Hitam Putih Hanaya

Hitam Putih Hanaya
Episode 63


__ADS_3

Pagi yang indah Hana berada di depan cermin sambil memoles bedak tipis tipis dan dia masih setia dengan lamunannya.


"Hmm, apakah aku masih pantas menerima cinta Riza, sungguh aku tidak tau keputusan apa yang harus aku buat," batin Hana dalam lamunannya.


"Ting ..


" Sayang mama ingin bertemu denganmu. Kita bertemu sebentar saja," pesan dari mama Ida.


" Baiklah Tante," balas Hana.


....


Di restoran yang bernuansa alam ini Tante Ida menunggu Hanaya.


" Tante. Apa tante sudah lama menunggu ??" sapa Hana yang baru sampai.


" Ah tidak sayang, mama baru juga baru saja sampai," ucap mama Ida tersenyum.


" Tempat ini bagus sekali Tante Hana baru pertama kali datang kesini dan mungkin Hana akan sering sering datang kesini," ucap Hana yang merasa senang dan nyaman di restoran ini.


" Iya sayang tentu saja boleh dan Mama akan menemanimu jika Tante ada waktu senggang," jawab Tante Ida antusias.


" Oya Tante ingin bicara apa sama Hana??" tanya Hana.


" Begini sayang apakah kamu masih mencintai Riza ?"tanya Tante Ida dengan suara yang sangat lembut dan hati hati.


"Maafkan Hana Tante sungguh Hana tidak mengerti bagaimana perasaan Hana sekarang ini. Sungguh kejadian ini sangat sulit untuk Hana," ucap Hana dengan wajah menunduk dan menahan butiran butiran mutiaranya.


"Hana sungguh mama minta maaf. Hik hik hik maafkan almarhum kedua orang tua mama yang sudah membuat segala kekacauan ini Hana, ?"ucap Tante Ida menangis sambil memohon maaf kepada Hana.


" Tante bicara apa, sungguh ini bukanlah kesalahan Tante dan juga almarhum kakek nenek. Karena Hana tau mereka juga tidak sengaja melakukan itu." ucap Hana untuk menenangkan Tante Ida


" Lalu kenapa sayang, kenapa kamu masih menolak menjadi menantu Mama? "tanya Tante Ida meminta penjelasan


" Entahlah Tante, Hana sungguh masih sangat bimbang dengan ini semua. Sejujurnya Hana sangat mencintai Riza tetapi apakah Hana masih pantas untuk Riza ?" ucap Hana ragu ragu


" Masih pantas dan sangat sangat masih pantas sayang, kamu sungguh masih pantas dengan Riza dan begitu pun dengan Riza dia sangat mencintai mu nak. Apa yang akan terjadi jika kamu meninggalkan dia sendiri?Apakah kamu mau dia menjadi seperti dulu lagi ??"ucap Mama Ida meyakinkan Hana


" Terima kasih Tante sudah mau menerima Hana setulus hati Tante . Hana akan berusaha menjadi yang terbaik untuk kalian," ucap Hana yang merasa terharu.


" Iya sayang sama sama. Dan Angel juga mengatakan kalian akan mengadakan acara pernikahan 4 pasangan sekaligus menurut mu bagaimana??"


" Hana akan sangat senang Tante dan itu akan menjadi momen yang tidak akan terlupakan," ucap Hana


" Baguslah jika begitu, Mama menunggu keputusan kalian dan semua mama pasrahkan kepada kalian. Mama akan membantu sebisa Mama," ucap Mama Ida


"Terima kasih banyak Tante," ucap Hana sambil memeluk Tante Ida.


....


Di toko para pelanggan sangat banyak.


Hana melihat kedua karyawannya sangat kerepotan melayani tamu tamu yang memesan bunga. Saat para tamu sudah mulai sepi dan toko ditutup karena Setok sudah habis,Hana mendekati kedua karyawannya itu.


" Hay semua, apakah kalian sangat kelelahan?" tanya Hana menyapa mereka yang sedang membuat buket bunga sesuai permintaan para pelanggan. Walaupun toko tutup tetapi di dalam mereka masih tetap bekerja.

__ADS_1


" Ah tidak mba kita sangat menikmati pekerjaan kita," jawab kedua karyawannya itu dengan tersenyum


" Maafkan aku ya karena selama ini aku kurang memperhatikan kalian, besok carilah seseorang untuk berkerja di tempat kita." ucap Hana yang mengetahui jika sebenarnya kedua karyawannya ini sangat kelelahan.


" Benarkah Mba Hana ,wah baiklah besok aku akan membawa temanku untuk berkerja disini," jawab yulis dengan antusias.


"Iya Mba Hana sebenarnya kami sangat membutuhkan teman lagi, karena jika saat Mba Hana tidak ada kami sungguh sangat kerepotan," keluh Dian.


" Maafkan aku ya, untuk gantinya aku menaikan gaji kalian ," ucap Hana dengan senyum manisnya


" Asiik makasih ya mba Hana," ucap karyawan itu dengan senyum sumringahnya.


" Baiklah aku ada urusan keluar, kalian baik baik ya. Besok jangan lupa membawa teman dua atau tiga orang tidak papa bahkan lima juga tidak papa dan kalian cukup mengawasi mereka berkerja," ucap Hana memberi semangat untuk kedua karyawannya yang sangat setia itu.


"Baiklah mba Hana, Terima banyak untuk semuanya," ucap karyawan itu yang benar-benar sangat merasa bahagia.


Bukan tanpa alasan karena Hana tau jika dia nanti menikah pasti dia aka sangat jarang untuk membantu mereka di toko. Dan walaupun membantu juga pasti tidak bisa sepanjang hari seperti sebelumnya.


....


Setelah berpamitan dengan kedua karyawannya Hana akan pergi mengunjungi Riza sambil membawa makanan siang.


" Hay Hana selamat datang di kantor saya," ucap Riza mempersilahkan Hana untuk masuk kedalam ruangan nya.


"Terima kasih Riza, aku datang membawa makanan siang untukmu," ucap Hana sambil memberikan makanan yang dia bawa


" Terimakasih," ucap Riza dingin dan sebenarnya Riza sangat senang tetapi dia tidak ingin salah mengartikan semua ini.


Hana sangat sedih karna sikap cuek Riza. walaupun Hana sering mendapatkan sikap itu dari Riza tetapi kali ini terasa sangat berbeda.


" Katakanlah," ucap Riza dingin sambil memakan makanan yang di bawa Hana .


" Riza jika kamu tidak menginginkan aku lagi, maka aku akan pergi " ucap Hana menahan air matanya. Sungguh sikap Riza yang dingin seperti ini membuat Hana tidak percaya diri.


Riza tidak mengatakan apapun, dia masih terus memakan makanan itu dengan lahap tanpa menoleh ke Hana sedikitpun.


Hana yang merasa terabaikan pun berlari keluar karena tidak tahan lagi dengan sikap Riza yang mencuekannya.


Saat Hana ingin keluar pintu terkunci otomatis Hana mencoba beberapa kali. Dia juga mencoba menekan tombol kode yang dia tau untuk membuka pintu tetapi kode itu tidak berhasil. Hana menoleh kearah Riza tetapi Riza tidak perduli dan terus melahap makanannya.


"Tak tak tak ,, suara hentakan kaki Hana menghampiri Riza.


" Riza apa kodenya aku ingin segera keluar dari ruangan yang seperti neraka ini ,!!"ucap Hana sedikit mulai emosi ,tetapi lagi lagi Riza tidak menggubrisnya.


" RIZA DANUARTA ,,!!!!! Teriak Hana .


tetapi lagi lagi Riza tidak mendengar Hana dan terus makan, saat makanan sudah habis Riza meminum air yang ada di botol. Lalu dia melepaskan jas dan sedikit mengendorkan dasinya.


" Ambilkan aku permen karet di laci," perintah Riza.


Walaupun Hana sedikit kesal tetapi dia tetap melakukan tugas itu.


Saat Hana membuka laci dia melihat disana ada fotonya, sesaat Hana merasa sangat senang.


" Ini dan sekarang tolong bukakan pintunya aku ingin segera keluar," ucap Hana sedikit menekan.

__ADS_1


Tetapi Riza hanya tersenyum kepada Hana dan membuat Hana salah tingkah oleh senyum itu.


" Sini duduk di sampingku," ucap Riza sambil menepuk-nepuk kursi di sebelahnya.


" Jika aku hitung sampai tiga kali kamu tidak melakukannya aku akan menghukummu" ucapnya lagi .


Dan belum Riza menghitung Hana sudah duduk di samping Riza dengan wajah yang di tekuk.


"Apakah kamu sudah mengambil keputusan ?" tanya Riza tiba tiba.


" Awalnya aku sudah memikirkannya, tetapi setelah mendapatkan sikap kurang mengenakkan darimu aku akan memikirkannya lagi," ucap Hana kesal.


" Apakah kamu tidak lelah jika terus terusan berfikir," ejek Riza.


"Lebih baik aku terus berfikir dari pada salah memilih," ucap Hana tidak mau kalah dengan Riza.


Riza tidak membalas perkataan Hana dia malah terus menatap Hana tanpa berkedip dan itu membuat Hana salah tingkah dibuatnya.


" Baiklah jika tidak ada ingin kamu bicarakan, buka kan pintunya aku ingin keluar," ucap Hana sambil berdiri dan berjalan ke arah pintu, tetapi sampai di pintu Riza masih tidak membukakan pintu nya.


Riza mendekati Hana dengan wajah tanpa ekspresi dan itu membuat Hana merasa takut.


" Riza apa yang ingin kamu lakukan,??"tanya Hana yang sudah berada di pojok karena saat Riza maju Hana terus mundur sampai dirinya mentok di tembok.


Tanpa basa basi Riza mencium bibir Hana dengan lembut tangannya memegang kedua tangan Hana yang mencoba untuk mendorong.


perlahan tapi pasti Hana pun membalas ciuman itu dan mereka melakukannya dengan sangat lembut.


Setelah puas Riza melepaskan genggamannya lalu menggendong Hana membawanya ke ruangan istirahat Riza. Pelan pelan Riza membaringkan Hana di atas kasur.


" Riza apa yang ingin kamu lakukan ?"tanya Hana yang merasa sedikit takut.


" Tidurlah dan istirahatlah disini aku ada meeting sebentar. Jangan coba coba untuk keluar karena aku akan menghukummu," ucap Riza sambil mencium kening Hana dan lalu pergi keluar.


" Huuft, " ucap Hana merasa syukur karena Riza tidak berbuat yang aneh aneh terhadapnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


...

__ADS_1


.☺️🙏


__ADS_2