ambil satu," ucap Hana ramah


" Oya Tante ayok masuk dulu Hana akan buatkan teh untuk Tante," ucap Hana mempersilahkan Tante Ida masuk.


" Maaf ya sayang, seperti nya Tante tidak bisa karena Tante ada urusan penting. Nanti malam saja jangan lupa ya sayang," ucap Tante Ida sambil pamit pergi.


..

__ADS_1


Saat malam tiba,,


Hana sudah duduk di bioskop paling ujung.


"Tante kapan datang Hana sudah sampai.."ucap Hana mengirim chat ke Tante Ida..


" Sebentar lagi sayang," balas Tante Ida.


Tidak lama Hana mencium bau parfum yang mengerikan.


Dan tiba tiba Riza datang dan duduk di sebelah Hana.


Hana kaget melihat kesan kemari mencari sosok Tante Ida.


"Sampai kamu mencari paling sudut bioskop ini tidak akan menemukan mama saya," ucap Riza dingin membuat Hana kaget. "Apa maksudmu ???"tanya Hana sedikit panik.


"Mama sengaja membuat kita berkencan dan jika kamu menolak mari kita pulang saja," ucap Riza dengan tatapan kedepan tanpa menoleh ke Hana sedikitpun ..


Sebenarnya Riza sedikit melirik ke Hana saat dirinya manyun karena mengetahui jika Tante Ida mengerjainya. Dan sikap Hana ini membuat hati Riza berdetak tidak karuan, tetapi rasa itu tertutupi oleh wajah aroganya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2