
Hana menelvon Sasya, dia ingin memberi tahu bahwa dia dan Riza sudah resmi berpacaran.
Sasya kaget "Secepat ini Haanaa !!?"
"Aaahh tapi tidak papa, semakin cepat itu lebih bagus. Dan buat dia sangat sangat mencintai mu, setelah itu kita akan patahkan dan hancurkan sehancur hancurnya.. Dan kita rebut kekuasaannya," senyum jahat Sasya mulai mengembang di wajahnya..
Ntah kenapa ,Hana merasa bawa ini salah, dia merasa kasihan pada Riza ..
Dia merasa tidak tega untuk menyakiti Riza walau itu kecil ujung kuku..
"Halloo Han, hallooooo" panggil Sasya
"Hana apa kamu mendengar ku ?"
"Oh iya Sya, aku mendengarnya, tapi apa kamu yakin kita berhasil ?"tanya Hana
"Ayolah Hanayaaa kamu harus ingat bahwa mimpimu hancur dan bibikmu meninggal itu semua karna ulah Riza," Ucap Sasya mencoba mengompori Hana agar tidak mundur.
"Ah iya Syaa kamu benar, ini semua demi bibiku yang telah tiada," ucap Hana kembali bersemangat.
Hana pun menutup telponnya, Hana berjalan menuju ke depan dimana disana ada banyak bunga bunga cantik dan wangi. Hana ingin tidur di temani bunga bunga yang indah ini agar tidak merasa kesepian...
Sedangkan Riza dia menatap jendela kamarnya sambil membatin apakah cara dia menembak Hana itu benar
"Aahh aku merasa telah memaksanya dan mengancamnya," umpat Riza kesal pada dirinya sendiri.
"Baiklah, besok aku akan menembak dia secara resmi," Ujar Riza bersemangat.
Riza pun memberi pesan pada Hana, Karena besok hari libur Riza akan mengajak Hana menghabiskan waktu bersama..
"Besok kita akan jalan berdua jadi siapkan dirimu," isi dari pesan Riza.
"Ting ..
pesan masuk. Hana segera membaca pesan itu, ntah Hana harus senang atau bagaimana prasaan Hana tidak menentu..
Dan besok pagi pukul 9 Riza sudah di depan toko Hana, Riza menunggu dalam mobil..
__ADS_1
Hana pun masuk ke dalam mobil.
"Hay Riza kita mau kemana hari ini ?"tanya Hana antusias.
Namun saat Hana sudah selesai masang sabuk pengaman Riza tetap diam
..
"Riza kita mau kemana ?"tanya Hana sekali lagi.
"Panggil aku sayang," ucap Riza dingin dengan tatapan kedepan tanpa menoleh Hana sedikit pun..
Hana pun manyun sambil melirik Riza.
"Hay tuan CEO yang tampan saya ini pacar anda sekarang jadi meminta lah dengan manis," ucap Hana agak sedikit kesal karena sikap dingin Riza dan asal perintahnya....
Saat Hana manyun Riza melihat itu, dan ntah kenapa hatinya begitu berdebar debar. Dia sangat menyukai tingkah Hana yang satu ini.
"Eemm apakah boleh aku bersikap berlebihan seperti pasangan yang lain ?"tanya Riza serius.
"Eehm ." Hana yang mengerti apa yang di maksud Riza langsung mengklarifikasi ucapnya tadi ..
"Riza sayang manis itu tidak mesti harus melakukan hal hal seperti itu, cukup kamu tidak cuek dan dingin itu sudah membuat aku senang dan bicaralah padaku selayaknya aku ini wanita bukan robot ataupun boneka," ucap Hana dengan pelan dan lembut.
"Jleb hati Hana demi apa dia ingin terbang ke langit paling tinggi, dia sangat malu dan juga senang."
"Sayang kamu mau kemana ?"Tanya Riza memecahkan keheningan.
"Loh memang kamu sendiri belum menyiapkan tujuan kita ?"tanya Hana balik
"Eemm belum." jawab Riza singkat.
demi apa Riza sangat Menahan dirinya agar tidak berbuat macam macam ke Hana..
"Baiklah untuk pasangan pemula bagaimyna jika kita ke taman hiburan saja," awab Hana antusias.
"Mmmm bagus juga ide kamu," ucap Riza mengangguk mengerti ..
Di taman Hana ke geringan melihat satwa satwa disana, seperti anak kecil dia berlari kesana dan kemari ingin melihat yang ini lihat yang itu dan Riza hanya tersenyum melihat Hana yang ceria.
__ADS_1
"Riza haaay RIZAAAaaa !!!!" panggil Hana karna Riza malah sibuk menerima telvon dari sekertaris'nya.
Riza pun mendekat dan menjewer telinga Hana,," Aw AW aWWW sakit Riza, kenapaa sii aku dijewer !?" tanya Hana ambil manyun.
"Panggil aku sayang ,mengerti !"tegas Riza.
Hana pun tersenyum, sambil memegangi telinganya Hana meminta maaf.
"Emm maaf ya sayang janji gak akan lupa lagi," ucap Hana manja.
Riza malah berpaling dari Hana karna tidak tahan melihat wajah Hana yang menggemaskan.
Hana pun langsung manyun karna Riza tiba tiba membung mukanya .. "Sayang apa kamu masih marah ?"tanya Hana.
"Eemm tidak Hana, bukan begitu.
Oya kenapa tadi triak triak memanggil ,,aku tidak budek sehingga kamu harus Triak triak seperti orang gila." ejek Riza.
Hana pun lagi lagi manyun membuat Riza benar benar harus menahannya..
"Iissh kamu ini, aku ingin kamu mefoto aku disini."
sesaat Hana pun langsung berlari mengambil pose ..
Riza yang sudah siap membawa kamera menjepret sana sini dengan bagus seolah olah dia adalah fotografer ..
Hana yang puas dengan hasil jepretannya pun mengajak Riza untuk makan siang....
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.